Sintang

KAMIS (24/04/2014): (-PARLEMEN-): DPRD Kalsel Rekomendasikan Pemprov Tambah Rumah Sakit *** DPRD Minta Pemprov Kalsel Selesaikan Masalah Perbatasan *** (-KALIMANTAN SELATAN-): Pemerintah Daerah Diminta Konsisten Lindungi Lahan Pertanian *** Tabalong Kembangkan Budi Daya Padi Metode Sri *** (-KALIMANTAN TENGAH-): PWI Kalteng Gelar Pelatihan Teknologi Informatika *** Bupati Percayakan Pembahasan Provinsi Kotawaringin Ke Tim *** Perwakilan Mahasiswa Se-Kalteng Desak Penyelesaian Sengketa Lahan *** (-SPORT-): Persiapan Porprov Bikin KONI Kaltim "Galau" *** (-KALIMANTAN UTARA-): Malaysia Pulangkan 97 TKI Bermasalah Via Nunukan *** (-KALIMANTAN TIMUR-): Bupati: PDAM Harus Sigap Respon Keluhan Pelanggan *** (-KALIMANTAN BARAT-): Pontianak Wakili Kalbar Ke Fasi Nasional *** Mahasiswa UPN Akan KKN Di Perbatasan Entikong *** (-EKONOMI-): Pemkot Pontianak Berencana Perluas Pelabuhan Senghie *** (-PEMILU-): Polisi Tetapkan Komisioner KPU Kutai Timur Tersangka *** Rapat Pleno KPU Provinsi Kalbar Dihentikan Sementara

Banner
Banner

Status Lanal Pontianak Diusulkan Jadi Lantamal

Komentar (0)

28 Mei 2011, 18:19:05 WIB oleh Admin

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya Suparno mengajukan surat untuk menaikkan status Pangkalan TNI AL di Pontianak menjadi Pangkalan Utama.

"Surat disampaikan pertengahan tahun," kata Komandan Pangkalan TNI AL Pontianak, Kolonel Laut (P) Parno di Pontianak, Jumat.

Menurut dia, kalau pengajuan tersebut disetujui, maka pangkalan tersebut akan dipimpin oleh "Bintang Satu", sementara sekarang masih Kolonel.

Ia menambahkan, Pangkalan Utama TNI AL akan berfungsi untuk menyiapkan peralatan dan kebutuhan dari Kapal Perang RI.

"Misalnya kebutuhan logistik prajurit, kapal maupun peralatan lainnya," kata dia.

Ia melanjutkan, konsekuensi lainnya kemungkinan akan ada penambahan personel untuk mendukung tugas dari Pangkalan Utama TNI AL.

Sedangkan untuk lokasi pangkalan, sementara ada dua pilihan yakni di Pontianak dan Kuala Mempawah (Kabupaten Pontianak).

Namun, lanjut dia, untuk di Pontianak, luasnya terbatas yakni sekitar dua hektare. Selain itu, kapal perang ukuran besar sulit masuk karena kedalaman yang terbatas di alur Sungai Kapuas yang menuju ke Pangkalan TNI AL di Pontianak.

"Untuk KRI Yos Soedarso, yang kemarin ke Somalia, tidak cukup masuk alur Sungai Kapuas," katanya.

Lokasi lainnya di Kuala Mempawah mempunyai luas kawasan 56 hektare.

Kolonel Parno mengatakan, kemungkinan lainnya pangkalan tersebut bergabung dengan rencana lokasi pembangunan pelabuhan internasional di Kalbar. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number