Sintang

KAMIS (24/07/2014): (-SINTANG-): 90 Napi Lapas Sintang Dapat Remisi *** Air Kapuas Tak Layak Konsumsi *** Bupati Izinkan Gunakan Mobnas Untuk Mudik *** Kelanjutan Pembangunan Jalan Sungai Ukoi-Tugu Sebeji, Bupati Sarankan Kontraktor Bentuk Tiga Divisi *** DKPK Siaga Kebakaran Dan Sampah *** (-PARIWISATA-): Libur Lebaran, Disbudpar Targetkan Raub Restribusi Rp 60 Juta *** (-SEKADAU-): Bupati Ingatkan Pemudik Cek Kendaraan Sebelum Berangkat *** GKII Daerah Belitang Baru Gelar Rakerda Ke-III *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pulau Larilarian Kembali Masuk Wilayah Kotabaru Kalsel *** (-KALIMANTAN BARAT-): BPN Kubu Raya Kekurangan Juru Ukur *** (-KALIMANTAN TIMUR-): 2.205 Peserta Siap Ikuti UN Paket B

Banner
Banner

Syarat Penerima Hibah TFCA Kalimantan Hendaknya Diperlunak

Komentar (0)

27 Mei 2013, 08:20:53 WIB oleh Admin | dilihat: 7 kali

Print

Kalimantan Barat - PONTIANAK, (kalimantan-news) - Yayasan Kehati dan WWF - Indonesia diminta untuk memperlunak persyaratan untuk mendapatkan dana hibah dalam program Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan terutama menyangkut rekam jejak organisasi calon penerima.

Menurut Syamsuri dari Forum Konservasi Orangutan Kalimantan Barat, saat dihubungi di Pontianak, Senin mengatakan, saat ini banyak organisasi yang baru bermunculan di bidang terkait.

"Tetapi pengurus dan anggotanya adalah orang-orang yang berpengalaman menjalankan program," ujar dia.

Ia berharap, ada sedikit kelonggaran melalui berbagai strategi agar hibah dapat terserap dengan baik.

Salah satu poin yang dianggap memberatkan dari hibah tersebut adalah organisasi penerima dana program minimal telah berpengalaman selamat tiga tahun.

Pihak Yayasan Kehati dan WWF-Indonesia berlaku sebagai administrator program.

Opsi lain adalah persyaratan alternatif yang lebih ringan dan bisa dicerna oleh calon penerima dana hibah.

TFCA Kalimantan adalah program kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat yang bermitra dengan TNC dan WWF-Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari skema pengalihan utang untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, mendorong upaya konservasi keanekaragaman hayati, dan pemanfaatan lestari sumber daya alam, serta mengurangi emisi jangka panjang.

Deputy Director Social Development WWF-Indonesia, Christina menjelaskan, persyaratan tersebut menjadi jaminan agar pelaksanaannya transparan.

Namun ia menegaskan, yang terpenting adalah ide yang akan dikerjakan dalam program itu.

Ia meminta agar setiap pengusul jangan khawatir dengan persyaratan tersebut. "Kirim saja," kata dia.

Sementara Puspa Dewi Liman dari Yayasan Kehati mengakui ada yang harus diperhatikan administrator terkait penyerapan penerima dana hibah ini. "Misalnya tentang jaminan terselenggaranya program yang diajukan, ini masih bisa dibahas," katanya. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number