Sintang

MINGGU (23/11/2014): (-SEKADAU-): Gereja Boti Diresmikan, Bupati dan Uskup Ajak Umat Manfaatkan Gereja Dengan Baik *** Listrik Jalan Rawak Byarpet, Pelanggan Ancam Klaim Barang Elektronik Rusak ke PLN *** (-KALBAR-): Pengelola Hutan Desa Dilibatkan Pulihkan Lahan Kritis *** (-PARLEMEN-): Legislator : Pendidikan Ujung Tombak Menghasilkan SDM Berkualitas *** (-KALTIM-): Gubernur Kaltim Raih Anugerah Kihajar 2014 *** (-KALTENG-): Murid Diminta Laporkan Apabila Terjadi Kekerasan Di Sekolah

Banner
Banner

PDAM Tabalong Tambah Pipa Sepanjang 800 Meter

Komentar (0)

24 Mei 2011, 07:03:35 WIB oleh Admin | dilihat: 47 kali

Print

Kalimantan Selatan-TABALONG, (kalimantan-news) - Perusahaan Daerah Air Minum Kota Tanjung, Kalimantan Selatan melakukan penambahan pipa sepanjang 800 meter untuk meningkatkan pelayanan air bersih di Tanjung dan Murung Pudak, Tabalong.

"Penambahan pipa kita lakukan pada jalur ke instalasi pengolahan air Belimbing dan Pembataan sehingga pelayanan di wilayah Mabuun bisa dioptimalkan," kata M Rizal, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Tabalong, Senin di Tanjung.

Penambahan dan penggantian pipa yang sudah tua sendiri menggunakan dana APBD kabupaten berupa dana penyertaan modal sebesar Rp1,5 miliar.

Direktur PDAM Tanjung Jumi'an mengakui kalau selama ini pelayanan air bersih ke sejumlah pelanggan terkendala terbatasnya kapasitas pengolahan air hingga sistem perpipaan yang sudah tua.

"Saat ini jumlah pelanggan PDAM sudah mencapai 12.500 lebih sementara kapasitas pengolahan air kita masih terbatas, karena itu melalui dana penyertaan modal dari pemerintah kabupaten maupun provinsi dialokasikan bagi perbaikan sistem perpipaan," kata Jumi'an.

Saat ini jumlah dana penyertaan modal yang diterima PDAM Tanjung mencapai Rp4 miliar masing-masing berasal dari APBD Kabupaten Rp1,5 miliar dan APBD provinsi Rp2,5 miliar.

Selain melakukan pembenahan sistem perpipaan, PDAM juga akan memberlakukan kenaikan tarif air bersih dari Rp2.200 per meter kubik menjadi Rp3.000 per meter kubik.

"Kenaikan tarif akan kita lakukan dalam waktu dekat mengingat tingginya biaya produksi yang harus dikeluarkan PDAM sementara tarif lama belum bisa memberikan keuntungan," tambahnya.

Kalangan dewan sendiri sempat menolak rencana kenaikan tarif PDAM dengan alasan belum optimalnya pelayanan air bersih di masyarakat.

"Peningkatan kualitas, kuantitas dan kontinuitas pelayanan harus bisa dilakukan PDAM untuk bisa memberlakukan kenaikan tarif seperti tertuang dalam permendagri nomor 23 tahun 2006," ujar Sudarmadi, anggota DPRD Fraksi Partai Amanat Nasional. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number