Sintang

SENIN (22/09/2014):(-SINTANG-): Biaya Pendaftaran Pilkades Rp 25 Juta *** Danrem: Bandara Tebelian Strategis Untuk Pertananan Dan Keamanan *** Perkauan GKII Imanuel Sintang Rayakan HUT Ke-40 *** (-SEKADAU-): PT. PAM Masih Caplok Areal Hutan Produksi *** Bupati Ingatkan Pelamar CPNS Tidak Mudah Tertipu *** Potongan Greding Mencekik, Puluhan Petani Sawit Datangi Manajemen PT MPE *** (-MELAWI-): Jasad Pelajar Tenggelam Ditemukan Di Sungai Melawi *** Motor Beat Tabrak Truk, Satu Wanita Tewas Ditempat

Banner
Banner

Banjarmasin Dan Banjar Berstatus KLB Campak

Komentar (0)

13 Mei 2011, 02:41:52 WIB oleh Admin | dilihat: 13 kali

Print

Kalimantan Selatan-BANJARMASIN, (kalimantan-news) - Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, berstatus kejadian luar biasa untuk penyakit campak, kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan drg Rosihan Adhani.

Status itu ditetapkan setelah ditemukan delapan kasus campak di Kota Banjarmasin dan 40 kasus di Kabupaten Banjar, katanya di Tanjung, Kamis.

"Sekarang sudah dua wilayah di Kalsel yakni Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar yang masuk KLB untuk penyakit campak menyusul ditemukannya kasus positif campak akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat akan imunisasi campak," katanya.

Saat memaparkan program pembangunan kesehatan di Kalsel, i Ia menyebutkan, dari 40 kasus campak di Kabupaten Banjar, hanya 11 orang yang melakukan imunisasi campak.

Masyarakat diharapkan meningkatkan kesadarannya untuk mencegah penyakit campak dengan memberikan imunisasi kepada anak-anak sejak dini.

Selain menyoroti masih banyaknya kasus penyakit campak di Kalsel, Rosihan juga mengharapkan angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan.

Saat ini persentase persalinan yang ditolong dengan tenaga teknis di Kalsel hanya 68 persen dengan jumlah kematian bayi sekitar 116 kasus dan kematian ibu melahirkan 111 orang.

"Angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Kalimantan Selatan masih cukup tinggi mengingat masih rendahnya angka pertolongan persalinan oleh tenaga teknis," tambah Rosihan.

Karena itu, ke depan angka pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan diharapkan bisa mencapai lebih dari 60 persen dan ini harus didukung oleh Dinas Kesehatan masing-masing kota dan kabupaten, katanya. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number