Sintang

SELASA (02/09/2014):(-SINTANG-):Pemkab Sintang Siapkan Rp20 Miliar Bangun Perbatasan *** Sintang - WWF Indonesia Kerja Sama Susun RTRWK ***(-SEKADAU-):Hubungan Hukum Adat dan Hukuman Negara Dibahas Dalam Rakor Temenggung *** Temenggung Bahas Konvensi Nilai Benda Adat Terkini *** (-PARIWISATA-):Bangunan Betang Youth Center Siap Difungsikan *** (-PEMILU-):Hanura Mengaku Sudah Didekati Sederet Nama Kandidat Pilkada *** (-KALBAR-):Polda Bentuk Tim Dalami Pamen Terlibat Narkoba *** Rektor Untan Ingatkan Ancaman Hukum Saat Opspek *** Kapolda Ancam Tangkap Polisi Disersi Dua Hari *** Tes CPNS Pontianak Di Laboratorium Komputer Untan *** (-KALTIM-):Pemkot Samarinda Siapkan 125 Formasi CPNS *** (-EKONOMI-):Harga Gabah Di Tingkat Petani Kalsel Turun *** (-KALSEL-):Kemenag Kalsel Belum Ada Jatah Penerimaan CPNS *** (-KALTENG-):Dinkes Perketat Pengawasan Depot Air Isi Ulang *** PLN Muara Teweh Lakukan Pemadaman Bergilir *** Warga Mulai Kesulitan Peroleh Air Bersih

Banner
Banner

Kejaksaan Negeri Tanjung Periksa 52 Kepala Sekolah

Komentar (0)

09 Juni 2011, 14:51:41 WIB oleh Admin | dilihat: 13 kali

Print

Kalimantan Selatan-TABALONG, (kalimantan-news) - Kejaksaan negeri Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, telah memeriksa 52 kepala sekolah terkait dugaan penyimpangan dana alokasi khusus 2010, untuk pengadaan buku perpustakaan.

Kasi pidana khusus (Pidsus) Kejari Tanjung, Nurul Anwar mengatakan dari dugaan praktik korupsi ini telah ditetapkan dua tersangka masing-masing berinisial SY (45) dan NN.

"Dalam tahap penyelidikan kita sudah memeriksa 52 kepala sekolah dan tersangka sudah ditetapkan masing-masing pihak dinas pendidikan dan kontraktor," jelas Nurul, Rabu di Tanjung.

Dalam program bantuan buku perpustakaan yang bersumber dari DAK 2010 ada 52 sekolah yang menjadi sasaran namun jumlah buku yang diterima pihak sekolah tak sesuai kontrak.

Diprediksikan kerugian negara akibat penyimpangan pengadaan buku perpustakaan ini mencapai Rp2 miliar.

"Proses penyelidikan terus kita lakukan dan untuk sementara belum ada tersangka baru," ujar Nurul.

Rencananya kejaksaan negeri Tanjung akan meminta keterangan kepala dinas pendidikan, Erwan terkait kasus dugaan penyimpangan pengadaan buku perppustakaan bagi 52 sekolah ini.

"Kepala dinas disdik belum kita periksa, yang pasti kita tetap mengacu pada asas praduga tak bersalah karena itu nama tersangka hanya inisial saja," tambahnya.

Sementara itu temuan penyidik, pengadaan buku perpustakaan bagi 52 sekolah seharusnya mencapai 472.160 buah dengan rincian dua paket (satu paket berisi 4.540 buku) untuk satu sekolah. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number