BKP Kotawaringin Timur: 17 Kecamatan Rawan Pangan

Sebanyak 17 Kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terindikasi rawan kekurangan pangan, kata Kepala Badan Ketahan Pangan (BKP) Kabupaten Kotim Eka Bima Wardana. <p style="text-align: justify;">"Penyebab terindikasinya kerawanan pangan di Kabupaten Kotim karena ketersediaan bahan makan kurang, sementara kebutuhan konsumsi pangan terutama untuk jenis beras cenderung meningkat," katanya di Sampit, Rabu.<br /><br />Sepanjang 2011, produksi beras hanya untuk memenuhi 49 persen kebutuhan masyarakat, sisanya dipenuhi pemasukan dari luar daerah.<br /><br />Pada kondisi normal hal tersebut tidak masalah, tapi jika terjadi gangguan jalur distribusi seperti jalur laut dan darat, kegagalan panen akibat perubahan iklim disetiap wilayah seperti kekeringan dan banjir, mengakibatkan pasokan akan berkurang atau tidak ada, maka potensi kerawanan pangan mungkin akan terjadi.<br /><br />Ketahanan pangan Kabupaten Kotim masih rapuh atau belum mantap, sehingga perlu upaya tertentu untuk mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten tersebut, yaitu swasembada pangan.<br /><br />Kerawanan pangan di Kabupaten Kotim berdasarkan analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) merupakan komposit dari 3 indikator, yakni ketersediaan pangan atau produksi padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar, pemanfaatan pangan dalam hal ini status gizi balita dan yang ketiga akses pangan atau KK Miskin.<br /><br />Hasil analisis tingkat kabupaten tergolong terindikasi rawan pangan. Penyebabnya ketersediaan pangan tergolong defisit atau kebutuhan lebih besar daripada ketersediaan.<br /><br />Menurut Bima, untuk mengatasi terjadi kerawanan pangan tersebut dalam jangka pendek ini BKP Kabupaten Kotim akan menyusun SKPG tahunan dan bulanan untuk mengetahui wilayah kecamatan yang terindikasi rawan pangan.<br /><br />Selanjutnya menyalurkan dana bantuan sosial Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP) dan hal itu telah di lakukan BKP Kotim pada 2011 sebesar Rp25 juta kepada Kelompok Tani Hidup Bersama Desa Samuda Kecil dimana tanaman padi musim tanam April-September (Asep) anggota kelompok mengalami puso akibat kekeringan. Dana tersebut digunakan untuk pengolahan tanah, pembelian kapur dan pupuk.<br /><br />"Untung penanganan jangka panjang pihak BKP Kabupaten Kotim akan melakukan Pengembangan Desa Mandiri Pangan (Demapan) dengan kegiatan pelatihan jaringan usaha dan Lembaga Keuangan Desa (LKD), pelatihan teknis, penyaluran dana PMUK tambahan untuk desa replikasi, monitoring dan evaluasi," katanya.<br /><br />Kemudian BKP Kabupaten Kotim juga akan memberdayakan Lumbung Pangan dengan kegiatan pembangunan lumbung melalui dana DAK.<br /><br />Upaya lain yang akan ditempuh pihak BKP Kabupaten Kotim dalam penguatan ketahanan pangan adalah dengan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP), selanjutnya berupaya membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi berimbang dan aman (3BA), untuk mendukung hidup sehat aktif dan produktif.<br /><br />BKP Kabupaten Kotim juga akan memberi dorongan dan insentif pada penyediaan produk pangan yang lebih beragam dan aman yang berbasis sumber daya lokal. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.