Bupati Kubu Raya Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya

Bupati Kubu Raya, Rusman Ali mengajak masyarakat untuk terus melestarikan berbagai budaya yang ada di kabupaten itu dan pihaknya berkomitmen akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai agenda wisata yang ada. <p style="text-align: justify;"><br />"Untuk pertama kalinya sebagai kepala daerah, saya menghadiri langsung agenda wisata Gawai Rakyat ke IX tahun 2014 di Desa Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya ini. Dan jujur saja, saya sangat senang bisa menghadiri kegiatan seperti ini, karena kegiatan seperti ini sarat dengan nilai budaya yang harus terus kita warisi," kata Rusman Ali di Sungai Raya, Rabu.<br /><br />Dirinya akan berkomitmen memberikan dukungan terhadap agenda-agenda wisata yang ada di Kubu Raya.<br /><br />"Kita sangat mendukung setiap agenda wisata yang jelas berpotensi mempromosikan adat dan budaya daerah kita. Dukungan itu tentu saja akan kita tuangkan baik dalam kebijakan hingga anggaran nantinya," tuturnya.<br /><br />Agenda tahunan yang dihelat mulai 29 Maret sampai 3 April 2014 itu merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap hasil pertanian serta hasil tangkapan ikan merupakan agenda wisata yang turut di meriahkan dengan berbagai perlombaan permainan rakyat serta tradisi ritual oleh tetua adat.<br /><br />Ia pun menuturkan, sebagai bangsa yang besar, menghargai budaya merupakan kewajiban yang harus tertanam dalam setiap diri masyarakat.<br /><br />"Kita orang timur sudah sangat identik dengan budaya yang diwariskan nenek moyang," ungkapnya.<br /><br />Namun, sebagai kepala daerah, Rusman Ali menginginkan agar pelestarian budaya seperti itu terus melibatkan berbagai kalangan, terutama para pemuda.<br /><br />"Jika para pemuda sudah cinta dengan budaya sendiri, kita yakin daerah tersebut tentu jauh lebih berbudaya. Ini begitu penting, karena serbuan budaya asing saya lihat sudah tidak bisa lagi dibendung," katanya.<br /><br />Terlebih, saat ini, lanjut Bupati, semua akses informasi terbuka lebar. Bahkan, anak-anak kecil yang belum menginjak usia sekolah saja sudah melek teknologi.<br /><br />"Jelas hal ini membutuhkan perhatian orang tua dan pengertian. Tidak ada salahnya kita mengajarkan kepada generasi penerus untuk lebih mencintai budaya sendiri," ujarnya.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.