Sintang

SELASA (16/09/2014): (-SINTANG-):Polres Sintang Amankan Mobil Tangki Modifikasi *** Bupati Sintang Hadiri Peringatan HUT PEPABRI *** Ita Alman Andela, Sukses Ikuti Program Kpn 2014 *** (-MELAWI-): Banyak Proyek Fisik Terancam Tak Tuntas *** Antisipasi Paham Sempalan, Bupati Minta Tokoh Agama Lakukan Koordinasi *** Pemkab Serahkan Bonus MTQ *** (-SEKADAU-): Bupati Sekadau Terima Penghargaan WTP Dari Menkeu RI *** (-PARIWISATA-): Eksotik Air Terjun Semirah Putih, Bertingkat Tujuh *** Pabung Kodim 1204 Sekadau Miliki Kantor Baru *** (SANGGAU-): Tiga Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Bis Allegra *** (-KALBAR-): Kompolnas: Polda Kalbar Sudah Layak Tipe A *** (-KALTARA-): Politeknik Negeri Nunukan Tes Masuk Calon Mahasiswa *** (-KALTIM-): Polisi Ringkus Oknum Jaksa Diduga Pengedar Narkoba *** (-KALTENG-): Animo Pendaftaran Calon CPNS Barito Utara Tinggi

Banner
Banner

9.145 Guru Kalbar Tidak Bisa Naik Pangkat

Komentar (1)

13 Agustus 2011, 06:59:30 WIB oleh Admin | dilihat: 16 kali

Print

Kalimantan Barat-PONTIANAK, (kalimantan-news) - Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Barat Suhartono Arham menyatakan, sekitar 9.145 guru pangkat IV/a tidak bisa naik pangkat karena terkendala tidak bisa menulis karya ilmiah.

"Kebanyakan guru yang tidak bisa naik pangkat itu rata-rata karena tidak bisa menulis karya ilmiah syarat bagi pengembangan profesi guru," kata Suhartono Arham di Pontianak, Jumat.

Ia menjelaskan, permasalahan itu penyebab utama dalam pembinaan karir dalam jabatan fungsional kenaikan pangkat/jabatan guru yang belum diikuti dengan kenaikan kompetensinya.

Menurut Suhartono menyatakan, kenaikan pangkat/jabatan guru dari golongan II/a sampai dengan IV/a sangat mudah dan cepat. Namun kenaikan pangkat/jabatan guru dari golongan IV/a sampai IV/c sangat sulit untuk dapat naik pangkat.

"Akibatnya terjadi penumpukan pangkat guru pada golongan IV/a," ungkapnya.

Penyebab sulitnya guru pada golongan itu untuk naik pangkat, karena terhambatan dalam pengembangan profesi salah satunya, yakni penyusunan karya tulis ilmiah sebagai persyaratan dalam kenaikan pangkat/jabatan dari IV/a sampai IV/c.

Guna mengatasi permasalahan itu, LPMP Kalbar berusaha memfasilitasi para guru dengan pemberian bimbingan untuk melakukan pengembangan profesi dalam bentuk penulisan karya tulis ilmiah bagi guru golongan IV/a.

"Kami mulai tanggal 12-14 Agustus menyelenggarakan pemberian bimbingan pada 80 orang guru se-Kalbar dalam penulisan karya tulis ilmiah," jelasnya.

Suhartono menjelaskan, dari pengalaman sebelumnya, minat guru untuk mengikuti pelatihan penulisan karya tulis ilmiah masih kurang.

"Sehingga kuota yang kami sediakan tidak pernah penuh. Tahun 2008 kami memberikan dana hibah sebesar Rp3 juta bagi setiap guru yang ingin melakukan penulisan karya tulis ilmiah namun peminatnya hanya setengahnya dari kuota," kata Suhartono. (phs/Ant)

Komentar (1)

Beri Komentar
  • M. Ainur Rizqi

    M. Ainur Rizqi:

    27 Juli 2012, 07:14:09 WIB

    Kalo boleh tau siapa penulis article ini ya,,

    sya perlu untuk referensi skripsi saya

Beri Komentar




Security Number