Sintang

KAMIS (24/07/2014): (-SINTANG-): 90 Napi Lapas Sintang Dapat Remisi *** Air Kapuas Tak Layak Konsumsi *** Bupati Izinkan Gunakan Mobnas Untuk Mudik *** Kelanjutan Pembangunan Jalan Sungai Ukoi-Tugu Sebeji, Bupati Sarankan Kontraktor Bentuk Tiga Divisi *** DKPK Siaga Kebakaran Dan Sampah *** (-PARIWISATA-): Libur Lebaran, Disbudpar Targetkan Raub Restribusi Rp 60 Juta *** (-SEKADAU-): Bupati Ingatkan Pemudik Cek Kendaraan Sebelum Berangkat *** GKII Daerah Belitang Baru Gelar Rakerda Ke-III *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pulau Larilarian Kembali Masuk Wilayah Kotabaru Kalsel *** (-KALIMANTAN BARAT-): BPN Kubu Raya Kekurangan Juru Ukur *** (-KALIMANTAN TIMUR-): 2.205 Peserta Siap Ikuti UN Paket B

Banner
Banner

Sekda Kalbar: Berdayakan Penyandang Cacat

Komentar (0)

10 Desember 2010, 05:36:00 WIB oleh Admin | dilihat: 4 kali

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Muhammad Zeet Hamdy Assovie mengajak seluruh dinas/instansi di provinsi tersebut untuk memberdayakan penyandang cacat.

"Orang cacat merupakan bagian dari bangsa kita, maka bisa diberdayakan," kata Zeet usai menghadiri Hari Penyandang Cacat (Hapenca) Pendopo Gubernur Kalbar di Pontianak, Kamis (09/12/2010).

Menurut Zeet, pemberdayaan para penyandang cacat itu merupakan tugas bersama.

"Baik Kepala Daerah kabupaten/kota, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, pimpinan organisasi kemasyarakatan, swasta, LSM maupun Tim Penggerak PKK," ungkap Zeet.

Mantan Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Kalbar itu, saat ini perlu dibangun kesamaan persepsi di kalangan masyarakat bahwa penyandang cacat merupakan bagian dari kehidupan, bagian dari bangsa dan Provinsi Kalbar.

Di dunia kerja, para pencari kerja dengan keterbatasan fisik akan sulit mencari kerja dibanding pencari kerja yang normal.

"Misalnya saja untuk pencari kerja tuna rungu dengan bisu belum tentu tidak bisa bekerja. Mungkin dari satu sisi ia punya kelemahan dari sisi bicara, namun tenaga atau tingkat kecekatannya bisa melebihi dari orang normal sekalipun," kata Zeet.

Tidak hanya itu di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng Jakarta, sudah ada pojok untuk tukang pijit tuna netra.

"Kenapa contoh bagus seperti itu tidak diterapkan di Kalbar, tentunya bekerja sama dengan Angkasa Pura yang beroperasi di wilayah Kalbar. Bisa saja itu dibangun disini. Pemerintah nantinya yang akan melatih para tuna netra ini," katanya.

Selain itu bantuan dari instansi swasta untuk memberdayakan penyandang cacat itu akan menjadikan mereka lebih baik. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number