Sintang

SELASA (22/07/2014):(-PARLEMEN-): DPRD Sintang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Rencana KUA Dan PPAS *** DPRD Kutai Timur Usulkan Pembentukan Dob Wilayah Pesisir *** Kemarau, Krisis Ekonomi Landa Masyarakat Pedalaman *** (-SEKADAU-):Wabup Sekadau Pimpin Sidak, Banyak Ditemukan Barang Tak Layak Jual *** Disperindangkop Pastikan Stok Sembako Aman ***(-KALIMANATAN BARAT-):BKD Pastikan Penerimaan CPNS 2014 Tidak Berpolemik *** Mantan Direktur RSUD Landak Ditetapkan Sebagai Tersangka *** (-KALIMANTAN TIMUR-):Pemkab Penajam Akan Buka Formasi Khusus Atlet *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Bupati Barito Utara Larang Pungutan PSB *** Masyarakat Palangka Raya Keluhkan Kartu Sehat Barigas *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Banjarmasin Terbaik Kedua Nasional Bidang Pelayanan Publik

Banner
Banner

PT SLM Bantah Caplok Lahan Warga

Komentar (0)

25 Februari 2011, 20:31:41 WIB oleh Admin | dilihat: 9 kali

Print

Kalimantan Tengah-SERUYAN, (kalimantan-news) - Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Salonok Ladang Mas (SLM) yang beroperasi di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan membantah telah mencaplok lahan milik warga setempat.


"Pihak PT SLM tidak pernah menguasai atau mencaplok lahan milik warga karena kami selalu melakukan ganti rugi apabila lahan tersebut benar-benar milik warga setempat," kata Legal Manager (LM) PT SLM, Yuliani, di Sampit, Kamis.

Belum lama ini PT SLM juga telah membebaskan lahan di Desa Sembuluh, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan seluas 15 hektare, pembebasan lahan itu melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa (Kades) setempat.

Lahan tersebut milik Amin Muksin seluas 13 hektare dan Marjuan dua hektare dengan pembayaran ganti rugi itu sekarang lahan tersebut telah sah menjadi milik PT SLM.

Menurut Yuliani, tuduhan PT SLM melakukan kriminalisasi terhadap warga yang bernama Wardian juga tidak benar.

Lahan yang telah diganti rugi oleh pihak perusahaan tersebut di klaim oleh Suwardi dan warga tersebut memanen buah kelapa sawit sebanyak 813 tan dan atau seberat tiga ton. Padahal, lahan yang dimaksud sudah sah menjadi milik PT. SLM.

Buah kelapa sawit sebanyak itu dipanen Suwardi tiga kali, yakni mulai dari tanggal 24, 25 dan 30 Maret 2010. Akibat ulah warga itu perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp3 juta.

?Kami telah beberapa kali melakukan negosiasi, namun selalu mengalami jalan buntu,? katanya.

Hasil pengambilam buah tersebut oleh Suwardi dijuak ke perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Sapta Karya Damai (SKD).

Pihak PT SLM selama ini selalu menjalin komunikasi dengan masyarakat atau warga sekitar perusahaan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan dan pihak perusahaan juga telah menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR)

"Program CSR dengan warga sekitar yang kami lakukan diantaranya berupa pengadaan guru bantu, pengerasan jalan dan pemberian bantuan kepada sekolah yang ada disekitar perkebunan," ucapnya.

Saat ini PT SLM memiliki lahan seluas 14 ribu hektare dan seluruhnya telah ditanami kelapa sawit.  (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number