Sintang

SELASA (02/09/2014):(-SINTANG-):Pemkab Sintang Siapkan Rp20 Miliar Bangun Perbatasan *** Sintang - WWF Indonesia Kerja Sama Susun RTRWK ***(-SEKADAU-):Hubungan Hukum Adat dan Hukuman Negara Dibahas Dalam Rakor Temenggung *** Temenggung Bahas Konvensi Nilai Benda Adat Terkini *** (-PARIWISATA-):Bangunan Betang Youth Center Siap Difungsikan *** (-PEMILU-):Hanura Mengaku Sudah Didekati Sederet Nama Kandidat Pilkada *** (-KALBAR-):Polda Bentuk Tim Dalami Pamen Terlibat Narkoba *** Rektor Untan Ingatkan Ancaman Hukum Saat Opspek *** Kapolda Ancam Tangkap Polisi Disersi Dua Hari *** Tes CPNS Pontianak Di Laboratorium Komputer Untan *** (-KALTIM-):Pemkot Samarinda Siapkan 125 Formasi CPNS *** (-EKONOMI-):Harga Gabah Di Tingkat Petani Kalsel Turun *** (-KALSEL-):Kemenag Kalsel Belum Ada Jatah Penerimaan CPNS *** (-KALTENG-):Dinkes Perketat Pengawasan Depot Air Isi Ulang *** PLN Muara Teweh Lakukan Pemadaman Bergilir *** Warga Mulai Kesulitan Peroleh Air Bersih

Banner
Banner

34 Desa Disiapkan Jadi Mandiri Pangan

Komentar (0)

04 Februari 2011, 19:35:41 WIB oleh Admin | dilihat: 20 kali

Print

Kalimantan Timur- SAMARINDA, (kalimantan-news) - Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan 34 desa untuk dikembangkan menjadi Desa Mandiri Pangan (Demapan) agar masyarakatnya tidak selalu bergantung terhadap program pengadaan beras miskin (raskin).

"Sebanyak 34 desa itu selain akan dikembangkan menjadi Demapan pada 2011, juga akan dikembangkan program lumbung pangan agar desa yang tersebar di sejumlah daerah di Kaltim ini tidak kekurangan pangan," kata Kepala BKP Kaltim Syaiful Akhyar di Samarinda, Jumat.

Akyar yang didampingi sekretarisnya Mukransyah ini melanjutkan, bahwa lumbung pangan yang akan dibangun itu untuk sementara berjumlah delapan unit. Hal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan cadangan pangan masyarakat.

Sedangkan daerah yang akan dikembangkan sebagai Demapan merupakan wilayah yang mengalami rawan pangan, sehingga masyarakat terlepas dari ketergantungan raskin, bahkan diupayakan menjadi daerah penghasil berbagai jenis pangan, termasuk beras.

Pada 2010, lanjutnya, diperkirakan sedikitnya 30 desa dari sembilan kabupaten di Kaltim tercatat masih rawan pangan. Hal itu menjadi alasan Pemprov Kaltim untuk terus melaksanakan gerakan kemandirian pangan yang diperkirakan terwujud 2013.

Desa-desa yang masih rawan pangan itu tersebar di sembilan daerah yang kini masuk dalam program strategis, yakni, Kabupaten Paser, Bulungan, Berau, Nunukan, Kutai Barat, Kutai Timur, Panajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bahkan di pinggiran Kota Samarinda juga terdapat daerah yang rawan pangan sehingga program Demapan harus benar-benar dijalankan dan tercapai sesuai dengan yang diinginkan.

Dilanjutkan, pengembangan program ini untuk menciptakan kemampuan mengakses pangan, bukan hanya kemampuan daya beli masyarakat, namun bagaimana masyarakat bisa memproduksi pangan lewat penanaman di lahan yang tersedia sekecil apapun.

Kegiatan lainnya adalah, penguatan dan pemberdayaan kelompok masyarakat, kelompok tani, tim pangan desa, optimalisasi pemanfaatan potensi atau sumber daya setempat.

Pengembangan selanjutnya akan dititik beratkan pada usaha pertanian dan non pertanian, penerapan teknologi tepat guna atau spesifik lokasi dan pengembangan cadangan pangan desa.

"Kami juga akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat terutama di desa rawan pangan, agar memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai jenis bahan pangan, seperti jagung, singkong, pisang dan lainnya," kata Akhyar. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number