Sintang

Banner
Banner

Dua Sungai Meluap, Sejumlah Desa Dilanda Banjir

Komentar (0)

19 September 2017, 18:31:07 WIB oleh Edi | dilihat: 91 kali

Print
Dua Sungai Meluap, Sejumlah Desa Dilanda Banjir

Melawi - NANGA PINOH, (Kalimantan-News) - Tingginya curah hujan akhir-akhir ini membuat Sungai Melawi dan Sungai Pinoh meluap sehingga banjir melanda sebagian besar desa-desa yang berada di tepi sungai. Sebelumnya air menggenangi kecamatan Sokan dan Kota Baru, kini banjir juga mulai melanda kecamatan Ella Hilir serta Nanga Pinoh.

Ahmad Syaifudin, warga Ella Hilir mengungkapkan air naik sejak Senin (18/9)  malam. Kini ketinggian air pada Selasa (19/9) siang sudah mencapai tiga meteran lebih. Banjir paling dirasakan masyarakat yang tinggal di daerah yang rendah.

“Kalau siang ini bisa-bisa air naik makin tinggi. Sekarang masyarakat sibuk memindahkan barang ke lantai yang lebih tinggi,” katanya.

Pria yang akrab disapa Aboy ini mengungkapkan sejumlah akses jalan menjadi terputus karena banyak yang tergenang banjir. Karena itu, banyak masyarakat yang memanfaatkan perahu maupun rakit untuk membawa motor ataupun barang-barang kebutuhan pokok.

“Sementara ini, kalau ada yang mau ke Ella Hilir, sebaiknya ditunda dulu, karena banyak spot jalan yang tergenang air dan untuk menyeberang diperlukan biaya hingga puluhan ribu,” katanya.

Sementara itu, di Nanga Pinoh, banjir sudah menggenangi sejumlah desa di tepian sungai Melawi dan Pasar Pantai Nanga Pinoh. Dari pantauan Koran ini, wilayah yang menjadi langganan banjir seperti jalan Kenanga dan Garuda serta Laja sudah tergenang air yang lumayan tinggi.

Begitu juga dengan wilayah Desa Paal yang sebagian wilayahnya terkena banjir.

“Sekarang pun kendaraan sudah disimpan ke daerah yang tinggi. Karena jalan M Nawawi pun sudah tergenang. Pasar laja juga sudah terendam banjir,” kata Faisal, warga Paal.

Terpisah, tokoh masyarakat Lebak Tapang, Judin mengaku banjir yang melanda desanya sudah membuat masyarakat sulit beraktivitas. Air yang masih terus naik membuat masyarakat waspada.

“Tadi saja lantai rumah sudah hampir laput (terkena banjir) padahal dari lantai ke tanah tingginya lebih dari semeter,” katanya.

Judin yang juga menjadi anggota BPD Kebebu ini mengeluhkan belum adanya bantuan dari Pemkab Melawi untuk masyarakat yang terkena banjir. Padahal masyarakat memerlukan bantuan pangan dengan segera mengingat mereka tak bisa bergerak dan bekerja seperti biasa.

“Sekarang tu susah, tak kayak dulu. Dulu kita datang ke Dinsos langsung dapat bantuan. Sekarang harus ada laporan dulu, buat proposal, kemudian oleh dinas baru di cek ke lapangan. Seminggu baru keluar bantuannya, padahal air sudah surut,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Syafaruddin menerangkan pihaknya sudah melakukan monitoring ke sejumlah daerah yang sudah tergenang banjir di sekitar Nanga Pinoh. Dari pantauan BPBD, banjir belum terlalu besar.

“Hanya memang beberapa hari ini di sejumlah kecamatan ada banjir yang lumayan kuat. Yang sudah resmi melapor baru kecamatan Belimbing,” katanya.

Syafarudin mengungkapkan kini banjir di Belimbing sudah normal. Begitu juga dari daerah hulu di Sungai Pinoh seperti Sokan dan Kota Baru yang sudah mulai surut. Terkait bantuan untuk korban banjir, sampai saat ini logistik masih belum tersedia.

“Belum diambil dari Pontianak,” katanya. (KN)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number