Sintang

SENIN (28/07/2014): Bupati Sintang Melepas Takbir Keliling *** Kebakaran Hutan Jadi Tontonan Warga *** Sehari Menjelang Labaran Harga Daging Sapi Di Sintang Tembus Rp 200 Ribu/Kg *** (-SPORT-): Dua Atlet anggar Sintang akan berlaga pada Sea Games 2018 *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Muslim Kalsel Do'akan Keselamatan Palestina *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Trans Kalimantan Poros Selatan Masih Ramai Pemudik *** (-KALIMANTAN BARAT-): Ziarah Kubur Warnai Lebaran Pertama Di Sambas *** Pembangunan Masjid Mujahidin Pontianak Capai 75 Persen *** Khatib Mengajak Umat Islam Jaga Fitrah *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Kebakaran Hanguskan 54 Rumah Di Kutai *** Wali Kota Balikpapan : Mari Kembali Jalin Persatuan

Banner
Banner

Pemprov Tambah Modal Dua PDAM Di Kalsel

Komentar (0)

01 Agustus 2013, 11:00:54 WIB oleh Admin | dilihat: 9 kali

Print

Kalimantan Selatan - BANJARMASIN, (kalimantan-news) - Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin mengungkapkan, pemerintah provinsi setempat menambah penyertaan modal sebesar Rp25 miliar kepada dua Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di provinsinya.

Kedua PDAM tersebut, yaitu PDAM Bandarmasih milik Pemko Banjarmasin dan PDAM Intan Banjar, Kabupaten Banjar, Kalsel, ungkapnya pada rapat paripurna DPRD provinsi itu, yang dipimpin ketuanya Nasib Alamsyah, di Banjarmasin, Kamis.

Penambahan penyertaan modal sebesar Rp25 miliar dari Pemprov kepada dua PDAM itu, untuk PDAM Bandarmasih milik pemerintan Kota Banjarmasin (Pemko) Rp15 miliar dan PDAM Intan Banjar milik Pemkab Banjar Rp10 miliar.

Orang nomor satu di jajaran Pemprov tersebut menerangkan, khusus untuk PDAM Bandarmasih, penambahan penyertaan modal kali ini lebih ditujukan untuk membantu perusahaan itu dalam memindah pipa induk yang terkena dampak pembangunan "flyover" (jembatan layang) Banjarmasin.

"Sebab bila pemindahan pipa induk tersebut tidak dilakukan akan mengakibatkan terganggunya pelayanan air bersih bagi seluruh warta Kota Banjarmasin. Hal tersebut tentunya bukan kita inginkan," ujarnya.

"Pembangunan flyover merupakan program Pemprov yang didanai dari APBN, sehingga ketika pembangunan tersebut membawa dampak, selayaknya pula Pemprov ikut andil dalam penyelesaian masalah itu," lanjutnya.

Ia menerangkan, berdasarkan kajian, untuk pemindahan pipa (jaringan) PDAM Bandarmasih itu memerlukan biaya yang tidak sedikit, yaitu mencapai Rp15 miliar.

"Oleh Karena itu, diperlukan penyertaan modal dari Pemprov guna pembiayaan pengalihan pipa PDAM Bandarmasin tersebut," lanjut Gubernur Kalsel dua periode itu.

Sedangkan penambahan penyertaan modal dari Pemprov kepada PDAM Intan Banjar tersebut, antara lain untuk menambah jaringan instalasi guna peningkatan pelayanan air bersih, terutama dari segi cakupan.

"Apalagi PDAM Intan Banjar melayani kebutuhan akan air bersih bagi penduduk Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar," demikian Rudy Ariffin. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number