Sintang

KAMIS (24/07/2014): (-SINTANG-): 90 Napi Lapas Sintang Dapat Remisi *** Air Kapuas Tak Layak Konsumsi *** Bupati Izinkan Gunakan Mobnas Untuk Mudik *** Kelanjutan Pembangunan Jalan Sungai Ukoi-Tugu Sebeji, Bupati Sarankan Kontraktor Bentuk Tiga Divisi *** DKPK Siaga Kebakaran Dan Sampah *** (-PARIWISATA-): Libur Lebaran, Disbudpar Targetkan Raub Restribusi Rp 60 Juta *** (-SEKADAU-): Bupati Ingatkan Pemudik Cek Kendaraan Sebelum Berangkat *** GKII Daerah Belitang Baru Gelar Rakerda Ke-III *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pulau Larilarian Kembali Masuk Wilayah Kotabaru Kalsel *** (-KALIMANTAN BARAT-): BPN Kubu Raya Kekurangan Juru Ukur *** (-KALIMANTAN TIMUR-): 2.205 Peserta Siap Ikuti UN Paket B

Banner
Banner

Revisi RTRW Kalbar Akan Masuki Rapat Pleno

Komentar (0)

23 Mei 2011, 02:49:11 WIB oleh Admin | dilihat: 18 kali

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Barat akan memasuki tahap pembahasan dalam rapat pleno tingkat pemerintah pusat.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Kalbar, Cornelius Kimha di Pontianak, Minggu, rapat tersebut dijadwalkan berlangsung tanggal 27 Mei mendatang di Bogor, Jawa Barat.

"Untuk Kalbar terbilang cepat dibanding daerah lainnya di Kalimantan. Kalimantan Timur misalnya, sekitar tiga tahun tapi belum selesai juga," kata dia.

Ia mencontohkan pula Kalimantan Tengah yang hingga kini revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah juga belum tuntas.

"Kalbar sekitar setahun saja dan sudah memasuki tahap rapat pleno," kata dia.

Ia mengakui, untuk revisi tersebut prosesnya tidak mudah dan butuh waktu yang lama.

"Karena harus melibatkan DPR dan Kementerian Kehutanan, baru dapat ditetapkan," kata Cornelius Kimha.

SK Menhutbun No 259/Kpts-II/2000 tanggal 23 Agustus 2000 tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi Kalbar menetapkan kawasan hutan seluas 9,1 juta hektare.

Berdasarkan data saat revisi disiapkan tahun lalu, luas kawasan hutan menjadi 7,5 juta hektare. Kawasan hutan tersebut berupa hutan produksi, hutan lindung, hutan produksi terbatas, dan hutan produksi yang dapat dikonversi.

Sebelumnya, hutan lindung seluas 2,2 juta hektare; hutan produksi 2,4 juta hektare; hutan produksi terbatas 2,2 juta hektare, dan hutan produksi yang dapat dikonversi 512 ribu hektare.

Sedangkan dalam usulan RTRW Provinsi Kalbar, hutan lindung menjadi 2,366 juta hektare. Namun ada juga yang turun seperti hutan produksi yang dapat dikonversi menjadi 307 ribu hektare. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number