Sintang

KAMIS (24/07/2014): (-SINTANG-): 90 Napi Lapas Sintang Dapat Remisi *** Air Kapuas Tak Layak Konsumsi *** Bupati Izinkan Gunakan Mobnas Untuk Mudik *** Kelanjutan Pembangunan Jalan Sungai Ukoi-Tugu Sebeji, Bupati Sarankan Kontraktor Bentuk Tiga Divisi *** DKPK Siaga Kebakaran Dan Sampah *** (-PARIWISATA-): Libur Lebaran, Disbudpar Targetkan Raub Restribusi Rp 60 Juta *** (-SEKADAU-): Bupati Ingatkan Pemudik Cek Kendaraan Sebelum Berangkat *** GKII Daerah Belitang Baru Gelar Rakerda Ke-III *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pulau Larilarian Kembali Masuk Wilayah Kotabaru Kalsel *** (-KALIMANTAN BARAT-): BPN Kubu Raya Kekurangan Juru Ukur *** (-KALIMANTAN TIMUR-): 2.205 Peserta Siap Ikuti UN Paket B

Banner
Banner

Limbah PT BHL Positif Cemari Sungai Bamban

Komentar (1)

26 November 2010, 05:58:30 WIB oleh Admin | dilihat: 16 kali

Print

Kalimantan Tengah-SAMPIT (kalimantan-news) - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyatakan limbah pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT Bumi Hutani Lestari (BHL) positif mencemari sungai Bamban.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium air sungai Bamban di Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur telah positif tercemar," kata Kepala BLH Kotawaringin Timur, Abdul Gafar, di Sampit, Kamis.

Pencemaran terjadi bermula ketika kolam I penampungan limbah parik pengolahan kelapa sawit milik PT BHL pada 16 Oktober 2010 lalu bocor dan mengalir ke sungai Bamban.

Menurut Gafar, pihak BLH Kotawaringin Timur sendiri turun kelapangan pada Kamis (11/11) untuk mengambil contoh air sungai Bamban yang tercemar guna dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Pengumuman hasil tingkat pencemaran lingkungan bukan menjadi wewenang BLH Kotawaringin Timur, katanya, yang berhak mengumumkan hasil pemerikaan laboratorium adalah BLH provinsi Kalteng.

Karena yang mengeluarkan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) PT BHL adalah pihak BLH provinsi Kalteng maka yang berhak mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium juga BLH provinsi Kalteng.

"Seluruh laporan hasil pemeriksaan laboratorium telah kami serahkan ke BLH provinsi Kalteng dan tugas kami hanya sampai disitu," katanya.

Sementara Anggota Dewan Nasional Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nordin mengatakan, pihak BLH provinsi Kalteng harus mengumumkan hasil uji laboratorium ke masyarakat luas terutama kepada warga yang berada di sekitar lokasi pencemaran.

"Bukti pencemaran lingkungan sekarang sudah ada maka pelaku pencemaran telah melanggar undang-Undang 32 tahun 2009, dengan denda sebesar Rp500 juta dan hukuman minimal satu tahun kurungan penjara serta pencabutan ijin yang dikantongi PT BHL," katanya.

Meski pencemaran sungai Bamban sudah terjadi lama dan mungkin saat ini tingkat pencemarannya telah berkurang namun dampak yang ditumbulkan tidak akan hilang dengan begitu saja untuk itu proses hukum pencemaran lingkungan harus tetap dilakukan.

Pencemaran lingkungan yang dilakukan PT BHL bisa dikategorikan sebagai kriminal lingkungan, bahkan mereka juga telah melanggar Undang-Undang 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup dan harus ditindak dengan tegas, kata Nordin.(das/ant)

Komentar (1)

Beri Komentar
  • Cias popo

    Cias popo:

    23 Februari 2013, 08:36:27 WIB

    Kenapa tidak ada tindakan lanjut masalah limbah PT.BHL dari pemerintah atau kami dari pihak masyarakat tes lagi kadar airnya, jika terbukti terjadi pencemaran kami masyarakat akan turun lapangan.

Beri Komentar




Security Number