Sintang

RABU (01/10/2014): (-SINTANG-): Kapolres Sintang Tatap Muka Dengan PHL DKPPK

Banner
Banner

Harga Sarang Walet Masih Bertahan

Komentar (14)

15 April 2013, 11:12:48 WIB oleh Admin | dilihat: 251 kali

Print

Kalimantan Tengah - KOTAWARINGIN TIMUR, (kalimantan-news) - Harga sarang burung walet di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah, masih bertahan berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5,5 juta per kilogram, tergantung kualitas.

"Kalau dijual borongan (campuran) yang utuh dan patah harganya sekitar Rp4 juta, tapi kalau dipilah khusus yang bagus misalnya sarang mangkok dan sudut yang bagus, itu kisaran Rp5 juta sampai Rp5,5 juta,"kata Liyan, salah satu pengusaha walet di Sampit Senin.

Liyan menyebut harga saat ini cukup stabil meski tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya. Sekitar tiga tahun lalu, pelaku bisnis sarang walet di Kotim 'booming' lantaran harga sarang walet saat itu mencapai puncaknya sekitar Rp15 juta per kilogramnya.

"Saat itu permintaan sangat tinggi dan jumlah bangunan walet juga masih sedikit sehingga harga ikut melambung,"katanya.

Saat ini diperkirakan ada ribuan bangunan walet tersebar di hampir tiap kecamatan di Kabupaten Kotim, tidak terkecuali di Sampit yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Kotim.

Bangunan tinggi semisal pertokoan bahkan perkantoran milik swasta, rata-rata di bagian atasnya dijadikan tempat pembudidayaan sarang burung walet.

Sebaran bangunan walet terbanyak diperkirakan terdapat di Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Kawasan ini memang terkenal penghasil walet terbesar karena awal mula bisnis liur burung laut di Kotim ini konon juga berasal dari daerah ini. Pengusaha-pengusaha sukses bisnis walet juga banyak berasal dari daerah ini.

Di sepanjang jalan di pusat kota, termasuk di pasar Samuda, berjejer bangunan-bangunan tinggi berdiri megah, namun umumnya hanya lantai dasar yang dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi, sedangkan di bagian atas digunakan untuk budidaya sarang burung walet.

"Kalau urusan harga jual biasanya sama saja karena di sana juga ada perkumpulan,"ucap pengusaha yang juga berasal dari Samuda ini.

Untuk pemasaran, Liyan menjelaskan, sebagian pengusaha ada yang menjual kepada pengepul yang datang ke tempat mereka, namun ada pula yang menjual sendiri dengan membawanya ke Banjarmasin Kalimantan Selatan atau Surabaya.

"Tidak jarang pula ada pembeli dari luar negeri seperti China yang datang langsung ke Sampit untuk membeli dalam jumlah besar,"tambahnya.

Sementara itu, keberadaan gedung-gedung penangkaran walet di Kotim terkadang dikeluhkan masyarakat, khususnya untuk bangunan yang berada di permukiman. Pasalnya, suara kaset pemanggil walet yang dibunyikan hingga malam hari membuat warga yang rumahnya berdekatan dengan bangunan tersebut merasa terganggu.

"Itu sebenarnya bisa disiasati dengan menggunakan timer, sehingga kaset itu akan berbunyi dan mati sendiri di saat jam-jam tertentu yang kita ingin dan atur lewat timer itu tadi. Kalau seperti itu, warga juga tidak akan protes karena tidak sampai mengganggu istirahat mereka,"ucap Liyan memberi saran. (das/ant)

Komentar (14)

Beri Komentar
  • Titin Hariyati

    Titin Hariyati:

    06 Mei 2013, 13:45:36 WIB

    Bisakah saya mendapatkan contact person nya ,supaya bisa berkomunikasi dfengan jelas.. Thanks.

  • Jazang awalludin

    Jazang awalludin:

    09 Mei 2013, 04:14:12 WIB

    Sbnarnya,ada apa ? Shngga harga sarang walet bisa berubah harga sangat jauh.

  • oyin

    oyin:

    10 Mei 2013, 15:41:26 WIB

    apa perbedaan burung walet dengan seriti,dn perbedaan sarangnya.

  • akbar

    akbar:

    11 Mei 2013, 13:15:51 WIB

    ?

  • nurdin djauhari

    nurdin djauhari:

    13 Mei 2013, 11:44:40 WIB

    Pemerintah harus berbuat agar harga sarang burung walet seperti dua tahun yang lalu, cobalah untuk membuka perdagangan (eksport) langsung dengan negara China utk komoditas saang burung walet ini.

  • nurdin djauhari

    nurdin djauhari:

    13 Mei 2013, 11:46:30 WIB

    Langsung Eksport ke China, tidak melalui Singapura atau Malaysia

  • nurdin djauhari

    nurdin djauhari:

    13 Mei 2013, 11:46:44 WIB

    Langsung Eksport ke China, tidak melalui Singapura atau Malaysia

  • nurdin djauhari

    nurdin djauhari:

    13 Mei 2013, 11:46:52 WIB

    Langsung Eksport ke China, tidak melalui Singapura atau Malaysia

  • Zabeth Prabowo

    Zabeth Prabowo:

    16 Mei 2013, 04:14:02 WIB

    Dikarenakan banyak pedagang sarang burung walet yg menginginkan keuntungan lebih dengan menggunakan pemutih/bahan kimia yg bedampak dengan pengusaha walet yang tidak menggunakan bahan pemutih/kimia yang berakibat turun drastis harga sarang burung walet.oleh sebab itu jangan menggunakan pemutih karena itu menggandung kimia yang berbahaya bagi manusia.oleh karena itu mari kita sebagai pengusaha sarang burung walet janga menggunakan bahan pemutih/sejenisnya.Agar bisa mendongkrak lagi harga sarang burung ini

  • abi

    abi:

    26 Mei 2013, 10:11:50 WIB

    kalo walet gua per kilonya berapa pak di desa saya banyak sekali walet gua yang mangkok biaya kami jual ke toke lokal

    trims

  • Eka yoes

    Eka yoes:

    29 Mei 2013, 16:12:58 WIB

    to Abi :

    dapatkah bapak menginformasikan no. telp bapak yg bisa di hubungi, agar memudahkan saya bekerja sama dengan pak Abi,
    berikut no. telp saya : 081806025510

    tq

  • Tarno

    Tarno:

    17 Juni 2013, 16:19:45 WIB

    kl sekarang kayaknya tidak laku hrga segitu, hrga bahan Baku jg hrus ikuti hrga jual dong,

  • yanto

    yanto:

    24 Agustus 2013, 08:02:55 WIB

    saya sedang mencari mitra kerja untuk sarang burung walet, bisa kasih no. telponnya atau BB 273A869A

  • Taufik

    Taufik:

    09 Desember 2013, 09:12:50 WIB

    Bisa minta nomor HP nya..mau nnya tempat pengempul sarang burung wallet

Beri Komentar




Security Number