Sintang

RABU (23/04/2014): (-SINTANG-): Polres Sintang Kerahkan Anggota Pengamanan Pemilu Ulang di Kayan Hulu dan Ketungau Hulu *** Pemilik Rumah Libas Pencuri Hingga Tewas *** (-PARIWISATA-): Air Terjun Gurong Sumpit Jadi Wisata Alternatif *** (-KALIMANTAN BARAT-): Kubu Raya Gelar Raker Tingkatkan Layanan Kesehatan *** Singkawang Miliki Sekolah Negeri Berkonsep Sekolah Alam *** Kerajinan Barang Bekas Siswa Diminati Warga Asing *** (-PEMILU-): PDIP Masih Kuasai Kursi Dewan Sekadau *** KPU Kalbar Siap Gelar Pleno Hasil Pemilu *** Kapolres: Komisioner Akui Terima Uang Dari Caleg *** (-PARLEMEN-): Legislator : Perbatasan Masih Minim Perhatian Pemerintah *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Yayasan Bosf Perlu Rp26 Miliar Untuk Orangutan *** (-EKONOMI-): Pemprov Kaltim Dukung Kinerja UMKM Dan Koperasi *** (-KALIMANTAN TENGAH-): Pemkab Barito Utara Gelar Operasi Katarak Gratis *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Berharap Pengawas Ujian Nasional Tidak Arogan *** Pelaksanaan UN SLTP Sederajat Dimajukan Setengah Jam

Banner
Banner

DPRD Dukung Larangan Siswa SMP Pakai Motor

Komentar (0)

24 Mei 2011, 07:08:35 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Barat, Awang Sofian Rozali mendukung kebijakan Polresta Pontianak yang melarang siswa SMP ke sekolah menggunakan sepeda motor sendiri.

"Sudah banyak korban jiwa karena kecelakaan mengendarai sepeda motor, terutama yang melibatkan pelaku usia sekolah," kata Awang Sofian di Pontianak, Senin.

Menurut dia, kebijakan tersebut juga perlu didukung orang tua meski larangan dari Polresta Pontianak sudah agak terlambat.

Ia melanjutkan, pelarangan itu pada dasarnya adalah ketegasan Polri, orang tua dalam menegakkan aturan.

"Karena memang seharusnya sesuai ketentuan hanya yang sudah berusia 17 tahun dapat diproses permohonan SIM, yang berarti apabila sudah punya SIM baru boleh membawa kendaraan bermotor," kata dia.

Awang Sofian mengungkapkan, karena tidak sedikit orang tua yang bangga dengan anaknya yang dapat membawa motor.

"Bahkan minta diantar dengan anaknya berpergian walaupun usia dibawah 17 tahun, bahkan banyak diantaranya masih berusia SD," kata Awang Sofian yang juga Sekretaris Umum Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar itu.

Ia mengatakan, di usia tersebut akal dan emosinya masih kurang stabil.

Namun, lanjut dia, di saat yang bersamaan, Pemda juga harus memperbanyak layanan kendaraan umum yang lebih memadai dan murah.

"Kita sebagai orang tua harus lebih tegas dan bijak demi masa depan anak/bangsa agar lebih baik," kata dia.

Sehingga jangan dengan dalih supaya mudah dan tidak merepotkan, orang tua membiarkan anak membawa kendaraan sendiri, meski usianya masih dibawah 17 tahun.

"Kepada polisi, kami mendukung untuk lebih tegas dan persuasif/memperbanyak penyuluhan mengenai bahaya berkendaraan bagi anak yang belum berusia 17 tahun," kata Awang Sofian. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number