Sintang

JUMAT (24/10/2014): (-SINTANG-): Bupati Sintang Lepas Persista U 17 Ke Jember *** Pastikan BBGRM Berjalan, Tim Tinjau Pelaksanaan Gotong Royong *** (-SEKADAU-): Pemkab Sekadau Cari Solusi Berantas Bencana DBD *** (-KALBAR-): Pemkot Pontianak Hijaukan Alun-Alun Kapuas Dengan Pohon *** )-EKONOMI-): Garuda Akan Resmikan Rute Intra Kalimantan *** (KALTIM-): Berau Kembangkan Pusat Pembibitan Ternak Perdesaan *** Samarinda Kembali Diselimuti Kabut Asap *** (-KALTENG-): Presiden MADN: Jangan Terprovokasi Dan Hindari Konflik

Banner
Banner

Polda Kalteng Tangani Sembilan Perusahaan Besar Sawit

Komentar (3)

08 Juli 2011, 04:05:06 WIB oleh Admin | dilihat: 96 kali

Print

Kalimantan Tengah-PALANGKARAYA, (kalimantan-news) - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Brigjend (Pol) H Damianus Djakey mengatakan, ada sembilan perusahaan besar sawit (PBS) yang saat ini sedang ditangani kepolisian setempat.


"Berdasarkan data kasus perusahaan perkebunan yang ditangani Polda Kalteng 2009 sampai 2011, berjumlah sembilan perusahaan. Kesembilan perusahaan tersebut, tindak pelanggarannya tidak sama," kata Damianus Djakey, ketika ditemui sejumlah wartawan di lantai III Kantor Gubernur Kalteng, Kamis.

Menurutnya, tindak pidana atau pelanggaran yang dilakukan PBS itu, terhadap Undang-Undang No : 41/99 tentang Kehutanan, Perda No : 5/2003 tentang Pembakaran Hutan dan Atau Lahan, Undang-Undang No :18/2004 tentang Perkebunan.

"Pelanggaran terhadap Undang-Undang No : 41/99, ada dua perusahaan yang saat ini dalam proses tahap II, dua perusahaan dalam tahapan sidik, satu perusahaan dalam tahapan lidik, dan satu perusahaan lagi sudah dilimpahkan oleh Polres Kotawaringin Barat," ujarnya.

Dia mengatakan, sedangkan pelanggaran Perda No : 5/2003, saat ini masih dalam proses tahap II, pelanggaran Undang-Undang No : 18/2004, dua perusahaan dalam tahapan lidik dan satu perusahaan dalam tahapan sidik.

"Sembilan perusahaan yang saat ini dalam proses hukum itu adalah, PT Flora Nusa Perdana, PT Susantri Permai, PT Bisma Darma Kencana, PT Rimba Elok, PT Agro Bukit, PT Sarana Titian permata, PT Wanyasa Kahuripan Indonesia, PT Kapuas Maju Jaya, PT Nusa Sawit Perdana , dan PT Tunas Agro Sawit Kencana," katanya.

Dijelaskannya, jenis gangguan atau konflik perkebunan yang ditangani Polda Kalteng berupa, sengketa tanah, tanah garapan, penyerobotan, pengrusakan, tuntutan ganti rugi lahan masyarakat oleh perusahaan kebun.

"Selain itu, gangguan atau konflik lainnya yang ditangani Polda Kalteng adalah, bantuan penyelesaian sengketa hak atas lahan garapan, perambahan kawasan, dan belum lengkap perizinan, seperti ini usaha perkebunan, hak guna usaha (HGU), dan pelepasan kawasan, izin pemanfaatan kawasan, garapan di liur areal dan lainnya," katanya.

Kemudian, sambung dia, jumlah kasus pada tahun 2010 untuk sengketa tanah, tanah garapan, penyerobotan, pengrusakan , tuntut ganti rugi lahan masyarakat oleh perusahaan sebanyak 34 kasus dan pada tahun 2011 sebanyak 46 kasus.

"Sedangkan bantuan penyelesaian sengketa hak atas lahan garapan sebanyak tujuh kasus pada tahun 2010 dan delapan kasus pada 2011. Untuk perambahan hutan pada tahun 2010, ada tiga kasus dan tahun 2011 ada satu kasus. Belum lengkap perizinan sebanyak tiga kasus pada tahun 2010 dan dua kasus pada tahun 2011," katanya. (phs/Ant)

Komentar (3)

Beri Komentar
  • bambang

    bambang:

    03 Maret 2012, 01:28:56 WIB

    tindak tegas pelaku perambahan hutan oleh PBS Sawit

  • 7pqSrdp4Ewc

    7pqSrdp4Ewc:

    20 Oktober 2013, 17:30:03 WIB

    Sok tau... yang nomer 8 bukan dari Yogyakarta, dari cibinong bogor oon..itu bokin gue dasar paok..gk tau malu paajng foto orang sembarangan...w sekolah di SMKN 1 BOGOR, dia masih klas 1 SMA di Eka wijaya...

  • J8tm3cuvA

    J8tm3cuvA:

    26 Oktober 2013, 16:07:44 WIB

    Di, kok aku pesen harganya tetep yah.. Gag ada diuonsct.. Tulisannya "Quantity diuonsct tidak berlaku pada produk yang dikenai item diuonsct (sale)." http://gtigxevsdg.com [url=http://pifnsehbcu.com]pifnsehbcu[/url] [link=http://mjqrblbpj.com]mjqrblbpj[/link]

Beri Komentar




Security Number