Sintang

SELAMAT HARI RAYA NATAL 25 DESEMBER 2014 DAN SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2015

Banner
Banner

50 Orang Lakukan Operasi Bibir Sumbing.

Komentar (0)

17 Juli 2011, 02:23:07 WIB oleh Petrus Heri Sutopo | dilihat: 49 kali

Print
50 Orang Lakukan Operasi Bibir Sumbing.

Sintang-KOTA, (kalimantan-news) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, bekerjasama dengan Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir Dan Langit-Langit, selama 2 hari mulai Sabtu (16/07/2011) menggelar operasi bagi penderita bibir sumbing, yang berlangsung di RSUD Ade M Joen.

4 orang dokter bedah mulut yang tergabung dalam YPPCBL, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 melakukan opersi terhadap penderita bibir sumbing dan langit-langit, yang rata-rata adalah pasien balita, termasuk juga remaja dan orang dewasa.

Menurut Kapala Dinas Kesehatan dr.Marcus Gatot Budi P, M.Kes dalam kegiatan ini, pihaknya telah mendata lebih dari 50 orang penderita bibir sumbing mendaftarkan diri. Para penderita, lanjut Marcus sebagian besar adalah balita juga anak-anak, remaja dan orang dewasa.

“4 dokter bedah ini serentak melakukan operasi. Pasien sebagian besar anak balita,” jelasnya.

Ditambahkannya, para pasien ini tidak hanya berasal dari kabupaten Sintang tapi juga datang dari kabupaten sekitarnya bahkan juga ada yang berasal dari Kota Pontianak  serta Kabupaten Pontianak.

“ Terbanyak pasien dari Sintang dan Sekadau, sisanya datang dari Sanggau, Melawi, kapuas Hulu, Kota Pontianak dan Kabupaten Pontianak,” ungkapnya.

Dari bagian registrasi, sementara tercatat Kabupaten Sintang 26 orang, Sekadau 11, Sanggau dan Melawi 5, Kapuas Hulu dan Kota Pontianak 3 serta Kabupaten Pontianak 1.

“Target kita 50 orang, kemungkinan jumlah tersebut akan melampaui,” kata Marcus.

Dalam kegiatan ini, pasien celah bibir lebih mendominasi ketimbang pasien untuk penderita langit-langit.  Marcus menjelaskan, untuk melakukan operasi ini, pasien harus dalam kondisi yang sehat.

“Untuk itulah sebelumnya pasien akan dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Selain itu orang tua anak juga harus mengisi formulir pernyataan untuk dilakukan operasi,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan  juga menjelaskan mengenai bibir sumbing. Menurutnya, secara medik bibir sumbing merupakan kelainan formasi bibir akibat terganggunya fusi (menyatu) selama masa pertumbuhan intra uterine (dalam kandungan).

“Gangguan fusi ini terutama terjadi pada trimester pertama kehamilan yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor,” ungkapnya.

Faktor-faktor seperti mutasi gen serta kelainan kromoson merupakan faktor herediter. Penyebab lainnya seperti faktor eksternal atau lingkungan seperti usia ibu, obat-obatan, nutrisi, virus, radiasi stress emosional serta trauma.

Untuk tingkat kelainan bibir sumbing sendiri sangat bervariasi mulai dari yang ringan hingga terparah yang mencapai hidung. Lanjut Marcus, beberapa jenis bibir sumbing yang diketahui seperti unilateral incomplete, unilateral complete, dan bilateral complete. (*)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number