Sintang

RABU (23/04/2014): (-SINTANG-): Polres Sintang Kerahkan Anggota Pengamanan Pemilu Ulang di Kayan Hulu dan Ketungau Hulu *** Pemilik Rumah Libas Pencuri Hingga Tewas *** (-PARIWISATA-): Air Terjun Gurong Sumpit Jadi Wisata Alternatif *** (-KALIMANTAN BARAT-): Kubu Raya Gelar Raker Tingkatkan Layanan Kesehatan *** Singkawang Miliki Sekolah Negeri Berkonsep Sekolah Alam *** Kerajinan Barang Bekas Siswa Diminati Warga Asing *** (-PEMILU-): PDIP Masih Kuasai Kursi Dewan Sekadau *** KPU Kalbar Siap Gelar Pleno Hasil Pemilu *** Kapolres: Komisioner Akui Terima Uang Dari Caleg *** (-PARLEMEN-): Legislator : Perbatasan Masih Minim Perhatian Pemerintah *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Yayasan Bosf Perlu Rp26 Miliar Untuk Orangutan *** (-EKONOMI-): Pemprov Kaltim Dukung Kinerja UMKM Dan Koperasi *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Pemkab Barito Utara Gelar Operasi Katarak Gratis *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Berharap Pengawas Ujian Nasional Tidak Arogan *** Pelaksanaan UN SLTP Sederajat Dimajukan Setengah Jam

Banner
Banner

Syarat Penerima Hibah TFCA Kalimantan Hendaknya Diperlunak

Komentar (0)

27 Mei 2013, 08:20:53 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat - PONTIANAK, (kalimantan-news) - Yayasan Kehati dan WWF - Indonesia diminta untuk memperlunak persyaratan untuk mendapatkan dana hibah dalam program Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan terutama menyangkut rekam jejak organisasi calon penerima.

Menurut Syamsuri dari Forum Konservasi Orangutan Kalimantan Barat, saat dihubungi di Pontianak, Senin mengatakan, saat ini banyak organisasi yang baru bermunculan di bidang terkait.

"Tetapi pengurus dan anggotanya adalah orang-orang yang berpengalaman menjalankan program," ujar dia.

Ia berharap, ada sedikit kelonggaran melalui berbagai strategi agar hibah dapat terserap dengan baik.

Salah satu poin yang dianggap memberatkan dari hibah tersebut adalah organisasi penerima dana program minimal telah berpengalaman selamat tiga tahun.

Pihak Yayasan Kehati dan WWF-Indonesia berlaku sebagai administrator program.

Opsi lain adalah persyaratan alternatif yang lebih ringan dan bisa dicerna oleh calon penerima dana hibah.

TFCA Kalimantan adalah program kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat yang bermitra dengan TNC dan WWF-Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari skema pengalihan utang untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, mendorong upaya konservasi keanekaragaman hayati, dan pemanfaatan lestari sumber daya alam, serta mengurangi emisi jangka panjang.

Deputy Director Social Development WWF-Indonesia, Christina menjelaskan, persyaratan tersebut menjadi jaminan agar pelaksanaannya transparan.

Namun ia menegaskan, yang terpenting adalah ide yang akan dikerjakan dalam program itu.

Ia meminta agar setiap pengusul jangan khawatir dengan persyaratan tersebut. "Kirim saja," kata dia.

Sementara Puspa Dewi Liman dari Yayasan Kehati mengakui ada yang harus diperhatikan administrator terkait penyerapan penerima dana hibah ini. "Misalnya tentang jaminan terselenggaranya program yang diajukan, ini masih bisa dibahas," katanya. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number