BLH Pontianak Turun Lapangan Cek Kabut Asap

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pontianak menyatakan, akan turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan penyebab kabut asap yang sejak beberapa hari terakhir mulai menyelimuti kota itu. <p style="text-align: justify;">"Kami akan mengecek ke lapangan guna mencari penyebab kabut asap di Kota Pontianak," kata Kepala BLH Kota Pontianak Raihan, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, pengecekan di lapangan agar bisa diketahui apa penyebab asap, apakah memang ada lahan gambut di sekitar Kota Pontianak yang terbakar atau tidak.<br /><br />"Atau malah asap yang sekarang menyelimuti Kota Pontianak, asap kiriman dari kebakaran lahan yang terjadi diluar," ungkap Raihan.<br /><br />Dalam kesempatan itu, ia mengimbau, agar masyarakat tidak melakukan pembersihan lahan pertanian mereka dengan cara dibakar, serta tidak membakar sampah agar tidak menambah kabut asap di Kota Pontianak.<br /><br />Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi menyatakan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada malam hari di kota itu masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan manusia.<br /><br />"Data ISPU yang saya terima dari Badan Lingkungan Hidup Kota Pontianak, kualitas udara pada malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB masuk dalam kategori tidak sehat," katanya.<br /><br />Kemudian pada pukul 24.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB pagi sudah masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan manusia, dan mulai pukul 02.30 WIB hingga pukul 05.30 WIB kategori tidak sehat, kata Paryadi.<br /><br />"Buruknya kualitas udara di Kota Pontianak dan sekitarnya sudah terjadi sejak dua hari terakhir akibat asap pembakaran lahan yang terjadi di luar kota ini," katanya.<br /><br />Pemerintah Kota Pontianak sudah menyiapkan sebanyak 5.000 masker gratis bagi warga yang sewaktu-waktu membutuhkan kalau dalam beberapa hari ke depan kualitas udara semakin memburuk.<br /><br />"Bagi masyarakat yang membutuhkannya silakan ambil di BLH dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak," ungkap Paryadi.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Paryadi mengimbau, kepada masyarakat Kota Pontianak agar mengurangi aktivitasnya di luar rumah pada malam hari.</p> <p style="text-align: justify;">"Kalaupun terpaksa keluar rumah, sebaiknya menggunakan masker agar partikel-partikel asap tidak masuk ke saluran pernapasan melalui hidung," ujarnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.