Sintang

KAMIS (21/08/2014): Kadisdik Sintang Lepas 404 Mahasiswa PPL dan KKM *** (-KALBAR-): AIMI Adakan Gerakan Seribu Pendukung Ibu Menyusui *** Jalan Tayan Sanggau Dapat Dana Tanggap Darurat *** KPI: Kebebasan Pers Harus Dibarengi Tanggung Jawab *** (-SPORT-): Koni Denpasar Rekrut 131 Atlet Unggulan *** (-KALSEL-): Dinsos: Program Bedah Rumah Kalsel Dilanjutkan 2015 *** (-KALTENG-): Pemkab Barut Belum Terima Penetapan Rekrut CPNS *** Kalteng Pelopor Penyelesaian Persoalan Kehutanan *** (-KALTIM-): Pemkab Kutai Timur Lakukan Pelatihan Aplikasi LPSE

Banner
Banner

Bupati Seruyan Lepas Jeratan Pelanggaran Pilkada

Komentar (0)

19 April 2013, 12:17:44 WIB oleh Admin | dilihat: 35 kali

Print

Kalimantan Tengah - SERUYAN, (kalimantan-news) - Bupati Seruyan Kalimantan Tengah H Darwan Ali akhirnya terbebas dari ancaman jeratan hukum pelanggaran pemilu kepala daerah karena dugaan politik uang yang dituduhkan tidak memenuhi unsur pelanggaran.

"Kami sudah rapat pleno pada 17 April 2013 terkait laporan itu. Setelah kami dalami, itu tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu. Jadi, kami tidak bisa meneruskan karena laporannya tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu," tegas Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Seruyan, Atep Budiman dihubungi dari Sampit, Jumat.

Pernyataan itu disebutkan terkait dengan Pilkada Seruyan pada 4 April 2013. Ada dua pasangan calon yang bersaing, yaitu Sudarsono-Yulhaidir (SURYA) dan pasangan H Ahmad Ruswandi-H Sutrisno (HARUS) Darwan Ali dilaporkan ke Panwaslu dengan dugaan politik uang pada 3 April 2013, sehari sebelum pemungutan suara Pilkada Seruyan. Saat itu Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Seruyan ini melakukan inspeksi mendadak ke pasar.

Ketika itu, Bupati memborong berbagai makanan dan kue dengan jumlah yang dinilai tidak wajar. Ini langka dan dinilai tidak wajar, sehingga kontan menuai reaksi dari tim sukses pasangan lain, apalagi saat itu ada dua orang yang disebut-sebut sebagai anggota tim sukses pasangan tersebut.

Darwan Ali dilaporkan ke Panwaslu dengan tudingan melakukan pelanggaran pemilu berupa politik uang. Proses tetap berlanjut meski hasil Pilkada menunjukkan pasangan Sudarsono-Yulhadir menjadi pemenang dalam perolehan suara terbanyak.

H Darwan Ali memenuhi panggilan Panwaslu Seruyan untuk memberi keterangan terkait masalah tersebut. Panwaslu kemudian menggelar rapat pleno yang keputusannya bahwa laporan tersebut tidak dapat dilanjutkan karena tidak memenuhi unsur pelanggaran.

"Kita masukkan itu ke dalam pasal-pasal Undang-Undang (UU) No.32/2004 junto UU No.12/2008, tidak ada pasal yang dilanggar. Bukan tidak terbukti, tapi tidak ada unsur pelanggaran. Jadi tidak bisa kami teruskan dan kasusnya selesai," tambah Atep Budiman.

Panwaslu akan menulis surat terkait hasil rapat pleno tersebut yang nantinya disampaikan kepada pelapor, karena kasusnya tidak bisa diteruskan, katanya sambil mengatakan bahwa dia sedang dalam perjalanan dinas.

Dia mengatakan, Panwaslu menerima 13 laporan selama Pilkada Seruyan. Semua dugaan pelanggaran Pilkada seperti diajukan pasangan nomor urut 1 maupun nomor urut 2. Saat ini sudah tiga laporan mereka selesaikan, sedangkan 10 lainnya masih dalam proses.

Pilkada Seruyan menjadi perhatian masyarakat Kalteng karena baru pertama sekali dalam sejarah ada pasangan calon perseorangan atau independen menang dan mengalahkan pasangan yang diusung koalisi partai politik daerah tersebut.

Dalam pesta demokrasi rakyat lima tahunan di Kabupaten Seruran itu, pasangan independen Sudarsono-Yulhaidir (SURYA) meraih suara terbanya, sedangkan pasangan lainnya hanya menempati posisi urutan berikutnya meski didukung partai politik. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number