Sintang

RABU (16/04/2014): (-SPORT-): Dayung - Tim Kano Agendakan "Tryout" Ke Singapura *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemeliharaan Alur Barito Butuh Rp100 Miliar/Tahun *** Dishut Tabalong Identifikasi Pelepasan Lahan 32 Desa *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Warga Pedalaman Minta Pemkab Barut Perbaiki Jalan *** Realisasi PAD Barito Utara 22,57 Persen *** (-KALIMANTAN BARAT-): Kapal Motor Kandas Di Muara Sungai Kapuas *** Bupati Janji Beri Beasiswa Bagi 18 Siswa *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Orangutan Di Kawasan PT Berau Sawit Sejahtera Terancam *** Dinas Kessos Samarinda Gelar Seminar Anak Jalanan *** (-PEMILU-): Sejumlah PPK Plenokan Hasil Pileg Di Sintang *** KPU Kutai Timur Gelar Pleno 19 April

Banner
Banner

Cuaca Ekstrim Di Kalbar Pengaruh Tekanan Rendah

Komentar (0)

11 Desember 2010, 04:56:50 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK (kalimantan-news) - Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak mengingatkan cuaca ekstrim di perairan Kalimantan Barat selama sepekan akibat adanya daerah tekanan rendah dan menyebabkan suhu di permukaan laut menjadi tinggi sehingga terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

"Kondisi cuaca ekstrim di perairan Kalbar pada beberapa hari belakangan ini bahkan menyebabkan volume air Sungai Kapuas meluap hingga ke daratan," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Prada di Pontianak, Jumat.

Menurut prakiraan, kata Prada, daerah tekanan rendah di wilayah perairan kalbar yang saat ini menerpa wilayah bagian utara yakni perairan Pontianak, Singkawang, Kabupaten Sambas dan Kepulauan Natuna.

"Tekanan rendah tersebut merupakan dampak dari musim pancaroba," kata Prada. Karena, lanjut dia, jika suatu daerah terkena tekanan rendah dan menyebabkan suhu di permukaan laut menjadi tinggi.

"Dan kondisi itulah yang akan berdampak pada terjadinya hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga menyebabkan terjadinya penambahan volume air seperti di Sungai Kapuas," jelas Prada.

Lebih lanjut Prada mengatakan, kondisi itu diperparah dengan kecepatan angin yang mencapai 24 knot per jam dari kecepatan normal sekitar 10 knot per jam.

"Cuaca buruk saat ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan," katanya.

Sementara itu, untuk intensitas hujan di wilayah perairan Kalbar diprediksikan akan berakhir pada bulan Februari 2011.

Kepala Administrator Pelabuhan Pontianak Aritonang mengatakan, pihaknya belum mengeluarkan peringatan untuk tidak berlayar bagi kapal-kapal dari dan ke Pontianak.

"Hanya saja kewaspadaan ketika berlayar harus tetap dilakukan mengingat kondisi cuaca belakangan ini terlebih bagi kapal-kapal rakyat," katanya.

Diakuinya, Adpel Pontianak sendiri selalu memperbarui informasi mengenai ramalan cuaca di wilayah perairan melalui informasi yang di dapat dari Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak.

"Untuk selanjutnya diinformasikan kepada seluruh kapal yang akan maupun tengah berlayar di wilayah perairan Kalbar serta pada pos-pos jaga Adpel," katanya. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number