Sintang

SELASA (02/09/2014):(-SINTANG-):Pemkab Sintang Siapkan Rp20 Miliar Bangun Perbatasan *** Sintang - WWF Indonesia Kerja Sama Susun RTRWK ***(-SEKADAU-):Hubungan Hukum Adat dan Hukuman Negara Dibahas Dalam Rakor Temenggung *** Temenggung Bahas Konvensi Nilai Benda Adat Terkini *** (-PARIWISATA-):Bangunan Betang Youth Center Siap Difungsikan *** (-PEMILU-):Hanura Mengaku Sudah Didekati Sederet Nama Kandidat Pilkada *** (-KALBAR-):Polda Bentuk Tim Dalami Pamen Terlibat Narkoba *** Rektor Untan Ingatkan Ancaman Hukum Saat Opspek *** Kapolda Ancam Tangkap Polisi Disersi Dua Hari *** Tes CPNS Pontianak Di Laboratorium Komputer Untan *** (-KALTIM-):Pemkot Samarinda Siapkan 125 Formasi CPNS *** (-EKONOMI-):Harga Gabah Di Tingkat Petani Kalsel Turun *** (-KALSEL-):Kemenag Kalsel Belum Ada Jatah Penerimaan CPNS *** (-KALTENG-):Dinkes Perketat Pengawasan Depot Air Isi Ulang *** PLN Muara Teweh Lakukan Pemadaman Bergilir *** Warga Mulai Kesulitan Peroleh Air Bersih

Banner
Banner

DPRD Dukung Larangan Siswa SMP Pakai Motor

Komentar (0)

24 Mei 2011, 07:08:35 WIB oleh Admin | dilihat: 13 kali

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Barat, Awang Sofian Rozali mendukung kebijakan Polresta Pontianak yang melarang siswa SMP ke sekolah menggunakan sepeda motor sendiri.

"Sudah banyak korban jiwa karena kecelakaan mengendarai sepeda motor, terutama yang melibatkan pelaku usia sekolah," kata Awang Sofian di Pontianak, Senin.

Menurut dia, kebijakan tersebut juga perlu didukung orang tua meski larangan dari Polresta Pontianak sudah agak terlambat.

Ia melanjutkan, pelarangan itu pada dasarnya adalah ketegasan Polri, orang tua dalam menegakkan aturan.

"Karena memang seharusnya sesuai ketentuan hanya yang sudah berusia 17 tahun dapat diproses permohonan SIM, yang berarti apabila sudah punya SIM baru boleh membawa kendaraan bermotor," kata dia.

Awang Sofian mengungkapkan, karena tidak sedikit orang tua yang bangga dengan anaknya yang dapat membawa motor.

"Bahkan minta diantar dengan anaknya berpergian walaupun usia dibawah 17 tahun, bahkan banyak diantaranya masih berusia SD," kata Awang Sofian yang juga Sekretaris Umum Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar itu.

Ia mengatakan, di usia tersebut akal dan emosinya masih kurang stabil.

Namun, lanjut dia, di saat yang bersamaan, Pemda juga harus memperbanyak layanan kendaraan umum yang lebih memadai dan murah.

"Kita sebagai orang tua harus lebih tegas dan bijak demi masa depan anak/bangsa agar lebih baik," kata dia.

Sehingga jangan dengan dalih supaya mudah dan tidak merepotkan, orang tua membiarkan anak membawa kendaraan sendiri, meski usianya masih dibawah 17 tahun.

"Kepada polisi, kami mendukung untuk lebih tegas dan persuasif/memperbanyak penyuluhan mengenai bahaya berkendaraan bagi anak yang belum berusia 17 tahun," kata Awang Sofian. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number