Sintang

KAMIS (24/04/2014): (-PARLEMEN-): DPRD Kalsel Rekomendasikan Pemprov Tambah Rumah Sakit *** DPRD Minta Pemprov Kalsel Selesaikan Masalah Perbatasan *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Daerah Diminta Konsisten Lindungi Lahan Pertanian *** Tabalong Kembangkan Budi Daya Padi Metode Sri *** (-KALIMANTAN TENGAH-): PWI Kalteng Gelar Pelatihan Teknologi Informatika *** Bupati Percayakan Pembahasan Provinsi Kotawaringin Ke Tim *** Perwakilan Mahasiswa Se-Kalteng Desak Penyelesaian Sengketa Lahan *** (-SPORT-): Persiapan Porprov Bikin KONI Kaltim "Galau" *** (-KALIMANTAN UTARA-): Malaysia Pulangkan 97 TKI Bermasalah Via Nunukan *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Bupati: PDAM Harus Sigap Respon Keluhan Pelanggan *** (-KALIMANTAN BARAT-): Pontianak Wakili Kalbar Ke Fasi Nasional *** Mahasiswa UPN Akan KKN Di Perbatasan Entikong *** (-EKONOMI-): Pemkot Pontianak Berencana Perluas Pelabuhan Senghie *** (-PEMILU-): Polisi Tetapkan Komisioner KPU Kutai Timur Tersangka *** Rapat Pleno KPU Provinsi Kalbar Dihentikan Sementara

Banner
Banner

Pantai Kijing Lokasi Pelabuhan Alternatif Di Kalbar

Komentar (0)

15 Februari 2011, 18:28:19 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Ketua Komisi A DPRD Kalimantan Barat Retno Pramudya mengatakan, Pantai Kijing, Kabupaten Pontianak merupakan lokasi yang tepat untuk pelabuhan internasional di provinsi itu.

Menurut Retno Pramudya di Pontianak, Selasa (15/02/2011) itu merupakan hasil pertemuan dengan pihak terkait mengenai rencana pengembangan pelabuhan di Kalbar.

"Tetapi pembangunan pelabuhan itu membutuhkan dana yang tidak sedikit," kata Retno yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Forwader, Logistik dan Ekspedisi Indonesia Kalbar itu.

Ia menambahkan, dengan adanya pelabuhan internasional maka kemungkinan terhambatnya arus keluar masuk kapal berukuran besar ke Pelabuhan Pontianak dapat diatasi.

Pelabuhan Pontianak sebagai pintu masuk utama barang ke Kalbar berada di dalam alur Sungai Kapuas dengan jarak sekitar 30 kilometer dari muara.

Lebar alur yang pendek dengan kedalaman terbatas membuat Pelabuhan Pontianak sangat dipengaruhi kondisi pasang surut dan ketinggian sedimentasi di muara Kapuas.

Retno Pramudya mengatakan, walau dibangun satu pelabuhan baru, namun Pelabuhan Pontianak tetap dapat difungsikan seperti biasa.

"Pelabuhan internasional untuk mengangkut komoditas ekspor Kalbar seperti CPO dan karet," katanya.

Selain berada di alur Sungai Kapuas, Pelabuhan Pontianak juga sulit dikembangkan karena berada di dalam kota.

"Biaya untuk pengembangan dan menyiapkan infrastruktur pendukung menjadi sangat mahal karena letak Pelabuhan Pontianak di kawasan perkotaan," katanya.

Arus barang dan jasa ke Pelabuhan Pontianak terkendala sejak Kamis (10/2) malam karena tenggelamnya KLM Rahmatia Sentosa setelah bertabrakan dengan KM Waweh.

Kapal pengangkut 700 ton semen itu tenggelam tepat di alur keluar masuk Sungai Kapuas ke Pelabuhan Pontianak. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number