Sintang

SENIN (1/09/2014): (-SINTANG-): Bupati Sintang Buka Camp Wanita Bijak *** Bupati Tinjau Pembengunan Gedung Gereja di Kebong *** Pasca Kebakaran Pasar Inpres Segera di Bangun *** (-SEKADAU-): Rakoordat Digelar Hari Ini *** Buah Tengkawang Mulai Banjir *** Air Terjun Gurung Sumpit Yang Mempesona, Walau Mulai Tercemar *** Dewan Dukung Penataan Wisata Gurung Sumpit *** Perlu Bangun Trotoar di Jalan Rawak

Banner
Banner

Polisi Sita 100 Karung Gula Pasir Illegal

Komentar (0)

15 Juni 2011, 15:33:16 WIB oleh Admin | dilihat: 17 kali

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Direktorat Polisi Air Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menyita sebanyak 100 karung atau lima ton gula pasir illegal asal India dan Thailand yang dibawa menggunakan kapal motor Sinar Indah di perairan muara Sungai Kubu, Kabupaten Kubu Raya.

"Diamankannya gula pasir illegal sebanyak lima ton itu karena masuk tanpa disertai dokumen," kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan, pada Kamis (9/6) lalu Ditpolair Polda Kalbar melakukan penangkapan terhadap KM Sinar Indah yang kedapatan membawa 100 karung gula pasir illegal di perairan muara Sungai Kubu KKR, gula pasir illegal itu dibawa dari Pontianak tujuan Padang Tikar oleh tersangka HR warga Jalan Suwignyo Kota Pontianak yang kini menjalani pemeriksaan di Polda Kalbar.

Mukson menyatakan, modus tersangka memasarkan gula pasir illegal dengan mengganti karung asli yang bertuliskan gula asal India dan Thailand dengan karung gula produksi GMP Lampung - Indonesia berat bersih 50 kilogram/karung.

Diperkirakan, harga per karung gula pasir itu dijual di pasaran Rp420 ribu atau nilai total gula ilegal yang diamankan itu sekitar Rp42 juta, kata Mukson.

Tersangka diancam pasal tentang tindak pidana perlindungan konsumen pasal 62 jo pasal 8, UU No.98/1999, pasal 55 UU No.77/96 tentang Pangan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda paling besar Rp5 miliar.

"Kami tidak menggunakan UU tentang kepabeanan karena penangkapan impor gula illegal itu sudah masuk di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Bupati Sanggau Setiman Sudin memperkirakan 77 persen kebutuhan gula pasir yang ada di Kalbar dipasok dari perdagangan ilegal melalui pintu perbatasan.

"Kebutuhan gula pasir di Kalbar setiap bulan sekitar tujuh ribu ton per bulan, atau setahunnya 84 ribu ton," katanya.

Namun, lanjut dia, pasokan resmi berasal dari perdagangan antarpulau sebanyak 11 ribu ton per tahun, dan impor 9 ribu ton.

"Jadi hanya sekitar 23 persen kebutuhan gula Kalbar dipenuhi dari perdagangan illegal," kata dia.

Sedangkan sisanya diduga berasal dari perdagangan illegal. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number