Sintang

KAMIS (23/10/2014): (-SINTANG-): Jalan Rusak Truk Sembako Terguling *** Kontraktor Tuding Konsultan dan Bina Marga Hambat Pekerjaan *** (-SEKADAU-): Bupati Ingin Masyarakat Sadari Makna Nasionalisme *** Sujinem Penderita Tumor Parotis Terharu Dikunjungi Bupati

Banner
Banner

Petani Desak Direksi PT BIG Budiono Ditahan

Komentar (0)

26 April 2011, 15:57:19 WIB oleh Admin | dilihat: 35 kali

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Puluhan petani dari Persatuan Petani Sawit Perkebunan Inti Rakyat Ketapang, mendesak Polda Kalimantan Barat dan majelis hakim Pengadilan Negeri Pontianak, segera menahan Direksi Benua Indah Grup Budiono Tan.

Hal itu karena Budiono tidak membayar hasil panen tandan buah segar senilai Rp119 miliar.

"Sejak tahun 2008 hingga sekarang uang kami dibawa lari oleh Direksi PT BIG Budiono Tan tetapi kenapa tidak juga ditahan oleh aparat hukum," kata Koordinator Persatuan Petani Sawit Perkebunan Inti Rakyat Ketapang Isa Anshari saat berunjuk rasa di depan Markas Polda dan PN Pontianak, Selasa.

Puluhan perwakilan petani sawit itu juga mendesak Budiono Tan segera ditangkap dan ditahan atas perbuatannya yang telah menyengsarakan 13 ribu kepala keluarga atau sekitar 50 ribu jiwa petani plasma sawit dari 25 desa dan enam kecamatan di Kabupetan Ketapang.

"Orang mencuri satu ekor ayam saja langsung ditangkap dan ditahan, tetapi kenapa Budiono Tan yang telah mencuri uang kami sampai kini tidak ditahan oleh aparat hukum," kata Isa.

Dalam tuntutannya, puluhan perwakilan petani sawit tersebut mengingatkan agar majelis hakim maupun Polda Kalbar tidak bermain atau menjadi makelar kasus dalam permasalahan itu, menuntut PT BIG segera membayar uang hasil panen TBS selama empat bulan di tahun 2009 sebesar Rp119 miliar.

Kemudian mendesak PT BIG untuk membayar uang setoran sebesar Rp77 miliar kepada Bank Mandiri yang telah digelapkan. PT BIG juga telah menggelapkan uang setoran hasil panen petani sebesar 30 persen senilai Rp26 miliar yang kini uang tersebut disimpan di Bank Danamon Cabang Ketapang.

PT BIG juga tidak membayar gaji karyawan selama satu tahun mulai Februari 2010 hingga sekarang serta tidak membayar uang pesangon dan hak-hak karyawan lainnya.

PT BIG juga tidak membayar utangnya ke negara melalui Bank Mandiri sebesar Rp300 miliar, kata Isa.

Humas PN Pontianak Priyanto menyatakan, alasan pihaknya belum menahan Budiono Tan karena terdakwa masih menunjukkan itikad baik sehingga belum perlu ditahan.

Terkait adanya desakan dari petani agar terdakwa ditahan dirinya akan menyampaikan tuntutan itu pada majelis hakim yang menangani kasus penggelapan tersebut.

"Setahu saya hari ini ada jadwal sidang kasus penggelapan dengan agenda mendengarkan saksi-saki dengan terdakwa Budiono Tan tetapi ditunda karena saksi tidak hadir," ujarnya.

Humas PN Pontianak meminta petani sawit sabar menunggu proses hukum yang sedang berlaku sehingga tidak mencederai rasa keadilan.

Sementara itu, Direskrim Khusus Polda Kalbar Komisaris Besar (Pol) Bambang Priambada menyatakan, kasus penggelapan yang dilakukan oleh Budiono Tan saat ini masih dalam tahap penyidikan sehingga masyarakat diminta bersabar dan tidak melakukan tindakan anarkis.

"Untuk melakukan penyidikan terhadap rekening Budiono Tan kami masih menunggu izin dari gubernur Bank Indonesia yang hingga saat ini belum keluar," katanya.

Ia menjelaskan, setelah melakukan penyidikan Polda Kalbar menyimpulkan sekitar 30 diantaranya kasus itu masuk kategori penggelapan dan sisanya 70 persen masuk tindak pidana.

Direskrim Khusus Polda Kalbar berjanji segera memeriksa Budiono Tan kalau bukti-bukti sudah cukup sehingga mempunyai kekuatan hukum untuk menahannya. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number