Sintang

SELASA (02/09/2014):(-SINTANG-):Pemkab Sintang Siapkan Rp20 Miliar Bangun Perbatasan *** Sintang - WWF Indonesia Kerja Sama Susun RTRWK ***(-SEKADAU-):Hubungan Hukum Adat dan Hukuman Negara Dibahas Dalam Rakor Temenggung *** Temenggung Bahas Konvensi Nilai Benda Adat Terkini *** (-PARIWISATA-):Bangunan Betang Youth Center Siap Difungsikan *** (-PEMILU-):Hanura Mengaku Sudah Didekati Sederet Nama Kandidat Pilkada *** (-KALBAR-):Polda Bentuk Tim Dalami Pamen Terlibat Narkoba *** Rektor Untan Ingatkan Ancaman Hukum Saat Opspek *** Kapolda Ancam Tangkap Polisi Disersi Dua Hari *** Tes CPNS Pontianak Di Laboratorium Komputer Untan *** (-KALTIM-):Pemkot Samarinda Siapkan 125 Formasi CPNS *** (-EKONOMI-):Harga Gabah Di Tingkat Petani Kalsel Turun *** (-KALSEL-):Kemenag Kalsel Belum Ada Jatah Penerimaan CPNS *** (-KALTENG-):Dinkes Perketat Pengawasan Depot Air Isi Ulang *** PLN Muara Teweh Lakukan Pemadaman Bergilir *** Warga Mulai Kesulitan Peroleh Air Bersih

Banner
Banner

Status Lanal Pontianak Diusulkan Jadi Lantamal

Komentar (0)

28 Mei 2011, 18:19:05 WIB oleh Admin | dilihat: 23 kali

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya Suparno mengajukan surat untuk menaikkan status Pangkalan TNI AL di Pontianak menjadi Pangkalan Utama.

"Surat disampaikan pertengahan tahun," kata Komandan Pangkalan TNI AL Pontianak, Kolonel Laut (P) Parno di Pontianak, Jumat.

Menurut dia, kalau pengajuan tersebut disetujui, maka pangkalan tersebut akan dipimpin oleh "Bintang Satu", sementara sekarang masih Kolonel.

Ia menambahkan, Pangkalan Utama TNI AL akan berfungsi untuk menyiapkan peralatan dan kebutuhan dari Kapal Perang RI.

"Misalnya kebutuhan logistik prajurit, kapal maupun peralatan lainnya," kata dia.

Ia melanjutkan, konsekuensi lainnya kemungkinan akan ada penambahan personel untuk mendukung tugas dari Pangkalan Utama TNI AL.

Sedangkan untuk lokasi pangkalan, sementara ada dua pilihan yakni di Pontianak dan Kuala Mempawah (Kabupaten Pontianak).

Namun, lanjut dia, untuk di Pontianak, luasnya terbatas yakni sekitar dua hektare. Selain itu, kapal perang ukuran besar sulit masuk karena kedalaman yang terbatas di alur Sungai Kapuas yang menuju ke Pangkalan TNI AL di Pontianak.

"Untuk KRI Yos Soedarso, yang kemarin ke Somalia, tidak cukup masuk alur Sungai Kapuas," katanya.

Lokasi lainnya di Kuala Mempawah mempunyai luas kawasan 56 hektare.

Kolonel Parno mengatakan, kemungkinan lainnya pangkalan tersebut bergabung dengan rencana lokasi pembangunan pelabuhan internasional di Kalbar. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number