Sintang

KAMIS (02/10/2014):

Banner
Banner

Banjir Di Kabupaten Landak Meluas

Komentar (0)

06 Desember 2013, 13:29:56 WIB oleh Admin | dilihat: 37 kali

Print

Kalimantan Barat - LANDAK, (kalimantan-news) - Banjir yang terjadi sejak Selasa di beberapa wilayah Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat meluas hingga menggenangi Ngabang, ibu kota kabupaten tersebut.

"Air mulai menggenangi Kecamatan Ngabang sejak Kamis sore (5/12) hingga sekarang, sehingga warga mulai mengamankan barang-barang berharga milik mereka," kata Zul salah seorang warga saat dihubungi Antara di Ngabang, Jumat.

Banjir itu, rata-rata melanda permukiman di daerah aliran sungai (DAS), seperti Dusun Pesayangan, Raiy, Martalaya, Pulau Bendu, Sungai Buluh, dan Dusun Tanjung, kata Zul.

"Akibat luapan air Sungai Landak, sejumlah ruas jalan, seperti di jalur dua Desa Raja juga ikut terendam dengan ketinggian sekitar 50 centimeter sehingga menyebabkan kendaraan roda dua tidak bisa melintasi jalan itu," ungkap Zul.

Sementara itu, Sekretaris Desa Raja, Kecamatan Ngabang Arman mengatakan, banjir yang merendam rumah penduduk sudah mencapai ketinggian dua hingga tiga meter sehingga separuh bangunan rumah penduduk terendam. Dusun yang diperkirakan parah terkena banjir, yakni Dusun Pesayangan dan Raiy.

"Rumah penduduk yang terendam di Dusun Pesayangan sebanyak 65 rumah, Dusun Raiy 42 rumah, Martalaya 17 rumah, dan Dusun Raja sebanyak 11 rumah, dan kemungkinan akan bertambah karena cuaca masih buruk," ungkap Arman.

Menurut dia, selain rumah penduduk, banjir juga merendam fasilitas umum, seperti Masjid Pesayangan, Surau Raiy, Kantor Desa Raja, dan Kantor Desa Hilir Tengah juga ikut terendam banjir.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Landak, Jongki menyatakan sudah mengintruksikan sekolah yang terendam banjir, agar menunda ulangan umum bersama yang dalam pekan ini sudah terjadwal.

Jongki menjelaskan tidak sampai meliburkan aktivitas belajar di sekolah, namun bagi sekolah yang gedungnya terendam banjir secara otomatis tidak bisa melaksanakan proses belajar-mengajar.

"Jadi, kami memberikan dispensasi untuk menunda ulangan umum. Selain sekolah terendam air, anak-anak juga banyak yang masih dipengungsian akibat rumahnya yang juga ikut terendam banjir," ungkap Jongki.

Data BPBD Kabupaten Landak, mencatat akibat banjir tersebut, tiga warga kabupaten itu tewas akibat hanyut terbawa arus banjir, yakni dua orang warga Menjalin, dan satu orang warga Pahonkg Mempawah Hulu.

Banjir terparah meliputi, Kecamatan Menjalin, Mempawah Hulu, Menyuke, Meranti, dan Sengah Temila, yang kini mulai meluas hingga ke Kecamatan Ngabang. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number