Sintang

Banner
Banner

Produksi Padi Sri Bengalon Hasilkan 7 Ton/Hektare

Komentar (0)

09 Oktober 2013, 13:07:33 WIB oleh Admin | dilihat: 541 kali

Print

Kalimantan Timur - KUTAI TIMUR, (kalimantan-news) - Program pengembangan padi dengan metode System of Rise Intensification (SRI) yang dilakukan Kelompok tani didesa Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur Kaltim mampu menghasilkan 7 ton gabah basah per hektare (ha).

Ketua Kelompok Tani Suka Sejahtera Sepaso Selatan, Sutani mengatakan, sebelum mengembangkan metode SRI, petani hanya bisa mendapatkan paling tinggi 3,5 tonm per hektare (ha), namun dengan metode SIR justru meningkat menjadi 7 ton per hektare (ha).

"Ternyata menggunaka metode SRI produksi padi petani meningkat 50 persen dari sebelumnya hanya 3,5 ton per hektare menjadi 7 ton gabah basah per hektarenya." kata Sutami, rabu.

Menurut Ketua Kelompok Tani Suka Sejahtera, penikngkatan hasil padi sawah para anggota kelompoknya diketahui ketika panen raya akhir Sepetmber 2013 lalu.

Ia mengatakan, keuntungan petani didalam mengembangkan metode SRI ini, karena, waktunya juga lebih singkat hanya tiga bulan, sedangkan kalau padi yang tidak menggunakanmetode SRI bisa memakan waktu 5 bulan baru panen.

`Keunggulan dan keuntungan dari metode SRI ini adalah petani bisa melakukan panen setiap tiga bulan�kata Sutami dengan penuh semangat. .

Panen kali ini, kata dia, melibatkan dua kelompok Tani Suka Sejahtera dan Suka Makmur dengan laus lahan garapan seluas 50 hektar (ha) atau sekitar 35 persen luas lahan sawah yang ada di DesaSepaso Selatan dengan luas lahan 150 hektar (ha) dengan jumlah anggota sebanyak 70 Kepala Keluarga (KK).

Para petani berharap agar metode ini tidak saja dikembangkan oleh kelompok tani di Bengalon, namun juga dapat dikembangkan oleh kelompok tani lain di Kutai Timur, sehingga kedepan, Kutai Timur tidak lagi bergantung dengan pasokan beras dari luar pula Kalimantan Timur.

Kalau ini benar-benar siseriusi oleh pemerintah daerah, terutama Dinas terkait dengan maka ketergantungan beras daerah lain akan berakhir. Karena kalau petani didukung pemerintah, maka tentu saja semangat akan lebih tinggi juga.

Dan keberhasilan program pengembangan metode SRI di Sepaso Bengalon ini, tidak terlepas dari dukungan dan kontribusdi berbagai pihak, seperti Pemerintah Daerah dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Bengalon dan sekitarnya. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number