Sintang

KAMIS (31/07/2014):Musim Bupati Sintang Minta Masyarakat Waspada DBD dan Kebakaran *** Program PLTS Untuk Daerah Pedesaan *** Masyarakat Keluhkan Tiket Masuk dan Parkir di Objek wisata Kelam *** Pemprov Kalteng Diminta Lebih Berdayakan PKL *** Kubu Raya Bentuk 10 Tim Inspeksi PNS *** Masyarakat Sambas Masak Nasi Menggunakan Air Parit *** Bupati Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan *** BPBD Kutai Imbau Warga Waspadai Bahaya Kebakaran

Banner
Banner

16 Lokasi Pengembangan Ternak Di Perbatasan Kalbar

Komentar (0)

26 Mei 2013, 08:15:51 WIB oleh Admin | dilihat: 8 kali

Print

Kalimantan Barat - PONTIANAK, (kalimantan-news) - Sebanyak 16 lokasi di perbatasan Indonesia - Malaysia di wilayah Kalimantan Barat menjadi tempat pengembangan peternakan terutama sapi yang melibatkan TNI.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Abdul Manaf Mustafa di Pontianak, Minggu, hal itu sesuai kesepakatan antara Menteri Pertanian dengan Panglima TNI pada tahun 2012 mengenai dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Ia melanjutkan, salah satu isinya mencakup kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayah perbatasan, daerah potensi konflik, daerah bencana, dan pascabencana serta daerah khusus.

"Untuk Kalbar, karena masuk daerah perbatasan," ujar dia. Kegiatan yang akan dilakukan berupa pengembangan usaha budidaya ternak, pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan, serta pengamanan dan pengawasan peredaran produk hewan.

Pada tahun 2012, ada lima lokasi di Kalbar, menjadi pengembangan budidaya ternak potong hasil dari kerja sama tersebut.

Kelima lokasi itu di Kecamatan Seluas dua lokasi yakni untuk kelompok tani Gema Makmur, Desa Sentangau Jaya dan kelompok tani Maju Serempak, Desa Seluas.

Tiga lokasi lain di Kecamatan Jagoi Babang untuk kelompok tani Makmur Abadi, Desa Sekida; kelompok tani Sungai Gare, Desa Jagoi; dan kelompok tani Manah Jaya, Desa Sekida.

"Kelimanya di Kabupaten Bengkayang," ujar dia. Masing-masing kelompok mendapat alokasi Rp250 juta untuk membeli dua sapi jantan dan 25 ekor sapi betina serta sarana penunjang lainnya.

Sedangkan tahun ini, 16 lokasi pengembangan ternak sapi potong di perbatasan itu, enam diantaranya di Kecamatan Jagoi Babang, enam di Kecamatan Sajingan (Kabupaten Sambas) dan empat di Kecamatan Entikong (Kabupaten Sanggau).

Saat ini, tengah dilakukan tahap seleksi lokasi. "Dari dinas, nantinya memberi bimbingan teknis, obat serta penyuluhan," katanya. Sedangkan pihak TNI ikut memberi bimbingan dan pengawasan.

Ia melanjutkan, pelibatan TNI juga untuk mencegah produk ilegal serta mengendalikan hewan menular yang dikhawatirkan masuk melalui wilayah perbatasan.(das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number