Sintang

RABU (22/10/2014): (-SINTANG-): Bupati Sintang: Budayakan Pol Hidup Sehat *** (-KALBAR-): Puskesmas Tebas Terbaik Di Kabupaten Sambas *** (-KALTIM-): Haji - 355 Jamaah Haji Samarinda Tiba Rabu *** (-KALTENG-): 20 Peserta Tes Seleksi CPNS Seruyan Mundur *** (-KALSEL-): Dinas Pendidikan Balangan Mengusulkan Penutupan Enam Sekolah

Banner
Banner

Masyarakat Diminta Kontribusi Pemikiran Jaminan Sosial Kesehatan

Komentar (0)

27 Juni 2013, 06:16:57 WIB oleh Admin | dilihat: 29 kali

Print

Kalimantan Tengah - PALANGKA RAYA, (kalimantan-news) - Pemerintah bersama akademisi, organisasi profesi dan masyarakat diminta proaktif memberi kontribusi pemikiran untuk mempercepat persiapan implementasi badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan dan di bidang ketenagakerjaan.

Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Dr Chazali H Situmorang di Palangka Raya, Rabu mengatakan bahwa pemerintah bersama DPR memberi perhatian dan komitmen yang tinggi terhadap implementasi sistem jaminan sosial nasional (SJSN) di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Chazali Situmorang dalam sambutan tertulis yang dibacakan anggota DJSN Ir Tianggur Sinaga pada �Diseminasi Sistem Jaminan Sosial Nasional 2013 di Palangka Raya yang dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Ir H Achmad Diran.

Oleh karena itu, pemangku kepentingan terkait, baik pemerintah pusat dan daerah, perwakilan organisasi pekerja dan pemberi kerja, organisasi profesi dan akademisi diharapkan ikut memberi kontribusi pemikiran untuk mempercepat persiapan implementasi BPJS tersebut.

Chazali Situmorang mengatakan, perjalanan reformasi program jaminan sosial yang dibarengi penataan dengan kelembagaan SJSN di Indonesia telah dimulai sejak terbitnya Undang-Undang (UU) No.40/2004 tentang SJSN, dan disusul UU No.24/2011 tentang BPJS.

UU tersebut menetapkan pembentukan dua BPJS sebagai badan hukum publik yang diamantkan untuk menyelenggarakan program jaminan sosial, yaitu BPJS Kesehatan merupakan transformasi dari PT Askes (Persero) dan BPJS Ketenagakerjaan transformasi dari PT Jamsosten (Persero).

BPJS Kesehatan akan menyelenggarakan program jaminan kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan akan menyelenggarakan program jaminan sosial kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kematian, kata Chazali pada acara yang juga dihadiri Kepala PT Jamsostek Cabang Palangka Raya Didi Sumardi.

Transformasi BPJS Kesehatan dikawal dengan peta jalan jaminan kesehatan nasional yang telah diluncurkan pada November 2012, sedangkan trasformasi BPJS Ketenagakerjaan dikawal dengan peta jalan penyelenggaraan jaminan sosial bidang ketenagakerjaan yang penyusunannya diharapkan selesai 2013.

UU BPJS mengamanatkan dua BPJS tersebut akan ditetapkan per 1 Januari 2014. Tenggat waktu semakin dekat, sejumlah peraturan perundang-undangan harus disiapkan agar kedua BPJS tersebut dapat beroperasi dengan kaidah-kaidah dan pengaturan yang sudah digariskan sebelumnya.

�Selain aspek legal, kita juga perlu menyiapkan pra kondisi penyelenggaraan SJSN tersebut seperti sistem informasi, fasilitas pelayanan, sumber daya manusia, dan sistem akuntansi,� katanya pada acara yang dihadiri pejabat instansi terkait di provinsi �Bumi Tambun Bungai� itu.

Khususnya BPJS Kesehatan yang beroperasi pada 1 Januari 2014, merupakan badan penyelenggara program jaminan kesehatan dengan akumulasi kepesertaan program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), program asuransi sosial PT Askes, program jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) PT Jamsostek, dan program pelayanan kesehatan TNI/Polri.

Seiring dengan berbagai progress tersebut diperlukan strategi sosialisasi (social marketing) yang secara efektif menembus seluruh segmen masyarakat. Sosialisasi ini bisa dilakukan melalui media cetak dan elektronik, dan forum komunikasi SJSN, demikian Chazali H Situmorang. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number