Sintang

SABTU (29/08/2014): (-SINTANG-): Bupati Sintang Letakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Sungai Arak *** (-SEKADAU-): Menilik Batu Bertulis yang Mendunia Di Kabupaten Sekadau *** (-KALSEL-): Pertamina Berikan Bantuan Kepada Siswa Tidak Mampu *** Kejati Kalsel Tahan Enam Tersangka Korupsi Bansos *** (-KALTENG-): Kantor Pos Siapkan Loket Khusus Pelamar CPNS *** Wagub Tinjau Pabrik Karet Di Barito Selatan *** (-KALBAR-): Pontianak Utang Rp800 Juta Pada RSJ Bodok *** (-KALTIM-): Sepasang Suami Istri Di Sepaku-Kaltim Terinfeksi HIV *** Rangka Jembatan Kartanegara Terpasang 63 Meter

Banner
Banner

BNN Kalteng Berharap Kepolisian Bekerjasama Berantas Narkoba

Komentar (0)

01 Mei 2013, 09:25:07 WIB oleh Admin | dilihat: 21 kali

Print

Kalimantan Tengah - PALANGKA RAYA, (kalimantan-news) - Badan Narkotika Nasional (BNN) berharap Kepolisian bisa bekerjasama mengatasi peredaran narkotika dan obat terlarang (Narkoba) yang terus meningkat di Kalimantan Tengah.

"Sejauh ini kinerja kepolisian belum menyentuh jaringan narkoba secara menyeluruh, yang dilakukan selama ini hanya sebatas menangkap pelaku-pelaku tertentu saja, " kata Ketua BNN Kalteng Dwi Swasono Rabu.

Menurut Dwi, kerjasama BNN dengan kepolisian sangat diperlukan mengingat dua institusi ini memiliki persepsi dan tujuan yang sama tentang pemberantasan narkoba.

BNN menyadari rumusan kerja kepolisian bukan pada jaringan, tapi kasus. Sementara BNN Kalteng hingga saat ini belum memiliki satuan tugas dibidang pemberantasan dan penangkapan.

"BNN sudah masuk kedalam jaringan narkoba, hanya saja tenaga kita belum mampu melakukan tindakan penangkapan karena keterbatasan personil, " jelas Dwi,seraya menambahkan, seandainya kepolisian bisa kerjasama dengan BNN ia yakin pemberantasan narkoba di Kalteng bisa lebih optimal.

Kata Dwi, kinerja BNN Kalteng saat ini baru sebatas pencegahan dan pengobatan. Sementara personil kepolisian juga jumlahnya masih sangat terbatas.

"BNN sudah mengajukan kerjasama dengan kepolisian Kalteng, hanya saja belum juga terealisasi hingga saat ini, alasannya keterbatasan SDM kepolisian yang membidangi narkoba, " katanya.

Sesuai laporan BNN bahwa dua kabupaten yang paling rawan peningkatan pengguna narkoba di Kalteng, yakni Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat saat ini menjadi perhatian khusus BNN.

Kinerja kepolisian di dua kabupaten ini, menurut pengamatan BNN cukup gencar melakukan pemberantasan narkoba. Namun jaringan narkoba belum tersentuh hingga kepangkalnya.

Data BNN menunjukkan, ahir 2011 jumlah pengguna narkoba di Kalteng mencapai 34.543 orang. Dari jumlah ini, 8.000 diantaranya masuk dalam tahap kecanduan yang parah. Selanjutnya 15.000 diantaranya pengguna narkoba rutin namun belum candu. Sedang sisanya adalah pengguna baru yang sifatnya masih coba-coba.

Disisi lain, Dwi menambahkan bahwa pesatnya peredaran narkoba seiring dengan pesetnya pertumbuhan ekonomi di Kalteng. Pertumbuhan tersebut memicu tumbuhnya pusat-pusat hiburan baru yang biasa dijadikan tempat transaksi para pengedar.

BNN mencatat, hingga 2011 terdapat sembilan provinsi di Indonesia yang mengalami peningkatan jumlah pengguna narkoba. Kalteng berada diurutan enam. Sementara 24 provinsi lainnya mengalami penurunan dengan besaran 0.02 persen hingga 1,45 persen. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number