Bupati Minta Gereja Bantu Pemerintah Turunkan Angka Kemiskinan di Sintang

SINTANG, KN – Bupati Sintang, Jarot Winarno, membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah III Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Ketungau Hilir dengan tema “Bangkit Untuk Menghasilkan Buah” di GKII Pedadang Hulu, Desa Baung Sengatap, Kecamatan Ketungau Hilir, Senin (8/7/19) malam.

Dalam sambutannya Jarot mengatakan turut bahagia bisa hadir langsung membuka kegiatan Rakerda ini, karena ia menilai Rekerda ini penting terlebih sesuai dengan tema yang diangkat yakni bangkit untuk menghasilkan buah, sehingga dapat ambil makna yang tersirat didalamnya yakni agar Gereja lebih produktif dan umatnyapun lebih produktif bagi gereja dan masyarakat serta lingkungannya.

“Hal ini penting, karena memang perubahan kita ini sekarang demikian cepat, sehingga dalam rapat ini adanya evaluasi dan membahas masalah internal kerja kita di Ketungai Hilir ini” kata Jarot.

Masih lanjut Jarot, yang harus di pikirkan juga apa yang bisa GKII ini bantu untuk masyarakat secara luas, program-program pemerintah dan juga masalah kita bersama seperti masalah kemiskinan mengingat Kabupaten Sintang 10,35 % masyarakat masih hidup dalam garis kemiskinan artinya masih cukup banyak.

Sementara dari 391 desa, baru enam desa yang mandiri, 10 desa maju, kemudian 86 desa diantaranya masih dalam kondisi sangat tertinggal.

“Banyak peserta yang hadir ini dari tempat-tempat lain, gereja-gereja lain pasti melihat ada desa kita yang masih sangat tertinggal, ini yang mesti kita bantu, sehingga mudah-mudahan rapat kerja ini menghasilkan sesuatu yang sangat penting untuk gereja, jemaat maupun masyarakat Ketungai Hilir secara umum” tutup Jarot.

Sementara itu Ketua Panitia kegiatan Hendri Usman mengatakan kegiatan Rakerda ini dilaksanakan dari 8-11 juli 2019 yang di ikuti sekitar 27 GKII di Wilayah Ketungau Hilir dengan tujuan untuk menyusun program kedepannya.

“Rakerda ini penting karena Rakerda ini juga bertujuan untuk mengevaluasi kembali semua kegiatan, program-program yang sudah dilakukan sebelumnya.
selain itu juga akan evaluasi apa yang sudah dan belum kita capai, sehingga itulah yang kita pikirkan bersama-sama dalam materi Rakerda ini, agar menghasilan sesuatu yang membawa perkembangan bagi gereja kita yang ada di Wilayah Ketungau ini” ucap Hendri. (Wr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.