Sintang

JUM'AT (01/08/2014):Daniel: Pemerintah Diminta Serius Tangani Kemarau *** Pengamanan Dermaga Di Banjarmasin Ditingkatkan *** Pemkab HST Hidupkan Kembali Posyandu *** DPRD: Waspadai Pendatang Baru Pasca Lebaran *** Pemkab Kotim Berharap Ada Maskapai Tambahan *** Distan Kalbar Tunggu Laporan Daerah Gagal Panen *** PNS Kalbar Terima Gaji Pada 4 Agustus *** BPMP Samarinda Gelar Sosialisasi Perlindungan Anak *** Mobil Masuk Bandara Diperiksa Ketat

Banner
Banner

PLTU Berbahan Cangkang Sawit Belum Terealisasi

Komentar (6)

19 November 2010, 07:05:39 WIB oleh Admin | dilihat: 28 kali

Print
PLTU Berbahan Cangkang Sawit Belum Terealisasi

Sanggau-KOTA, (kalimantan-news) - Rencana pengembangan PLTU berbahan baku cangkang sawit belum juga terealisasi, karena belum ada investor yang tertarik untuk mengembangkannya.

"Kalaupun ada yang tertarik, alasannya terbentur birokrasi menyebabkan mereka mundur secara teratur," kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sanggau Fransiskus Ason di Sanggau saat di hubungi Kamis (18/11/2010).

Proses pengolahan cangkang sawit untuk menghasilkan energi listrik ini, menurut dia, relatif sederhana, yakni dengan pembakaran yang panasnya digunakan untuk memanaskan turbin dan menghasilkan uap.

Menurut dia, keunggulan PLTU jenis ini adalah tidak menggunakan bahan bakar fosil, sehingga ada kemungkinan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah dan lembaga-lembaga internasional karena ramah lingkungan.

"Kabupaten Sanggau, sangat berpotensi untuk mengembangkan energi listrik dari limbah sawit ini. Peluangnya sangat besar dan akan menjadi daya tarik bagi pemilik modal untuk meliriknya," ujar Fransiskus Ason.

Diungkapkannya, Kabupaten Sanggau yang memiliki areal perkebunan kelapa sawit terbesar di Provinsi Kalimantan Barat ini, memiliki potensi besar untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Bahan baku yang dibutuhkan sangat berlimpah ruah di daerah ini, yakni cangkang sawit.

"PT Perkebunan Nusantara XIII sebenarnya berencana akan membangun pembangkit listrik dengan memanfaatkan limbah sawit berkapasitas 2 x 3 Mega Watt di Parindu, Kabupaten Sanggau dan kontrak pembelian daya dengan PLN sedang dalam proses untuk disepakati," jelas Ason.

Diharapkan pada tahun 2012 pembangunannya akan dimulai. PLN juga akan mengintensifkan potensi limbah sawit di lahan PTPN XIII lainnya seperti Kecamatan Ngabang dan Meliau, masing-masing di Kabupaten Landak dan Sanggau.

"Tentunya juga menjadi peluang bagi perusahaan sawit lain," timpalnya.

Mengenai harga beli menurut Ason, PLN terikat oleh Peraturan Menteri No 31 Tahun 2009 di kisaran Rp850/kwh. Diharapkan akan sangat membantu juragan setrum PLN dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, energi listrik terbarukan sangat ramah lingkungan, dan sekaligus mengurangi dampak buruk dari limbah pengolahan sawit.

"PT PN XIII akan memanfaatkan cangkang sisa olahan buah sawit dan tandan kosong sebagai bahan bakar untuk memutar turbin. Potensi yang dimiliki oleh perusahaan ini berjumlah total sekitar 33 MW, dari 28 pabrik pengolahan minyak sawit yang sudah terpasang di Kalbar dengan kapasitas olah 1.190 ton tandan buah segar per jam," pungkas Ason.  (phs/Ant)

Komentar (6)

Beri Komentar
  • memet

    memet:

    28 Desember 2010, 19:03:45 WIB

    Jika potensi yang dimiliki oleh daerah begitu besar,tunggu apa lagi.
    Mari kita turunkan modal untuk menggarapnya bersama

  • Jusri Jusuf

    Jusri Jusuf:

    23 Desember 2011, 15:52:34 WIB

    Pembakaran Cangkang Sawit secara langsung ke Boiler sebagai Bahan Bakar menurut saya belum efficient, saya dapat menawarkan pre-treatment technology, yaitu BioCoal Technology, dimana nantinya Moisture Content dapat ditekan dibawah atau sama dengan 3%, Ash Content dibawah 1% dan Calorific Value dapat dinaikkan dengan Factor 1,5.

    Hormat saya,
    Jusri Jusuf

  • Suriswanto

    Suriswanto:

    30 Desember 2011, 17:21:32 WIB

    Sdr. Jusri Jusuf benar, menjadikan cangkang sawit sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik memang bisa, dan telah dilaksanakan di banyak perkebunan sawit di Sumatera. Namun tanpa pengolahan, cangkang sawit yg terbakar masih menyebarkan emisi berupa volatile matters (zat2 berbahaya) seperti CO2, SOx, NOx, dll.

    Di Indonesia ini repotnya, bnyak orang punya modal, tp tdk banyak tertarik pd investasi di bidang energi terbarukan. Sebaliknya ada beberapa kelompok yg sangat ingin dan mampu menyelenggarakan energi terbarukan, tapi kepentok modal.

    Kelompok kami termasuk yg sangat ingin mengembangkan energi terbarukan dengan telah menyiapkan beberapa konsep, baik menggunakan limbah hutan, limbah perkebunan, limbah padat perkotaan (rumah tangga). Dan terus terang kami membutuhkan mitra pemodal. Sebagai operator profesional, kami tau diri, dan hnya meminta bagian kecil dari keuntungan bisnis yg nantinya didapatkan.

    Terimakasih

    Salam
    Suriswanto

  • Suriswanto

    Suriswanto:

    30 Desember 2011, 17:25:36 WIB

    Sdr. Jusri Jusuf benar, menjadikan cangkang sawit sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik memang bisa, dan telah dilaksanakan di banyak perkebunan sawit di Sumatera. Namun tanpa pengolahan, cangkang sawit yg terbakar masih menyebarkan emisi berupa volatile matters (zat2 berbahaya) seperti CO2, SOx, NOx, dll.

    Di Indonesia ini repotnya, bnyak orang punya modal, tp tdk banyak tertarik pd investasi di bidang energi terbarukan. Sebaliknya ada beberapa kelompok yg sangat ingin dan mampu menyelenggarakan energi terbarukan, tapi kepentok modal.

    Kelompok kami termasuk yg sangat ingin mengembangkan energi terbarukan dengan telah menyiapkan beberapa konsep, baik menggunakan limbah hutan, limbah perkebunan, limbah padat perkotaan (rumah tangga). Dan terus terang kami membutuhkan mitra pemodal. Sebagai operator profesional, kami tau diri, dan hnya meminta bagian kecil dari keuntungan bisnis yg nantinya didapatkan.

    Terimakasih

    Salam
    Suriswanto

  • Bambang

    Bambang:

    16 Januari 2012, 07:29:54 WIB

    Iklim di Indonesia kian tidak menentu, bahkan akhir-akhir ini banjir longsor yang diakibatkan oleh besarnya frekwensi curah hujan dimana-mana, hal lebih disebabkan karna pembakaran BBM masih sangat tinggi baik dari Sketor Indistri,Transportasi dan Ketenagalistrikan. Pada Hal di Indonesia Potensi Surya,air, & angin serta geothermal cukup lumayan tetapi program-program pemerintah cendering berjalan di tempat

  • YOYOK RUDIYANTO

    YOYOK RUDIYANTO:

    04 Januari 2013, 04:52:16 WIB

    Energy listrik di Indonesia sngat kurang, Propinsi Jambi jg termasuk kekurangan pasokan energy listrik.. yg mengakibatkan sering matinya listrik baik siang hari ataupun malam hari, kalo pemerintah tanggap dan investor mau kenapa dgn Raw Material yg melimpah Indonesia tidak berbuat......!!!! apa karena belum ada yg berbuat jadi kita harus menunggu sampai ada yg sudh jalan,... baru kita mengikuti..!!! (kebanyakan PKS PKS yg ada di daerah Sumatra dan Kalimantan rata2 Listriknya tidak menggantungkan pada PLN, mereka mengolah sebagian kecil sampahnya utk Listrik.. utk memenuhi kebutuhan PKS dan Perumahan karyawan. kenapa tidak diterapkan untuk daerah2 yg masih kurang listriknya.

Beri Komentar




Security Number