Sintang

SABTU (19/04/2014): (-SINTANG-): Bawa Senjata Tajam Saat Pleno di KPU Dua Orang di gelandang ke Mapolres *** Rayakan Paskah, Jemaat GKII Gracia Kunjungi STTI Kelansam

Banner
Banner

Banjar Kembangkan Produksi Karet Dan Kelapa Sawit

Komentar (0)

12 Maret 2011, 05:52:10 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Selatan-BANJAR, (kalimantan-news) - Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan mengembangkan komoditas perkebunan yang produksinya cukup menjanjikan yakni karet dan kelapa sawit.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banjar Edy Hasbi di Martapura, Sabtu (12/03/2011) mengatakan lahan yang bisa dikembangkan untuk dua komoditas perkebunan itu masih cukup luas.

"Lahan masih tersedia cukup luas sehingga pengembangan dua jenis komoditas perkebunan itu terus ditingkatkan dan hasilnya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, lahan yang bisa ditanami karet mencapai 23 ribu hektare lebih tersebar pada beberapa kecamatan seperti Kecamatan Astambul, Mataraman, Karang Intan, Simpang Empat dan Kecamatan Pengaron.

Dari total keseluruhan luas tanaman itu, lahan yang sudah menghasilkan karet kering selama 2010 mencapai 15 ribu hektare lebih dengan hasil produksi mencapai 12,7 ribu ton karet kering.

"Produksi yang dicapai cukup besar dan menggembirakan petani karet karena tingkat harga di lapangan cukup tinggi dengan kisaran Rp13 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram karet kering," ungkapnya.

Dikatakan, selain luas tanam menghasilkan terdapat pula luas tanaman yang belum menghasilkan dengan luas mencapai 6,3 ribu hektare dan luas tanaman rusak mencapai 1,6 ribu hektare.

Ia mengatakan lebih lanjut, produksi kelapa sawit masih belum maksimal karena dari total luas tanaman sebanyak 860 hektare, luas tanaman yang baru menghasilkan seluas 75 hektare.

Sementara, luas tanaman yang belum menghasilkan mencapai 490 hektare dan luas tanaman rusak mencapai 295 hektare sehingga produksi komoditas tersebut belum mencapai hasil yang diharapkan.

"Jumlah produksi dari luas tanam menghasilkan masih belum maksimal karena baru mencapai 139,3 ton dengan tingkat harga di lapangan mencapai Rp1.100 kilogram tandan buah segar," katanya.

Ditambahkan, ke depan pihaknya berupaya meningkatkan produksi kedua komoditas perkebunan tersebut melalui perluasan tanam yang menghasilkan sehingga hasilnya maksimal dan sesuai harapan.

"Selain mengupayakan perluasan tanaman yang menghasilkan, kami juga menyalurkan bantuan bibit kepada petani dan kelompok masyarakat sehingga dapat menambah luas tanam," katanya. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number