Sintang

SENIN (28/07/2014): Bupati Sintang Melepas Takbir Keliling *** Kebakaran Hutan Jadi Tontonan Warga *** Sehari Menjelang Labaran Harga Daging Sapi Di Sintang Tembus Rp 200 Ribu/Kg *** (-SPORT-): Dua Atlet anggar Sintang akan berlaga pada Sea Games 2018 *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Muslim Kalsel Do'akan Keselamatan Palestina *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Trans Kalimantan Poros Selatan Masih Ramai Pemudik *** (-KALIMANTAN BARAT-): Ziarah Kubur Warnai Lebaran Pertama Di Sambas *** Pembangunan Masjid Mujahidin Pontianak Capai 75 Persen *** Khatib Mengajak Umat Islam Jaga Fitrah *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Kebakaran Hanguskan 54 Rumah Di Kutai *** Wali Kota Balikpapan : Mari Kembali Jalin Persatuan

Banner
Banner

PLN Tidak Lagi Pungut Uang Jaminan Langganan

Komentar (0)

04 Maret 2011, 10:10:52 WIB oleh Admin | dilihat: 10 kali

Print

Kalimantan Selatan-BANJARMASIN, (kalimantan-news) - General Manajer PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah Musyafik S menyatakan, pihaknya tidak lagi melakukan pungutan uang jaminan langganan, sejak Januari 2011.

"Tak lagi dipungutnya uang jaminan langganan adalah salah satu wujud upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat pelanggan PLN, yang selama ini terkadang menjadi masalah," katanya di Banjarmasin, Jumat (04/03/2011).

Ia menjelaskan, upaya lain peningkatan pelayanan, berdasarkan instruksi direksi, tidak mengenal lagi istilah daftar tunggu bagi warga yang meminta sambungan baru, katanya pada rapat dengar pendapat dengan Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel.

Selain itu, PLN menyediakan sistem prabayar dalam penggunaan aliran listrik, sehingga pelanggan dapat mengatur keperluan pemakaian serta pembiayaan rumah tangga, terutama bagi mereka yang mau melakukan penghematan.

Begitu pula dengan sistem prabayar tersebut, kapanpun dan saat berada di manapun pelanggan bisa melakukan pembayaran rekening listrik melalui ATM, sehingga tidak ada lagi keterlambatan dalam membayar, yang berdampak pada denda dan atau pemutusan jaringan.

Mengenai persediaan daya untuk wilayah Kalselteng, dia menyatakan, pihaknya terus berupaya menambah, sehingga kekurangan yang selama ini mengakibatkan terjadi sistem pemadaman bergiliran, terutama saat beban puncak, secara berangsur-angsur teratasi.

Sebagai contoh, untuk kebutuhan daya listrik wilayah Kalselteng, PLN kini sedang menyelesaikan pembangunan unit 3 dan 4 Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut (Tala) Kalsel, sekitar 125 Km timur Banjarmasin.

Pembangkit unit 3 dan 4 PLTU Asam-Asam tersebut diharapkan bisa operasional paling lambat Oktober 2011, serta PLTU Pulang Pisau Kalimantan Tengah sebanyak dua unit juga rencananya 2013 sudah beroperasi.

Unit baru pada PLTU Asam-Asam serta Pulang Pisau, sekitar 113 Km barat Banjarmasin atau 85 timur Palangkaraya, ibukota Kalteng itu dengan daya terpasang masing-masing 65 mega watt (MW), sehingga seluruhnya 260 MW.

Mengenai "byarpet" (padam-menyala), dia menyatakan, pihaknya tidak bisa memberi jaminan tidak akan terjadi hal tersebut, karena persoalan itu berkaitan erat dengan situasi dan kondisi alam serta lingkungan.

"Namun kalau terjadi `byarpet` karena gangguan, kami akan segera mungkin berupaya menangani, sehingga bisa menyala secepatanya pula, asalkan gangguannya tidak terlalu berat," demikian Musyafik. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number