Sintang

KAMIS (27/11/2014): (-PARLEMEN-): Zulkifli: MPR Komitmen Bangun Perbatasan *** DPRD Sintang Rapat Paripurna Persiapan Pelantikan Pimpinan Definitif *** (SEKADAU-): Operasi Zebra 2014, Razia Utamakan Penindakan dan Pembinaan *** Bina Anak Calon Generasi Penerus *** Sekda : Aparatur Desa Harus Mampu Majukan Desa *** (-KALSEL-): Bupati : Tunjangan Guru Daerah Terpencil Akan Dinaikkan *** (-KALTENG-): Polisi Amankan Uang Suap Milyaran *** Pimpinan DPRD Kapuas Ditetapkan Tersangka Kasus Suap *** (-NGABANG-): 50 Orang Meninggal Akibat HIV/AIDS Di Landak *** (-KALTIM-): Warga Perbatasan Sudah Nikmati Jaringan Telepon Selular

Banner
Banner

Kerajinan Anyaman Rotan Kapuas Diminati Pengusaha Banjarmasin

Komentar (0)

11 Juli 2011, 01:51:42 WIB oleh Admin | dilihat: 111 kali

Print

Kalimantan Tengah-KAPUAS, (kalimantan-news) - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan hasil anyaman rotan diminati pengusaha Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk diolah dan diekspor ke mancanegara.


"Hasil anyaman rotan tersebut dibeli dalam bentuk barang setengah jadi oleh pengusaha dari Banjarmasin," kata Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas, Sarmudi di Kuala Kapuas, Minggu.

Hasil anyaman rotan dalam bentuk barang setengah jadi dari daerah itu kemudian dilakukan proses finishing dalam bentuk aneka produk anyaman yang harus memenuhi syarat dari beberapa negara tujuan ekspor.

Selain pengusaha dari Banjarmasin, produk anyaman rotan setengah jadi maupun dalam bentuk barang jadi dari daerah itu juga banyak dibeli oleh pengusaha souvenir dari Yogyakarta dan Bali.

Ia mengatakan anyaman rotan yang dibeli dalam bentuk barang setengah jadi tersebut dan diproses diluar daerah menjadi aneka produk kerajinan anyaman rotan disebabkan kurangnya inovasi dari para pengrajin di Kabupaten Kappuas untuk menciptakan model-model baru terhadap anyaman rotan.

"Anyaman rotan dari Kabupaten Kapuas masih banyak diminati oleh pengusaha souvenir untuk dibuat aneka barang kerajinan yang dipadukan dengan bahan baku lain sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis dari anyaman rotan tersebut," katanya.

Kendala lainnya yang dihadapi oleh para pengrajin anyaman rotan di daerah itu yakni minimnya pengetahuan dan informasi pasar serta jiwa kewirausahaan masih rendah, aksebilitas terhadap sumber permodalan rendah, belum mampu memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

"Karena pengrajin anyaman rotan ini sebagian besar ibu-ibu rumah tangga untuk pekerjaan sampingan yang tentunya belum mampu memenuhi pesanan dalam jumlah besar sehingga perlu upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kuantitas untuk memenuhinya," katanya.

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan Balai Diklat Keterampilan Wilayah IV Yogyakarta melaksanakan pelatihan kepada pengrajin anyaman rotan di daerah itu.

Pelatihan itu dimaksudkan untuk meningkatkan daya kreatifitas dan inovasi sehingga produk anyaman rotan mempunyai daya saing pada tingkat nasional maupun mancanegara, demikian Sarmudi. (phs/Ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number