Sintang

SENIN (20/10/2014): (-SEKADAU-): Petani Karet Menjerit Harga Makin Anjlok *** Pembekalan Kepada CPNS K-2, Sekda : Pegawai Harus Jaga Sikap Mental *** Sujinem Terharu Terima Dana Kemanusiaan *** (-KALSEL-): Kotabaru Bangun Rumah Singgah Bagi Warga Dayak *** (-KALTENG-): BPJS Kesehatan Dorong RSUD Seruyan Jadi BLUD *** (-NASIONAL-): Idha Diberikan Waktu Tiga Hari Hadirkan Saksi *** TNI: Malaysia Cabut Rambu Suar Tanjung Datuk *** (-SANGGAU-): Satpol PP Sanggau Amankan Remaja Pengguna Narkoba *** (-KALBAR-): BPMPD : Pemerintah Makin Selektif Mekarkan Desa *** (-PARIWISATA-): Keraton Tayan Gelar Tradisi Mandi Bedil-Perang Ketupat *** (-SINTANG-): Pemkab Sintang Tetapkan Het Gas Tiga Kilogram *** (-EKONOMI-): GAPKI: Perkuat Infrastruktur Hilirisasi Sawit Luar Jawa (-KALTIM-): Pemprov Kaltim Dorong Percepatan Penerapan Pertanian Modern

Banner
Banner

Prospek Bisnis Helm di Sintang

Komentar (0)

14 April 2010, 22:15:13 WIB oleh Kris Lucas | dilihat: 48 kali

Print
Prospek Bisnis Helm di Sintang

Sintang (kalimantan-news) - Ada waktunya laris, ada juga waktu-waktu seret. Begitu, yang dialami oleh Juniar Bakti (37) sehari-hari dalam menjalani binis “Sayangi Kepala Anda Selagi Ada” alias sebagai penjaja Helm Standar di tepi jalan. Menerima kehadiran kalimantan-news di kios kecil kontrakannya yang berukuran 3,5 x 5 M2, pada Selasa sore (13/4/10), Juniar membeberkan riwayatnya bahwa dirinya telah 2 tahun menggeluti usaha ini.

Persediaan Helm yang dijualnya, semuanya ada 9 jenis merek; Viper; GM; KYT; dan INK. Mulai dari yang termurah bermerek Viper dengan harga Rp. 120 ribu, hingga yang termahal dengan merek INK dengan harga Rp. 330 ribu per buah.

“Semuanya standar SNI, lho” ujarnya.

Dikisahkannya, bahwa para pembelinya rata-rata anak SMU dan Pegawai Negeri Sipil. Namun ada juga langganan yang dari pedalaman. Para pembeli dari pedalaman, biasanya membeli 6-8 buah, karena untuk dijual lagi di kampungnya. Keberadaan kiosnya yang terletak dipersimpangan jalan KPK Mujahidin dan jalan Imam bonjol, membuatnya sangat mencolok mata, sehingga mudah diketahui oleh calon pembeli. Apalagi ruas jalan tersebut menuju arah Mapolres Sintang, mungkin posisinya ini yang membuat jualannya menjadi agak laris.

“Yang paling diminati oleh para pelajar dan kaum ibu-ibu, adalah yang bermerek KYT dan GM. Mungkin karena agak ringan, murah dan modelnya bagus-bagus,” kisahnya.

Ketika ditanya mengenai omset per harinya, dengan sedikit tersipu Juniar membuka  lembar-lembar pembukuannya. Menurutnya, selama 2 tahun ini omset tertinggi pernah mencapai Rp. 2,3 juta dan terendah Rp. 600 ribu per hari.

“Di hari-hari besar, pernah juga mencapai Rp. 3 juta per hari,” terangnya.

Ketika ditanya mengenai keberadaan poster himbauan dari Direktorat Lalu-Lintas Polri yang berbunyi ‘Sayangi Kepala Anda Selagi Ada’ yang menghiasi dinding kiosnya, Juniar mengatakan bahwa itu dilekatkan oleh petugas dari Polres Sintang.

“Ketika itu, baru dimulai anjuran agar masyarakat mulai menggunakan Helm yang berstandar SNI,” ungkapnya.

Diakhir perbincangan, pria lajang ini sempat mengungkapkan filosofinya dalam berdagang. Menurutnya, kendati saat ini penjaja Helm Standar sudah bertebaran dimana-mana, dirinya masih merasa optimis dapat bertahan.

“Yang penting, berada ditempat yang strategis, dan jangan mengambil untuk terlalu banyak,” pungkasnya, mengakhiri perbincangan. (PHS)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number