Sintang

SENIN (28/07/2014): Bupati Sintang Melepas Takbir Keliling *** Kebakaran Hutan Jadi Tontonan Warga *** Sehari Menjelang Labaran Harga Daging Sapi Di Sintang Tembus Rp 200 Ribu/Kg *** (-SPORT-): Dua Atlet anggar Sintang akan berlaga pada Sea Games 2018 *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Muslim Kalsel Do'akan Keselamatan Palestina *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Trans Kalimantan Poros Selatan Masih Ramai Pemudik *** (-KALIMANTAN BARAT-): Ziarah Kubur Warnai Lebaran Pertama Di Sambas *** Pembangunan Masjid Mujahidin Pontianak Capai 75 Persen *** Khatib Mengajak Umat Islam Jaga Fitrah *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Kebakaran Hanguskan 54 Rumah Di Kutai *** Wali Kota Balikpapan : Mari Kembali Jalin Persatuan

Banner
Banner

Sekda Kalbar: Berdayakan Penyandang Cacat

Komentar (0)

10 Desember 2010, 05:36:00 WIB oleh Admin | dilihat: 5 kali

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Muhammad Zeet Hamdy Assovie mengajak seluruh dinas/instansi di provinsi tersebut untuk memberdayakan penyandang cacat.

"Orang cacat merupakan bagian dari bangsa kita, maka bisa diberdayakan," kata Zeet usai menghadiri Hari Penyandang Cacat (Hapenca) Pendopo Gubernur Kalbar di Pontianak, Kamis (09/12/2010).

Menurut Zeet, pemberdayaan para penyandang cacat itu merupakan tugas bersama.

"Baik Kepala Daerah kabupaten/kota, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, pimpinan organisasi kemasyarakatan, swasta, LSM maupun Tim Penggerak PKK," ungkap Zeet.

Mantan Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Kalbar itu, saat ini perlu dibangun kesamaan persepsi di kalangan masyarakat bahwa penyandang cacat merupakan bagian dari kehidupan, bagian dari bangsa dan Provinsi Kalbar.

Di dunia kerja, para pencari kerja dengan keterbatasan fisik akan sulit mencari kerja dibanding pencari kerja yang normal.

"Misalnya saja untuk pencari kerja tuna rungu dengan bisu belum tentu tidak bisa bekerja. Mungkin dari satu sisi ia punya kelemahan dari sisi bicara, namun tenaga atau tingkat kecekatannya bisa melebihi dari orang normal sekalipun," kata Zeet.

Tidak hanya itu di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng Jakarta, sudah ada pojok untuk tukang pijit tuna netra.

"Kenapa contoh bagus seperti itu tidak diterapkan di Kalbar, tentunya bekerja sama dengan Angkasa Pura yang beroperasi di wilayah Kalbar. Bisa saja itu dibangun disini. Pemerintah nantinya yang akan melatih para tuna netra ini," katanya.

Selain itu bantuan dari instansi swasta untuk memberdayakan penyandang cacat itu akan menjadikan mereka lebih baik. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number