Sintang

KAMIS (24/04/2014): (-PARLEMEN-): DPRD Kalsel Rekomendasikan Pemprov Tambah Rumah Sakit *** DPRD Minta Pemprov Kalsel Selesaikan Masalah Perbatasan *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Daerah Diminta Konsisten Lindungi Lahan Pertanian *** Tabalong Kembangkan Budi Daya Padi Metode Sri *** (-KALIMANTAN TENGAH-): PWI Kalteng Gelar Pelatihan Teknologi Informatika *** Bupati Percayakan Pembahasan Provinsi Kotawaringin Ke Tim *** Perwakilan Mahasiswa Se-Kalteng Desak Penyelesaian Sengketa Lahan *** (-SPORT-): Persiapan Porprov Bikin KONI Kaltim "Galau" *** (-KALIMANTAN UTARA-): Malaysia Pulangkan 97 TKI Bermasalah Via Nunukan *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Bupati: PDAM Harus Sigap Respon Keluhan Pelanggan *** (-KALIMANTAN BARAT-): Pontianak Wakili Kalbar Ke Fasi Nasional *** Mahasiswa UPN Akan KKN Di Perbatasan Entikong *** (-EKONOMI-): Pemkot Pontianak Berencana Perluas Pelabuhan Senghie *** (-PEMILU-): Polisi Tetapkan Komisioner KPU Kutai Timur Tersangka *** Rapat Pleno KPU Provinsi Kalbar Dihentikan Sementara

Banner
Banner

Polda Kalbar Pecat Polisi Pelaku Pembunuhan

Komentar (0)

25 November 2010, 14:08:16 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kalbar AKBP Subnedih memastikan bahwa pimpinan Polri akan memberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat terhadap Briptu Za (29) yang terlibat kasus pembunuhan.

"Kami pastikan Za dijatuhi sanksi PTDH setelah ada putusan hukum yang berkekuatan tetap dari pengadilan bahwa dia pelaku pembunuhan yang salah satu korbannya pamannya sendiri," kata Subnedih di Pontianak, Rabu (24/11/2010).

Ia menjelaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap anggota yang terbukti melakukan tindak pidana, apalagi tindak pidana berat seperti terlibat pembunuhan berencana tersebut.

"Anggota terlibat pidana berat selain dihukum pidana seperti masyarakat umumnya, juga mendapat sanksi pelanggaran profesi dan kode etik kepolisian berupa PTDH," ujarnya.

Za melakukan pembunuhan pada Rabu (29/9) di Dusun Kamaroto, Desa Sebadu, Kacamatan Mandor, Kabupaten Landak terhadap dua orang rekan bisnisnya yang salah satunya pamannya sendiri.

Kasus itu terungkap setelah ada laporan dari masyarakat setempat yang mencurigai ada perkelahian dalam sebuah mobil yang ditumpangi pelaku dan korban pembunuhan dan melaporkan ke Kapolres Landak melalui pesan singkat.

Menurut data Polres Sekadau, Briptu Za baru bertugas di polres itu dan jarang masuk kantor.

AKBP Subnedih juga mengemukakan bahwa pihaknya juga merekomendasikan tujuh anggota Polda kepada Kapolda setempat agar diberikan sanksi PTDH karena dianggap sudah tidak layak lagi menjadi anggota polri.

Mereka melanggar ketentuan disiplin, kode etik dan melakukan tindak pidana.

Sebelumnya, Kapolda Kalbar Brigadir Jenderal Pol Sukrawardi Dahlan mengatakan bahwa pihaknya tidak pandang bulu dalam memberikan hukuman bagi anggota polri yang terbukti melakukan tindak pidana umum. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number