Sintang

SELASA (16/09/2014):(-SEKADAU-): Pemkab Harap Damkar Baru Bermanfaat untuk Masyarakat *** Bupati Didaulat Mengujicoba Mobil Damkar *** Permohonan AK 1 Membludak, Mayoritas Pelamar CPNS

Banner
Banner

Jalan Menuju Sangku Kabupaten landak Rusak Parah

Komentar (0)

20 November 2010, 14:08:25 WIB oleh Admin | dilihat: 44 kali

Print
Jalan Menuju Sangku Kabupaten landak Rusak Parah

Kalimantan Barat-LANDAK, (kalimantan-news) - Jalan dari simpang Desa Tubang Raeng Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat menuju Desa Sangku sepanjang 25 kilometer rusak parah akibat kurang bagusnya kualitas pengerjaan serta tonase kendaraan melebihi daya mampu jalan.

"Kami sudah sangat resah dengan kerusakan jalan tersebut. Apalagi saat musim hujan lobang-lobang di jalan itu berisi air lumpur dan membahayakan bagi pengguna jalan," ujar warga Dusun Karangan Mas Desa Tubang Raeng, Suni di Ngabang, Jumat (19/11/2010).

Warga menuding kerusakan jalan sejak 2008 lalu tersebut diakibatkan sering masuknya kendaraan truk yang membawa muatan melebihi kapasitas. Dalam arti kata, beban yang dibawa truk tersebut tidak sesuai dengan kelas jalan.

"Inilah yang sering merusak jalan. Belum lagi ditambah zonder milik perusahaan perkebunan sawit yang lalu lalang di ruas jalan tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan keberadaan perusahaan perkebunan itu telah memberikan kontribusi bagi warga namun tidak banyak sementara jalan yang rusak sangat mengganggu mobilitas mereka.

Suni mempertanyakan pengaspalan yang dilakukan terhadap jalan tersebut. Sebab sebelumnya direncanakan pengaspalan tersebut akan dilakukan sepanjang 6 Km. Tapi pada kenyataannya hanya diaspal sepanjang 2 Km saja.

"Jadi pengaspalan ini tidak sampai ke Dusun kami. Padahal ruas jalan di Dusun inilah yang rusaknya paling parah. Saya dapat informasi katanya 4 Km lagi dialihkan untuk mengaspal ruas jalan Desa Ambarang Kecamatan Ngabang. Nah, mengapa bisa demikian," tanyanya.

Sementara itu Kades Pawis Hilir Petrus Apit yang Desanyapun berada disepanjang ruas jalan menuju Sangku mengatakan masyarakat di Desanya sering melakukan gotongroyong sebanyak satu bulan dua kali untuk mencegah kerusakan jalan.

"Jadi kalau ada genangan air ditengah jalan, kita membuang air tersebut dengan membuat saluran. Kadang-kadangpun ada kontribusi dari perusahaan perkebunan sawit untuk perawatan jalan tersebut," ujarnya. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number