Sintang

SENIN (21/04/2014): (-SINTANG-): Bandara Sosilo Sintang Sangat Layak Untuk Sekolah Penerbangan *** Kati Evelina: Kita Harapkan Anyaman dan Tenun Ikat Sintang dapat Go Internasional *** (-PEMILU-): Rekapitulasi Suara di KPU Sintang Berjalan Lancar, Meski Banyak Intrupsi dari Saksi *** Polisi Tetap Siaga di KPU Sintang *** Dua TPS Di Nangkak Lestari Direncanakan Pemilihan Ulang *** Golkar Banjarbaru Raih Lima Kursi DPRD *** Nasdem Klaim Peroleh Enam Kursi DPRD Pontianak *** Gerindra Peroleh Suara Tertinggi Di Nunukan *** (-SPORT-): Kemenpora Berencana Kirim Tim Ke IOC *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Kalsel Pelajari SJKN RSUD Bumi Asih Jakarta *** (-ARTIKEL-): Perjuangan Kalsel Lepas Dari Cengkeraman "Gurita" Narkoba *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Kebakaran Pasar Di Sampit Tewaskan Satu Keluarga *** Pemkab Barut Siapkan Bantuan Sapi Dan Kambing *** Pengelolaan PBB-P2 Di Barut Terkendala Revisi Perda *** (-KALIMANTAN BARAT-): BKKBN Kalbar Dorong Pembentukan PIK Remaja *** Satpol PP Bongkar Bangunan PKL Pasar Flamboyan *** (-KALIMANTAN UTARA-): Polres Nunukan Selidiki Kasus Penemuan Bayi *** (-PARIWISATA-): 11 Negara Akan Ikuti Pesta Budaya Erau

Banner
Banner

Distamben Kalbar Sosialisasikan Pemberantasan Penambangan Liar

Komentar (0)

28 Desember 2010, 01:31:31 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Barat Agus Aman Sudibyo mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi pemberantasan penambangan tanpa izin atau liar di masing-masing kabupaten/kota.

"Kami sudah memrogramkan itu, untuk tahun 2010 ini di wilayah Kabupaten Ketapang dan tahun 2011 di Kabupaten Bengkayang," kata Agus Aman di Pontianak, Senin (27/12/2010).

Menurutnya, untuk penanggulangan penambangan liar tersebut, pihaknya hanya sebatas sosialisasi saja. "Sedangkan kaitan teknis untuk penangkapan dan lainnya, itu ada di masing-masing pemerintah kabupaten/kota," jelas Agus Aman.

Ia menegaskan, selain sosialisasi pihaknya juga terus menggalakan operasi pemberantasan ke kabupaten/kota, sosialisasi rutin, pendataan dan mengalokasikan untuk memperkecil lokasi-lokasi tambang yang di legalisir melalui penerbitan Wilayah Penambangan Rakyat (WPR) yang nantinya ditetapkan oleh bupati setempat.

Data Distamben Kalbar sejak dilakukannya program pemberantasan, angka penambangan tanpa izin di beberapa wilayah mengalami pengurangan.

"Bahkan ada yang sama sekali berhenti melakukan aktivitas. Tetapi, berhenti di satu lokasi, kemudian membuka aktivitas penambangan tanpa izin di lokasi lain," kata Agus Aman.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar itu mengatakan aktivitas penambangan tanpa izin di Kalbar tersebut di hampir semua kabupaten/kota.

"Tetapi yang terutama sekali itu di Ketapang, Landak, Bengkayang, Sintang, dan Melawi," katanya. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number