Sintang

SELASA (22/07/2014):(-PARLEMEN-): DPRD Sintang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Rencana KUA Dan PPAS *** DPRD Kutai Timur Usulkan Pembentukan Dob Wilayah Pesisir *** Kemarau, Krisis Ekonomi Landa Masyarakat Pedalaman *** (-SEKADAU-):Wabup Sekadau Pimpin Sidak, Banyak Ditemukan Barang Tak Layak Jual *** Disperindangkop Pastikan Stok Sembako Aman ***(-KALIMANATAN BARAT-):BKD Pastikan Penerimaan CPNS 2014 Tidak Berpolemik *** Mantan Direktur RSUD Landak Ditetapkan Sebagai Tersangka *** (-KALIMANTAN TIMUR-):Pemkab Penajam Akan Buka Formasi Khusus Atlet *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Bupati Barito Utara Larang Pungutan PSB *** Masyarakat Palangka Raya Keluhkan Kartu Sehat Barigas *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Banjarmasin Terbaik Kedua Nasional Bidang Pelayanan Publik

Banner
Banner

Distamben Kalbar Sosialisasikan Pemberantasan Penambangan Liar

Komentar (0)

28 Desember 2010, 01:31:31 WIB oleh Admin | dilihat: 8 kali

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Barat Agus Aman Sudibyo mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi pemberantasan penambangan tanpa izin atau liar di masing-masing kabupaten/kota.

"Kami sudah memrogramkan itu, untuk tahun 2010 ini di wilayah Kabupaten Ketapang dan tahun 2011 di Kabupaten Bengkayang," kata Agus Aman di Pontianak, Senin (27/12/2010).

Menurutnya, untuk penanggulangan penambangan liar tersebut, pihaknya hanya sebatas sosialisasi saja. "Sedangkan kaitan teknis untuk penangkapan dan lainnya, itu ada di masing-masing pemerintah kabupaten/kota," jelas Agus Aman.

Ia menegaskan, selain sosialisasi pihaknya juga terus menggalakan operasi pemberantasan ke kabupaten/kota, sosialisasi rutin, pendataan dan mengalokasikan untuk memperkecil lokasi-lokasi tambang yang di legalisir melalui penerbitan Wilayah Penambangan Rakyat (WPR) yang nantinya ditetapkan oleh bupati setempat.

Data Distamben Kalbar sejak dilakukannya program pemberantasan, angka penambangan tanpa izin di beberapa wilayah mengalami pengurangan.

"Bahkan ada yang sama sekali berhenti melakukan aktivitas. Tetapi, berhenti di satu lokasi, kemudian membuka aktivitas penambangan tanpa izin di lokasi lain," kata Agus Aman.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar itu mengatakan aktivitas penambangan tanpa izin di Kalbar tersebut di hampir semua kabupaten/kota.

"Tetapi yang terutama sekali itu di Ketapang, Landak, Bengkayang, Sintang, dan Melawi," katanya. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number