Sintang

SELASA (21/10/2014): (-SINTANG-): Dokter Bambang Teramcam Sangsi Dari Tiga Organisasi *** (-SEKADAU-): Aksi Sosial IWAS dan Pelajar Kumpulkan Dana Kemanusiaan Senilai Rp. 14 Juta lebih *** (-MELAWI-):Empat Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi Melawi *** Empat Sekolah Langganan Ikuti Lomba Sekolah Sehat *** (-PARLEMEN-): Kode Etik Dewan Sekadau Mengacu UU MD-3 2009 *** Perbaiki Mutu Komoditas Karet Sadapan *** (-NASIONAL-): Pemprov Kalbar Serahkan Penanganan Rambu Suar Ke TNI *** (-KALBAR-): Ratusan Lowongan Kerja Tersedia Di Kota Singkawang

Banner
Banner

Guru Kontrak Atasi Kekurangan Guru Di Kapuas Hulu

Komentar (0)

23 Juni 2011, 08:00:15 WIB oleh Timo | dilihat: 22 kali

Print

Kapuas Hulu-PUTUSSIBAU, (kalimantan-news) - Dengan pemikiran brilian untuk kemajuan dunia pendidikan di Kapuas Hulu. Salah satunya dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia priode 2000-2008, Iskandar. Mengajukan usulan guru kontrak bisa membantu untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik yang ada di daerah Kapuas Hulu khususnya bagi sekolah yang ada di wilayah desa tertinggal.

”Guru kontrak bisa menjadi solusi terhadap kekurangan guru di Kapuas Hulu khususnya didaerah pedalaman,” kata Iskandar yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Bina Marga Kapuas Hulu ini.

Sebaliknya kata Iskandar, agar guru kontrak tidak menuntut hak yang macam-macam, seperti pengangkatan menjadi PNS, Dinas Pendidikan bisa mengikat guru tersebut dengan perjanjian untuk tidak akan menuntut untuk diangkat menjadi PNS.

”Teknis administrasinya bisa di buat, termasuk jika guru kontrak tersebut pergi meninggalkan tempat bisa dibuat perjanjian gugur dengan sendirinya,” jelasnya.

Selain itu Iskandar mengaku prihatin dengan SD Tekalong Jaya yang ditinggalkan gurunya karena berbagai alasan (baca Harian Kalbar Online, Selasa 21 Juni 2011).

”Kasian 46 siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut. Kita harus mencarikan solusi agar sekolah ini tidak tutup. Dan saya sangat mengapresiasi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang berencana menempatkan guru di sekolah tersebut,” kata Iskandar yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Depdikbud 1995-2003 di Kecamatan Kalis ini.

Mestinya kata dia, alokasi 20 persen dana pendidikan bisa digunakan untuk mengatasi kekurangan guru.
 
”Tenaga kontrak akan sangat dibutuhkan, salah satu untuk mengisi kebutuhan kekurangan guru di sekolah,” tukasnya.

Sementara itu untuk solusi lain kata Iskandar dengan  memberdayakan guru-guru tamatan DII dan tamatan STAIN Pontianak yang saat ini masih belum PNS dan banyak di Kapuas Hulu.

”Sebab saat ini masih banyak guru di Kapuas Hulu, kenapa tidak kita manfaatkan,”cetusnya.

Sedangkan untuk   sekolah yang kekurangan guru mengajar Iskandar  menyarankan agar diberi tunjangan khusus bagi guru yang mengajar lebih dari jam-jam normal atau tunjangan kelas mengajar.
 
”Itu bisa dilakukan untuk merangsang guru yang mengajar di sekolah yang jumlah gurunya hanya terbatas sementara jumlah muridnya banyak,” tegasnya.  (phs)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number