Sintang

SABTU (19/04/2014): (-SINTANG-): Bawa Senjata Tajam Saat Pleno di KPU Dua Orang di gelandang ke Mapolres *** Rayakan Paskah, Jemaat GKII Gracia Kunjungi STTI Kelansam

Banner
Banner

Gunung Mas Ukir Sejarah Di Kalteng

Komentar (0)

26 Agustus 2013, 12:26:31 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Tengah - GUNUNG MAS, (kalimantan-news) - Ketika ratusan pimpinan pemerintahan di Indonesia, termasuk Pemerintah di Provinsi Kalimantan Tengah ingin meraih opini wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan, Kabupaten Gunung Mas mampu mengukir sejarah di provinsi tersebut.

Prestasi dalam bentuk opisi WTP yang diberikan BPK kepada pemerintah kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia merupakan salah satu indikator bahwa pengelolaan keuangan pembangunan dan aset yang dilaksanakan pemerintah di suatu daerah sudah berjalan baik tanpa cela.

Jika ada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang belum mendapat opini WTP tentu masih harus kerja keras karena ada catatan yang diberikan BPK tersebut, yang sesunggunya menjadi cermin bagi perbaikan pengelolaan keuangan di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalteng menjadi daerah pertama di Provinsi yang dijuluki Bumi Tambun Bungai itu meraih opini WTP dari BPK setelah hasil laporan keuangan diserahkan anggota BPK Koordinator Wilayah VI, DR Rizal Jalil.

Gunung Mas menjadi kabupaten pertama di Kalteng yang meraih opini WTP, kata Rizal Jalil usai menanda tangani penyerahan hasil audit pengelolaan keuangan Pemkab Gunung Mas dalam sidang paripurna istimewa DPRD setempat di Kuala Kurun.

Rizal Jalil mengatakan, pemerintah bersama DPRD dan pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Gunung Mas telah berupaya maksimal dalam pengelolaan anggaran pembangunan, sehingga mendapat opini WTP dari BPK 2013 hasil kerja keras tahun 2012.

Keberhasilan memperoleh WTP itu sesungguhnya merupakan hasil kerja keras pemerintah, Kepala dan pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) karena sebelumnya dua tahun berturut-turun (2010 dan 2011), Kabupaten Gunung Mas mendapat opini WDP.

Rizal Jalil mengatakan, pengelolaan keuangan yang dilakukan pemerintah hendaknya lebih mengarah pada upaya meningkatkan belanja modal karena itu untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan berbagai sektor.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia tidak keliru manakala langkah memperbesar belanja modal bagi pembangunan kesejhateraan dan kemakmuran rakyat dibandingkan belanja pegawai dan belanja lainnya di setiap daerah.

Semua itu tergantung kebijakan pimpinan daerah, Gubernur dan Bupati/Wali Kota bersama lembaga legislatif yang justru ikut mendorong keberhasilan pembangunan di suatu daerah. Kerja sama untuk mencapai keberhasilan diperlukan bagi kemakmuran rakyat.

"Kerja sama ini sesuai dengan Undang-Undang (UU) No.32/2004 tentang Otonomi Daerah bahwa pemerintahan itu adalah eksekutif dan legislatif. Ini kami yang lakukan di Gunung Mas, sehingga kami dapat meraih opini WTP dari BPK," kata Wakil Ketua DPRD Andar Ardie.

Sebagai anggota legislatif selalu memberi saran kepada pimpinan SKPD jika ditemukan indikasi keliru ketika dilakukan kunjungan ke suatu daerah. Dengan demikian, kebersamaan menjadi kunci mencapai keberhasilan yang hari ini menjadi kenyataan (WTP), katanya.

"Apa yang hari ini dicapai Kabupaten Gunung Mas, hendaknya 13 Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Kalteng bisa mendapatkannya," kata Rizal Jalil dan menambahkan, belanja pegawai, belanja modal, dan realisasi penerimaan asli daerah (PAD) dinilai sangat logis.

Dari total pendapatan sekitar Rp566,860 miliar, pemerintah Kabupaten Gunung Mas yang dipimpin Bupati Hambit Bintik itu dinilai belanja pegawai yang tercatat 44,48 persen dan belanja modal sekitar 30 persen lebih tersebut dapat diwujudkan selama tahun anggaran 2012.

"Kami mengharapkan belanja pegawai lebih proporsional dan belanja modal dapat ditingkatkan pada masa mendatang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," kata Rizal Jalil pada acara yang juga dihadiri pimpinan partai politik, tokoh agama dan tokoh adat tersebut.

Ikhlas Tokoh adat Gunung Mas Hambit Bintih menyatakan bersyukur atas keberhasilan semua pejabat yang bertugas di daerah pemekaran dari Kabupaten induk Kapuas ini merupakan kerja keras, dan kerja sama ikhlas semua pihak berkompeten di daerah tersebut.

Apa yang terjadi hari ini (penyerahan opini WTP) dari BPK sebagai hasil kerja keras, dan kerja sama sehingga hasil audit laporan keuangan yang dilakukan BPK tahun anggaran 2012 menjadi sebuah hasil baik dan membanggakan seluruh masyarakat Gunung Mas.

"Semua ini merupakan hasil kerja keras kita bersama, pemerintah dan seluruh anggota DPRD yang ikut mendorong keberhasilan meraih prestasi tersebut. Mari kita tingkatkan kinerja untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik," katanya.

Keberhasilan yang dicapai pemerintah Kabupaten Gunung Mas atas kerja keras sepanjang tahun 2012 itu bukan tanpa kendala, namun semuanya dapat diminimalisir dengan kerja keras dan kerja ikhlas dari semua pejabat dan pegawai yang bertugas di daerah tersebut.

Sebetulnya ada sepuluh kendala yang dihadapi pemerintah kabupaten Gunung Mas, namun daerah yang dipimpin pasangan Bupati Hambit Bintih-Arton S Dohong berhasil meraih opini WTP setelah audit hasil laporan keuangan tahun anggaran 2012 oleh BPK.

Tiga dari sepuluh kendala yang dihadapi pemerintah Kabupaten Gunung Mas itu akan segera teratasi karena anggota BPK DR Rizal Jalil mengatakan akan mendorong dan mencari solusi terkait masalah yang disampaikan pelaksana tugas (Plt) Bupati Ir Kamiar.

"Bidang pendidikan, kesehatan, dan tenaga keuangan akan kami dorong untuk mengatasi kendala seperti yang dilaporkan Pelaksana Tugas Bupati Kamiar," kata Rizal Jalil saat memberi sambutan pada penyerahan hasil audit laporan keuangan Pemkab Gunung Mas.

Pada sidang paripurna istimewa, Plt Bupati Gunung Mas Ir Kamiar mengatakan, kendala yang dihadapi Kabupaten pemekaran sekitar 11 tahun silam tersebut adalah kekurangan pegawai, baik dari sisi jumlah maupun kualitas sumber daya aparaturnya.

"Kami juga masih kekurangan tenaga pendidik, baik kuantitas maupun kualitas di berbaga jenjang pendidikan. Kekurangan sarana dan prasarana serta sangat kekurangan tenaga kesehatan, baik paramedis dokter umum maupun dokter spesialis," katanya.

Kekurangan energi Dia mengatakan, dalam master plan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) Kalteng diproyeksikan sebagai lumbung energy, namun faktarnya sampai sekarang masih kekurangan energy listrik dengan rasio elektrifikasi masih sekitar 30 persen.

Sebagian besar masyarakat Kabupaten Gunung Mas nyaris tidak menikmati sumsidi bahan bakar minyak (BBM) karena baru satu unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dibangun, sedangkan menurut prediksi memadai tiga SPBU dibangun di daerah tersebut.

"APBD kami masih sangat kecil Rp700 miliar lebih, dengan penerimaan asli daerah (PAD) ditargetkan sekitar Rp36 miliar. Sebagai kabupaten baru, kami memerlukan dana besar bagi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, air bersih, irigasi, pendidikan, kesehatan, dan pertanian," katanya.

Jalan nasional yang panjangnya mencapai 250 Km sebagian besar dalam kondisi memprihatinkan, sementara anggaran dari APBN yang dikucurkan setiap tahun masih jauh dari yang diharapkan. Sebagian besar kondisi jalan nasional memerlukan penangan di masa mendatang, ujarnya.

Selain itu, pembangunan bandara Sangkalemu Kuala Kurun dinilai penting karena saat ini panjang RunWay hanya sekitar 1.300 meter, tambah Kamiar pada acara yang dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) tersebut.

"Jumlah auditor kami yang bertugas di Inspektorat Kabupaten Gunung Mas masih sangat minim. Ini diharapkan dapat ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya dalam upaya melaksanakan audit terhadap pengelolaan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) secara profesional," katanya.

BPK akan mendorong pemerintah mengatasi permasalahan itu, terutama tenaga kerja di bidang pendidikan, tenaga kesehatan dan tenaga auditor yang terkait erat dengan pengelolaan keuangan, sehingga Kabupaten Gunung Mas dapat mengukirsejarah baru pada 2013. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number