Sintang

JUMAT (18/04/2014): (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Kalsel Diminta Konsisten Pertahankan Lahan Pertanian *** (-PARLEMEN-): DPRD : Kalsel Harus Bertekad Tuan Rumah PON *** Pelaksanaan UN Di Kalsel Berjalan Lancar *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Pembalakan Liar-Penangkapan Ikan Marak Di Jenamas *** (-PEMILU-): Pemilu - KPU Belum Pastikan Pemenang Pemilu Palangka Raya *** Pemilu - KPU Diminta Profesional Dalam Penetapan Hasil Pemilu *** Pemilu - KPU: Penetapan Caleg Usai Rapat Pleno *** KPU Kabupaten/Kota Siap Gelar Rekapitulasi Suara *** (-EKONOMI-): Garuda Optimistis Peningkatan Penjualan Tiket 20 Persen *** Penumpang Pesawat Mulai Meningkat Pasca UN *** (-KALIMANTAN BARAT-): Kodim 1207 Amankan 49 Karung Gula Ilegal *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Tim Verifikasi K2 Panggil SKPD Tujuh SKPD *** Daftar Tunggu Calon Haji Penajam Hingga 2030 *** Pejabat Gubernur Kaltara Dorong Percepatan Pembentukan DPRD *** Masa Jabatan Pejabat Gubenur Kaltara Diperpanjang *** (-SPORT-): Indonesia Calon Terkuat Tuan Rumah Asian Games 2019

Banner
Banner

Penderita ISPA Di Pontianak Meningkat

Komentar (0)

08 Maret 2011, 15:11:38 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pontianak, dari Februari hingga Maret tercatat sebanyak 13.188 kasus, kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Multi Junto Batarendro.


"Peningkatan kasus ISPA dipicu karena cuaca yang kurang sehat, terutama pada malam hari," kata Multi Junto Batarendro di Pontianak, Selasa.

Ia mengimbau, masyarakat tidak keluar rumah pada malam hari karena indeks standar pencemaran udara (ISPU) sudah tidak sehat bagi manusia.

"Kalaupun mau keluar rumah sebaiknya menggunakan penutup mulut dan hidung untuk mencegah masuknya partikel debu dan asap," ujarnya.

Data Dinkes Kota Pontianak, mencatat kasus ISPA dari Februari - Maret 2011 sebanyak 13.188 kasus, atau melonjak apabila dibandingkan Agustus - September 2010 sebanyak 3.977 kasus, sedangkan sepanjang tahun 2010 tercatat sebanyak 51.803 kasus.

Walikota Pontianak Sutarmidji mengimbau masyarakat untuk menyimpan air bersih guna keperluan sehari-hari karena cuaca di kota itu dan Provinsi Kalbar memasuki musim kemarau.

"Kalau ada tempat penampungan, saat ini sudah boleh menyimpan air untuk persiapan di musim kemarau," katanya.

Dalam kesempatan itu, Walikota Pontianak juga mengingatkan masyarakat untuk tidak keluar rumah malam hari karena ISPU sudah tidak baik bagi kesehatan manusia.

"Kalau tidak perlu, sebaiknya tidak keluar rumah malam hari," kata Sutarmidji.

Sebelumnya, Prakirawan Badan Meteorologi dan Geofisika Supadio Pontianak Sri Ningsih memperkirakan asap yang muncul dalam beberapa hari terakhir ini karena kegiatan pembakaran skala kecil.

Menurut dia lagi, cuaca panas di Kota Pontianak dan sekitarnya dalam sepekan terakhir sebagai dampak adanya tekanan rendah di sebelah barat Australia yang merupakan bibit badai.

Konsentrasi awan saat ini ke sebelah selatan khatulistiwa, sehingga jika terjadi hujan di selatan Kalbar adalah di Kabupaten Ketapang dan sekitarnya.

Dia menambahkan, perubahan musim dari hujan ke kemarau, tidak begitu dirasakan di Kalbar, karena di provinsi tersebut hampir sepanjang tahun tetap akan ada hujan yang diselingi dengan cuaca panas.

Menurut dia lagi, hingga April mendatang untuk Kalbar secara keseluruhan, masih ada hujan. Intensitasnya akan turun pada Mei hingga Agustus. Sementara untuk Maret, masih dalam keadaan normal dengan intensitas 300 mililiter.

Dari pengamatan di lapangan, asap tipis mulai menyelimuti Kota Pontianak mulai pukul 19.00 WIB, asap disertai debu sisa pembakaran mulai menebal pukul 21.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number