Sintang

KAMIS (24/04/2014): (-PARLEMEN-): DPRD Kalsel Rekomendasikan Pemprov Tambah Rumah Sakit *** DPRD Minta Pemprov Kalsel Selesaikan Masalah Perbatasan *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Daerah Diminta Konsisten Lindungi Lahan Pertanian *** Tabalong Kembangkan Budi Daya Padi Metode Sri *** (-KALIMANTAN TENGAH-): PWI Kalteng Gelar Pelatihan Teknologi Informatika *** Bupati Percayakan Pembahasan Provinsi Kotawaringin Ke Tim *** Perwakilan Mahasiswa Se-Kalteng Desak Penyelesaian Sengketa Lahan *** (-SPORT-): Persiapan Porprov Bikin KONI Kaltim "Galau" *** (-KALIMANTAN UTARA-): Malaysia Pulangkan 97 TKI Bermasalah Via Nunukan *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Bupati: PDAM Harus Sigap Respon Keluhan Pelanggan *** (-KALIMANTAN BARAT-): Pontianak Wakili Kalbar Ke Fasi Nasional *** Mahasiswa UPN Akan KKN Di Perbatasan Entikong *** (-EKONOMI-): Pemkot Pontianak Berencana Perluas Pelabuhan Senghie *** (-PEMILU-): Polisi Tetapkan Komisioner KPU Kutai Timur Tersangka *** Rapat Pleno KPU Provinsi Kalbar Dihentikan Sementara

Banner
Banner

BKD Kotabaru Coret 61 Peserta CPNS

Komentar (0)

30 November 2010, 09:05:24 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Selatan-KOTA BARU, (kalimantan-news) - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Baru mencoret sebanyak 61 orang peserta calon pegawai negeri sipil di Kotabaru, Kalimantan Selatan karena tidak hadir saat ujian tertulis, Minggu (28/11/2010).

"Dari 61 peserta, satu orang peserta hanya ikut tes pada jam pertama, yakni, tes bakat sekolah stik (PBS), sisanya tidak hadir pada tes tulis tertulis yang dilaksanakan di 101 ruang kelas di 10 sekolah," kata Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKD Kota Baru Rahmat, di Kotabaru, Senin (29/11/2010).

Dengan tidak hadir pada tes tersebut, maka yang bersangkutan dicoret dan dinyatakan gugur, demikian Rahmat dengan tidak menyebutkan pelamar apa yang tidak hadir tersebut.

Sedangkan hasil tes tulis yang dilaksanakan Minggu akan diumumkan 22 Desember 2010.

Pelamar CPNS di Kotabaru mencapai 1.983 orang, terdiri atas pelamar tenaga guru sebanyak 1.135 orang, kesehatan 198 orang dan teknis sebanyak 650 orang.

Sedangkan jumlah formasi yang tersedia, untuk tenaga guru sebanyak 114 orang, tenaga kesehatan tersedia 76 orang dan tenaga teknis tersedia 63 orang.

Menurut Rahmat, jumlah pelamar terbanyak adalah untuk tenaga guru, yang menggunakan ijazah Diploma II Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Sedangkan untuk tenaga kesehatan, jumlah pelamarnya relatif kecil.

Kendati terjadi lonjakan pelamar, kata Rahmat, masih ada lima formasi untuk delapan orang yang hingga pendaftaran ditutup tidak ada yang melamar.

Formasi guru pendidikan kesehatan tiga orang, guru SMP teknik informatika dua orang, guru SMK komputer, guru teknologi jaringan dan guru agronomi masing-masing satu orang.

"Bahkan Kota Banjarmasin, Banjarbaru, untuk formasi guru informatika juga tidak ada yang melamar," kata dia.

Karena, perguruan tinggi yang membuka guru tenaga informatika itu hanya IKIP Yogyakarta, yang kini berubah menjadi Universitas Negeri.

"Mungkin saja, alumnus informatika Universitas Negeri Yogyakarta tidak dapat mendaftar CPNS di Kotabaru karena terpengaruh musibah meletusnya Gunung Merapi," katanya menjelaskan. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number