Bimtek Penerima Bantuan KUBE Kabupaten Sekadau 2019 

SEKADAU, KN – Kementrian Sosial Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Sosial PP dan Pa Kabupaten Sekadau adakan Bimbingan Teknis Penerima Bantuan Stimulan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Direktorat Penanganan Pakir Miskin wilayah II tahun 2019. Kegiatan bertempat di Aula Mess Pemda jalan Merdeka Timur Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (4/10).

Jenis usaha dalam bantuan KUBE ini yakni, ternak sapi, ternak kambing, ternak ayam pedaging dan ternak ikan.

Kepala Dinas Sosial PP dan Pa Kabupaten Sekadau, H. Suhardi dalam sambutannya mengatakan, tidak semua kabupaten dan kecamatan mendapat bantuan KUBE ini.

“Jangan melihat jumlah bantuannya tapi kita bersyukur atas bantuan dari pemerintah pusat kepada penerima di Kabupaten Sekadau ini. Pergunakan bantuan ini dengan baik sesuai petunjuk dan tekhnisnya,” pesannya.

Suhardi juga menjelaskan bahwa bantuan ini tidak langsung berupa uang, tapi ada teknisnya dan mekanisme serta ada tim pendampingnya.

“Saya sebagai tuan rumah mengucapkan terimakasih karna ada masyarakat saya yang mendapat bantuan,” ucap Suhardi yang juga sebagai bakal calon Bupati Kapuas Hulu periode 2020-2025 ini.

Selain itu ia berpesan agar yang mengikuti Bimtek ini supaya mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan oleh nara sumber. Apabila ada yang perlu ditanyakan, sampaikan saja.

Dinas sosial Provinsi Kalimantan Barat, dalam hal ini diwakili oleh Tatik Getsyaningsih mengatakan, kehadiran pihaknya mendampingi tim Kementerian Sosial dari jakarta untuk memberikan Bintek. Tujuannya, memberikan informasi kepada bapak/ibu apa saja yang akan dilaksanakan setelah mendapat bantuan dan disampaikan tekhnisnya.

Bantuan ini tidak semua mendapatkannya, hanya 6 Kabupaten dari 14 Kabupaten di Kalbar, salah satunya Kabupaten Sekadau sebanyak 20 Kube yang terdiri dari, Kecamatan Sekadau Hilir 2 KUBE, Nanga Taman 2 KUBE, Nanga Mahap 6 KUBE dan Belitang Hulu 10 KUBE.

“Kepada peserta tolong didengarkan dengan baik apa yang disampaikan oleh nara sumber. Semoga dengan adanya bantuan ini jangan sampai ada masalah. Sudah ada kelompok dan pendamping, kalau ada masalah supaya di koordinasikan,” pesan Tatik.

Kementerian Soial Republik Indonesia dalam hal ini diwakili Hadi Waluyo menyampaikan bahwa timnya dari Kementerian Sosial RI ada 3 orang.
Ia menjelaskan bahwa Kelompok Usaha Bersama (KUBE) adalah sekumpulan keluarga-keluarga yang dikategorikan sebagai pakir miskin.

“Saya berharap yang hadir disini paham apa yang akan dilakukan. Nama sudah kami imput untuk dibuatkan rekening di Bank BRI dengan lama waktu 30 hari. Setelah itu kami akan sampaikan kepada dinas sosial setempat. Uang itu harus diambil oleh Ketua dan Bendahara dengan membawa surat rekomendasi dari Kadis dan membawa SK penerima bantuan dari Kadis,” jelas Hadi Waluyo.

Sebagai peserta dalam kegiatan Bimtek ini, Dinsos PP dan Pa 4 orang, pendamping KUBE 2019 2 orang, TKSK 5 orang, penerima manfaat KUBE dengan kuota 20 kelompok terdiri dari ketua dan bendahara 40 orang, peserta dari desa 10 orang, Kementerian Sosial 3 orang, Dinsos Provinsi 2 orang. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.