Sintang

SELASA (21/10/2014): (-SINTANG-): Dokter Bambang Teramcam Sangsi Dari Tiga Organisasi *** (-SEKADAU-): Aksi Sosial IWAS dan Pelajar Kumpulkan Dana Kemanusiaan Senilai Rp. 14 Juta lebih *** (-MELAWI-):Empat Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi Melawi *** Empat Sekolah Langganan Ikuti Lomba Sekolah Sehat *** (-PARLEMEN-): Kode Etik Dewan Sekadau Mengacu UU MD-3 2009 *** Perbaiki Mutu Komoditas Karet Sadapan *** (-NASIONAL-): Pemprov Kalbar Serahkan Penanganan Rambu Suar Ke TNI *** (-KALBAR-): Ratusan Lowongan Kerja Tersedia Di Kota Singkawang

Banner
Banner

Camar Bulan Terancam Habis Oleh Abrasi

Komentar (0)

20 Februari 2011, 22:18:37 WIB oleh Admin | dilihat: 19 kali

Print

Kalimantan Barat-SAMBAS, (kalimantan-news) - Daerah Camar Bulan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, yang berbatasan dengan patok batas negara dengan Sarawak, Malaysia, terancam hilang karena abrasi.

"Mungkin lima tahun lagi, kalau tidak ditangani dengan baik, Camar Bulan yang berbatasan dengan Sarawak, akan hilang karena abrasi," kata Kepala Bidang Kerja Sama Badan Pengelola Kawasan Perbatasan dan Kerjasama Kalimantan Barat Manto Saidi, di Pontianak, Minggu (20/02/2011).

Menurut dia, jarak terdekat antara bibir pantai dengan patok batas negara lima tahun lalu sekitar lima kilometer.

Namun, kata dia, kini jaraknya semakin dekat. "Sekarang ada yang bilang antara 700 meter sampai 800 meter," kata dia.

Di Kalbar, kata Manto Saidi, ada juga pulau di dekat perbatasan yang habis karena abrasi.

Ia mencontohkan Pulau Haji Sani di Kecamatan Paloh yang hilang karena abrasi. Kemudian Gosong Niger, yang kini menjadi pulau karang dan tenggelam kalau air pasang. Gosong Niger juga sempat menjadi polemik karena menjadi acuan dalam batas negara Indonesia - Malaysia.

Menurut dia, secara hukum, di Kalbar tidak ada pulau terluar berdasarkan SK Mendagri.

Definisi pulau yakni saat pasang tertinggi, daratan tertinggi masih terlihat.

Namun, kata dia, kalau tidak diambil tindakan maka pulau-pulau penting tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Camar Bulan juga termasuk dalam "outstanding boundary problem" (OBP) atau masalah patok batas yang belum disepakati antara Indonesia - Malaysia.

"Kalau dibiarkan, warga Desa Temajuk yang letaknya di sebelah utara Camar Bulan, akan semakin terisolir. Warga harus melewati Malaysia terlebih dahulu sebelum tiba di Temajuk," katanya.

Di Kecamatan Paloh, batas negara yang dianggap bermasalah oleh Indonesia mulai dari patok a.86 hingga a.156.

Namun, menurut dia, hingga pertemuan tahun lalu, Malaysia belum mengakui wikayah tersebut masuk kategori OBP.

Jarak dari Desa Temajuk ke Liku, ibu kota Kecamatan Paloh, sekitar 45 kikometer. Desa Temajok dihuni 1.432 jiwa.

Fasilitas di Desa Temajuk cukup lengkap seperti Puskesmas pembantu (Pustu), sekolah dari tingkat SD - SMA.

Di Pustu sebelumnya ada dokter namun kontraknya sudah habis dan akan diupayakan kembali dengan pemberian insentif. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number