Sintang

SABTU (19/04/2014): (-SINTANG-): Bawa Senjata Tajam Saat Pleno di KPU Dua Orang di gelandang ke Mapolres *** Rayakan Paskah, Jemaat GKII Gracia Kunjungi STTI Kelansam

Banner
Banner

HARI LANSIA KE 14 DI BERBAGAI DAERAH SEPI

Komentar (0)

31 Mei 2010, 19:41:53 WIB oleh Syukur Saleh

Print
HARI LANSIA KE 14 DI BERBAGAI DAERAH SEPI

Sintang-KOTA, (kalimantan-news) - Mungkin tak banyak yang tahu kalau tanggal 29 Mei adalah Hari Lanjut Usia Nasional (Hari Lansia/HALUN) yang merupakan salah satu hari penting di Indonesia yang diperingati setiap 29 Mei sebagai wujud kepedulian dan penghargaan terhadap orang lanjut usia. Pada hal Hari Lansia harusnya kita rayakan sebagaimana hari-hari besar lainnya. Mengingat para lansia merupakan orang-orang yang mempunyai banyak jasa bagi anak-anak, keluarga, masyarakat dan bangsa sesuai dengan perannya selama masih di usia produktif. Dan setiap manusia akan memasuki yang namanya lansia. Namun, sampai hari ini, belum banyak daerah yang mau merayakan Hari Lansia tersebut.

Menurut Undang-Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, Lansia adalah orang yang telah berusia 60 tahun ke atas. UU tersebut telah ditindaklanjuti antara lain dengan diterbitkannya PP No. 43 tahun 2004 tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lansia, Kepres No. 52 tahun 2004 tentang Komisi Nasional Lansia serta Permendagri No. 60 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Komisi Daerah Lansia dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanganan Lansia di daerah serta merancang Rencana Aksi Nasional Lanjut Usia di bawah koordinasi kantor Menko Kesra.



Sebenarnya Pemerintah Daerah bisa memperingati Hari Lansia dengan kegiatan yang melibatkan orang lanjut usia, seperti acara senam bersama, berbagai perlombaan, dan penyerahan paket bantuan bagi orang lanjut usia. Selain itu, Hari Lansia juga diperingati dengan mengadakan seminar dan diskusi bertemakan orang lanjut usia.

Hari Lanjut Usia Internasional (International Day of Older Persons) ditetapkan Sidang Umum PBB setiap 1 Oktober berdasarkan resolusi No. 45/106 tanggal 14 Desember 1990. Penetapan hari lansia internasional merupakan kelanjutan dari Vienna International Plan of Action on Aging ("Vienna Plan") yang diputuskan di Wina tahun 1982 dengan resolusi No. 37/1982 yang melahirkan kesepakatan untuk mengundang bangsa-bangsa yang belum melaksanakan agar menetapkan hari bagi lanjut usia.[3].

Hari Lanjut Usia Nasional dicanangkan secara resmi oleh Presiden Soeharto di Semarang pada 29 Mei 1996 untuk menghormati jasa Dr KRT Radjiman Wediodiningrat yang di usia lanjutnya memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Jasa Almahrum Dr. KRT Radjiman Wediodiningrat pada 29 Mei 1945 memimpin sidang pertama BPUPKI yang mengandung nilai perjuangan dan dilakukan dengan penuh kearifan serta berbobot. Radjiman Wediodiningrat sebagai personifikasi mewakili golongan lanjut usia (lansia).


Keberadaan orangtua lanjut usia (Lansia) harus diperhatikan oleh daerah. Untuk itu, dibutuhkan lembaga yang menanunginya. Salah satunya adalah lembaga lanjut usia atau LLI. Lembaga ini merupakan organisasi induk dari beberapa organisasi seperti PWRI dan organisasi yang menaungi pensiunan TNI, Polri dan PNS. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mengalami peningkatan populasi Lanjut Usia (Lansia) sangat cepat yang menduduki peringkat IV dunia setelah RRC, India dan Amerika. Dari kondisi demikian kita menyadari akan konsekwensi yang dihadapi oleh seluruh negara dunia,” ujar Ketua Lembaga Lansia Indonesia (LLI) Kalbar dan Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kalbar H. Djawari.

Di tingkat propinsi, Wakil Gubernur Kalimantan Barat yang juga ketua Komda Lansia, mengharapkan para kepala daerah lebih peduli dan tanggap terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan Lansia. Bahkan bagi kabupaten/kota yang belum membentuk LLI maupun komisi kabupaten/kota lanjut usia, disarankan peran aktif para pimpinan di masing-masing daerah untuk memfasilitasi pembentukannya.



Kabupaten Sintang sendiri sudah mempunyai LLI sejak 2009 yang lalu. Kepengurusan LLI Kabupaten Sintang periode 2009-2014 dilantik oleh Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si pada 16 Oktober 2009 yang lalu di Balai Ruai Sintang. Dihadapan pengurus dan anggota LLI Kabupaten Sintang, Bupati Sintang menyampaikan rasa hormatnya pada seluruh lansia di Sintang.
“Pemerintah Kabupaten Sintang dan saya pribadi sangat menghargai para lansia dan keberadaan LLI ini” tegas Bupati Sintang saat itu.

Ditambahkan, kedepannya kita akan bangun sebuah rumah khusus lansia yang bisa menyediakan berbagai macam kebutuhan para lansia di Kabupaten Sintang. Seperti tempat santai, ruang bacaan, olahraga, dan musik. Sehingga rumah itu nantinya bisa menjadi wadah bagi para lansia untuk bersilaturahmi, berdiskusi dan memberikan sumbang saran bagi pembangunan di Kabupaten Sintang, karena para lansia merupakan orang-orang yang kaya pengalaman hidup.

Tujuan dibentuknya LLI ini juga untuk meningkatkan taraf kesejahteraan sosial lanjut usia dalam kehidupan bangsa agar dapat menjalin hari tuanya dalan suasana aman, tenteram dan sejahtera lahir batin. Menikmati hari tua/pensiun secara santai dengan membaca, musik, menikmati alam, mengunjungi teman/anak/cucu memperbanyak ibadah, mengembangkan hobi.

Usia Memang Tak Bisa Dicegah. Ia terus mengalir dan mengalir. Dan Lansia, yang memiliki kekayaan pengalaman dan umur, memiliki hak untuk menikmati hidup dan mendapat perlindungan negara.

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number