Sintang

JUM'AT (19/09/2014):(-SINTANG-): Bangun Rumah Duka, Pemkab Sintang Bantu 1,3 Milyar *** (-SEKADAU-): Sebagian Besar Desa di Belitang Hulu Belum Dialiri Listrik PLN *** Kerap Byarpet, PLN Sebut Gangguan Jaringan Udara *** Angin Kencang Sebabkan Perabot Rumah Rusak *** Wabup Tinjau Bencana Puting Beliung di Desa Pantok *** (-MELAWI-): Firman Tegaskan Nyogok Tak Menjamin Lolos CPNS *** Cegah DBD Dengan Perangkap Nyamuk Sederhana

Banner
Banner

Tradisi "Robo-Robo" Landak Dipusatkan Di Karangan

Komentar (0)

27 Januari 2011, 21:24:55 WIB oleh Admin | dilihat: 38 kali

Print

Kalimantan Barat-LANDAK, (kalimantan-news) - Kegiatan "Robo-robo" salah satu pagelaran budaya masyarakat pesisir Kalimantan Barat pada setiap Rabu terakhir pada bulan Shafar, untuk Kabupaten Landak akan dilaksanakan di Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu.


"Pelaksanaan robo-robo pada 2 Februari akan diisi sejumlah lomba, dan dibuka Bupati Adrianus Asia Sidot, di depan Masjid Nurul Bustanul Jannah Karangan," kata Ketua Panitia Robo-robo Landak, Mardani, di Ngabang, Kamis (27/01/2011).

Dia mengatakan sejumlah perlombaan diadakan di antaranya tarian daerah dan lagu-lagu daerah. Perlombaan itu akan dikuti delapan kecamatan dari 13 kecamatan yang ada di Landak.

Tujuan digelarnya kegiatan Robo-robo, salah satunya untuk melestarikan Budaya Melayu yang ada di Landak agar tidak punah.

"Karena memang Robo-robo juga bukan hanya dirayakan bagi masyarakat Melayu di Landak, tetapi di daerah lain di Kalbar juga digelar, dan dikemas sesuai daerah masing-masing," kata Mardani.

Tradisi Robo-robo sebagaimana yang ditulis dalam situs resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalbar, sebagai napak tilas kedatangan Opu Daeng Manambon sebagai pendiri Kota Mempawah, Kabupaten Pontianak.

Robo-robo diyakini sarat dengan pesan persatuan dari semua etnis dan agama yang ada di Kalbar. Pesan itu merupakan warisan yang ditinggalkan Opu Daeng Manambon ketika mendirikan Kota Mempawah.

Warga di Mempawah, Kabupaten Pontianak, juga Ngabang (Kabupaten Landak) dan Kabupaten Kubu Raya berkumpul pada hari Rabu terakhir bulan Syafar guna memperingati pembangunan Kota Mempawah tersebut.

Menurut Pangeran Ratu Keraton Amantubillah Mempawah, Mardan Adijaya, bukti lain dari adanya keharmonisan itu bisa dilihat di kompleks pemakaman Opu Daeng Manambon.

Di makam tersebut juga terdapat makam Panglima Hitam orang Dayak, Patih Humantir dan Damarwulan orang Jawa, Lo Tai Pak orang Tionghoa, dan beberapa makam etnis lainnya.

Pelaksanaan Robo-robo di Landak, selain digelar di Karangan, juga digelar di Kota Ngabang dengan pembacaan doa tolak balak dan makan bersama di teras-teras rumah dengan mengundang keluarga dan tetangga untuk bersama-sama menikmati makanan yang sudah disediakan.

Suguhan makanan berbagai jenis, mulai dari nasi putih, lauk pauk, sayur, buah-buahan dan kue serta air putih. Selain itu, juga ada warga yang menggelar acara makan-makan di atas jembatan.

Mardani menambahkan, khusus di Kecamatan Mandor seperti di Desa Simpang Pongok, Kayuara, warga merayakan Robo-robo dengan membawa makanan ke masjid atau mushola dan dimakan bersama setelah membaca doa selamat dan tolak balak.

Menurut dia, acara Robo-robo sudah menjadi kalender wisata budaya Kabupaten Landak. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number