Sintang

SELASA (30/09/2014): (-SINTANG-): Warga Pertanyakan Marka Jalan Yang Pudar *** Siswi MAN Sintang Terseret Arus Sungai Melawi *** (-SANGGAU-): TIM PKK Sanggau Juara Memasak Tingkat Nasional *** (-KALBAR-): Bidan Diminta Mengedepankan Konseling Dalam Melayani KB *** (-KALTIM-): Kampung Terpencil Mahakam Ulu Nikmati Listrik PNPM *** Pemkab Penajam Bentuk Tim Pemeriksaan Hewan Kurban *** (-KALTENG-): Sekolah Di Barsel Belum Terima Buku Kurikulum *** Tokoh Dayak Berkumpul Peringati "Tumbang Anoi" *** Jarak Pandang Hanya 30 Meter Akibat Asap *** (-KALSEL-): Pemkab Banjar Jadwalkan Razia KTP

Banner
Banner

Polda Kalbar Pecat Polisi Pelaku Pembunuhan

Komentar (0)

25 November 2010, 14:08:16 WIB oleh Admin | dilihat: 31 kali

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kalbar AKBP Subnedih memastikan bahwa pimpinan Polri akan memberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat terhadap Briptu Za (29) yang terlibat kasus pembunuhan.

"Kami pastikan Za dijatuhi sanksi PTDH setelah ada putusan hukum yang berkekuatan tetap dari pengadilan bahwa dia pelaku pembunuhan yang salah satu korbannya pamannya sendiri," kata Subnedih di Pontianak, Rabu (24/11/2010).

Ia menjelaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap anggota yang terbukti melakukan tindak pidana, apalagi tindak pidana berat seperti terlibat pembunuhan berencana tersebut.

"Anggota terlibat pidana berat selain dihukum pidana seperti masyarakat umumnya, juga mendapat sanksi pelanggaran profesi dan kode etik kepolisian berupa PTDH," ujarnya.

Za melakukan pembunuhan pada Rabu (29/9) di Dusun Kamaroto, Desa Sebadu, Kacamatan Mandor, Kabupaten Landak terhadap dua orang rekan bisnisnya yang salah satunya pamannya sendiri.

Kasus itu terungkap setelah ada laporan dari masyarakat setempat yang mencurigai ada perkelahian dalam sebuah mobil yang ditumpangi pelaku dan korban pembunuhan dan melaporkan ke Kapolres Landak melalui pesan singkat.

Menurut data Polres Sekadau, Briptu Za baru bertugas di polres itu dan jarang masuk kantor.

AKBP Subnedih juga mengemukakan bahwa pihaknya juga merekomendasikan tujuh anggota Polda kepada Kapolda setempat agar diberikan sanksi PTDH karena dianggap sudah tidak layak lagi menjadi anggota polri.

Mereka melanggar ketentuan disiplin, kode etik dan melakukan tindak pidana.

Sebelumnya, Kapolda Kalbar Brigadir Jenderal Pol Sukrawardi Dahlan mengatakan bahwa pihaknya tidak pandang bulu dalam memberikan hukuman bagi anggota polri yang terbukti melakukan tindak pidana umum. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number