Sintang

KAMIS (24/04/2014): (-PARLEMEN-): DPRD Kalsel Rekomendasikan Pemprov Tambah Rumah Sakit *** DPRD Minta Pemprov Kalsel Selesaikan Masalah Perbatasan *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Daerah Diminta Konsisten Lindungi Lahan Pertanian *** Tabalong Kembangkan Budi Daya Padi Metode Sri *** (-KALIMANTAN TENGAH-): PWI Kalteng Gelar Pelatihan Teknologi Informatika *** Bupati Percayakan Pembahasan Provinsi Kotawaringin Ke Tim *** Perwakilan Mahasiswa Se-Kalteng Desak Penyelesaian Sengketa Lahan *** (-SPORT-): Persiapan Porprov Bikin KONI Kaltim "Galau" *** (-KALIMANTAN UTARA-): Malaysia Pulangkan 97 TKI Bermasalah Via Nunukan *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Bupati: PDAM Harus Sigap Respon Keluhan Pelanggan *** (-KALIMANTAN BARAT-): Pontianak Wakili Kalbar Ke Fasi Nasional *** Mahasiswa UPN Akan KKN Di Perbatasan Entikong *** (-EKONOMI-): Pemkot Pontianak Berencana Perluas Pelabuhan Senghie *** (-PEMILU-): Polisi Tetapkan Komisioner KPU Kutai Timur Tersangka *** Rapat Pleno KPU Provinsi Kalbar Dihentikan Sementara

Banner
Banner

Pengangguran Di Kalbar Berkurang 34 Ribu Jiwa

Komentar (0)

06 Mei 2013, 13:36:21 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat - PONTIANAK, (kalimantan-news) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat Badar menyatakan, jumlah pengangguran di provinsi itu pada Februari 2013 berkurang sebanyak 34 ribu dari jumlah angkatan kerja sekitar 2,2 juta jiwa.

"Keadaan tenaga kerja di Kalbar Februari 2013 menunjukkan perbaikan dengan penurunan tingkat pengangguran sebesar 0,27 persen apabila dibanding Februari 2012," kata Badar dalam keterangannya di Pontianak, Senin.

Untuk tingkat penganguran terbuka (TPK) di Kalbar, pada Februari 2013 mencapai 3,09 persen, katanya.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja di sektor manufaktur atau pabrik sebanyak 11 ribu orang sepanjang Februari 2013, kemudian di sektor jasa atau layanan sebanyak 50 ribu orang, dan sektor "agriculture" atau pertanian mengalami penurunan sebesar 88 ribu.

"Dari ketiga sektor itu, hanya pertanian yang mengalami penurunan, sementara sektor pabrik dan layanan mengalami peningkatan," ujar Badar.

Data BPS Kalbar mencatat, sepanjang Februari 2013, mencatat sekitar 691 ribu orang atau 32,04 persen bekerja pada kegiatan formal, yakni kategori berusaha yang dibantu dengan buruh tetap, dan sekitar 1,47 juta orang atau 67,96 persen bekerja pada kegiatan informal.

"Sepanjang Februari 2013 pekerjaan utama yang terbanyak, yakni sebagai buruh/karyawan sebesar 622 ribu orang atau 28,84 persen, disusul pekerja keluarga 581 ribu orang atau 26,94 persen, dan berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 468 ribu orang atau 21,70 persen, yang terkecil, yakni pekerja bebas 63 ribu orang atau 2,92 persen," ujar Badar.

Badar menambahkan, dalam setahun terakhir terdapat penambahan pekerja dengan status buruh/karyawan sebesar 51 ribu orang, berusaha dibantu buruh tetap sebanyak enam ribu orang, pekerja bebas sebanyak 12 ribu orang, sementara status pekerjaan utama lainnya mengalami penurunan. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number