Sintang

JUMAT (28/11/2014): (-KALBAR-): Banjir Ancam Kabupaten Landak Kalbar *** Anjongan Jadi Rintisan Program Pengendalian Hama Terpadu *** (-KALTENG-): Pengumuman Tes CPNS Kotim Belum Ada Kejelasan *** PNS Kotawaringin Timur Akan Jalani Tes Urine *** (-KALSEL-): Kampanye Lingkungan Hijau Bersepeda FKH 488 Km Dimulai

Banner
Banner

Harga Minyak Tanah Di Selat Sesuai HET

Komentar (0)

05 Juli 2011, 01:01:37 WIB oleh Admin | dilihat: 40 kali

Print

Kalimantan Tengah-KAPUAS, (kalimantan-news) - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah dipangkalan untuk wilayah Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) masih sesuai dengan harga eceren tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

"HET minyak tanah di Kecamatan Selat masih sesuai dengan surat keputusan Bupati Kapuas," kata Kepala Bidang Kemetereologian dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Syaiful Rahman di Kuala Kapuas, Senin.

Sesuai dengan keputusan Bupati Kapuas nomor 49/Perindagkop tahun 2009 tanggal 17 Februari 2009, HET minyak tanah dipangkalan Rp3.500 per liter.

Penetapan HET tersebut berdasarkan penghitungan dari komponen harga Ex Pertamina Rp2.500 per liter, ongkos angkut dari Depot Pertamina Rp325 per liter.

Kemudian keuntungan Agen, Stasiun Pengisian Bahan Bakar atau Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) Rp175 liter, harga penjualan Agen, Stasiun Pengisian Bahan Bakar atau APMS Rp3.000 per liter.

Selanjutnya ongkos angkut ke pangkalan Rp150 per liter, keutungan di pangkalan Rp350 per liter dan HET di Pangkalan Rp3.500 per liter.

Sedangkan untuk Kecamatan Kapuas Hilir, HET minyak tanah sama dengan harga yang telah ditetapkan oleh Bupati Kapuas untuk Kecamatan Selat.

Sementara berdasarkan pantauan harga untuk HET minyak tanah ditingkat pengecer masih bervariasi sebesar Rp4.000 per liter, meskipun HET minyak tanah pada tingkat pengecer belum diatur dalam keputusan Bupati Kapuas tersebut.

Terkait dengan harga minyak tanah yang melebihi dari HET yang telah ditetapkan, Syaiful mengatakan kenaikan harga tersebut dipicu oleh oknum penjual di pasaran.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas, Agung Lintar Alfian mengatakan bahwa minyak tanah di daerah itu memang sangat terbatas sehingga perlu dilakukan pembatasan pembelian.

Upaya ini dimaksudkan agar warga yang menggunakan BBM memakai kartu pengambilan jatah minyak tanah sesuai dengan pendataan dari RT pada pangkalan yang telah ditunjuk, katanya. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number