Sintang

JUMAT (31/10/2014): (-SINTANG-): Bupati: Rekrutmen Dewas RS Ade M Djoen Sintang Terjadi Kesalahan *** Pengusiran Terhadap Pasien dr Bambang dikenakan Sanksi *** (-PARLEMEN-): Anggota Dewan Desak Pembentukan Ketua dan Wakil DPRD Defenitif *** Legislator Tolak Rencana Kenaikan BBM

Banner
Banner

Perbanyak Klinik Kurangi Kematian Ibu Dan Bayi

Komentar (0)

19 April 2013, 13:14:19 WIB oleh Admin | dilihat: 48 kali

Print

Kalimantan Selatan - HULU SUNGAI UTARA, (kalimantan-news) - Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, memperbanyak klinik bersalin di kecamatan-kecamatan untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kamatian bayi atau AKB.

"Apabila poliklinik bersalin lebih banyak, ibu hamil dan yang akan melahirkan akan lebih mudah mendapatkan pelayanan, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko kematian ibu dan bayi," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Hulu Sungai Utara drg Isnur Hatta, di Amuntai, Jumat.

Dia menjelaskan, Dinkes tengah berupaya mendorong ibu hamil untuk berkenan menggunakan fasilitas dan tenaga kesehatan saat melahirkan.

Mereka bisa mendapatkan bantuan biaya untuk melahirkan melalui program dana jaminan persalinan (Jampersal), yang penyerapannya masih kurang.

Menurut Hatta, salah satu dampak dari minimnya klinik bersalin, mengakibatkan para ibu lebih memilih melahirkan dengan bantuan dukun beranak.

Hal itu bisa berisiko tinggi terhadap ibu dan bayinya, selain tidak bisa mendapat bantuan dana dari program Jampersal.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu yang akan melahirkan, Dinas Kesehatan kini meningkatkan sosialisasi dan promosi bagaimana cara mendapatkan program Jampersal.

"Bisa jadi ibu-ibu takut melahirkan di pusat-pusat layanan kesehatan karena khawatir dikenakan biaya persalinan yang mahal," jelas Isnur.

Sementara itu, klinik bersalinan yang baru dibuka, di antaranya di Desa/Kecamatan Banjang, Desa Sungai Turak dan Guntung di Kecamatan Amuntai Utara, di Kecamatan Haur Gading, Puskesmas Babirik dan Sungai Karias.

Selain menekan angka kematian ibu dan bayi yang dinilai masih tinggi, juga sebagai upaya kemitraan bidan dengan dukun kampung.

Karena, lanjut dia, sebagian warga masih cenderung lebih percaya pada penanganan dukun kampung untuk membantu proses melahirkan.

Dengan adanya dua tenaga ahli yang berbeda latar belakang pendidikan, dan keahlian di bidang persalinan ini, diharapkan dapat menekan risiko kematian ibu dan bayi.

Upaya-upaya Dinkes menurunkan angka kematian ibu dan bayi tersebut mulai terlihat hasilnya, yakni hingga Maret 2013 tingkat AKI dan AKB cukup menurun dibandingkan 2012.

Selama 2012, AKI di Kabupaten HSU sebanyak 18 kasus dan AKB mencapai 89 kejadian, sementara untuk Maret 2013 AKI hanya tiga dan AKB 20.

Pihak Dinkes akan terus melakukan penelusuran penyebab kematian ibu dan bayi bekerja sama dengan tim Audit Maternal Perinatal (AMP) Provinsi Kalsel. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number